- J A S E N -

- J A S E N -
bab 13


__ADS_3

Regita menatap kepergian Jasen. Ia memungut sandwich yang tadi jatuh di lantai dan lansung menjejalkan ke mulutnya. Padahal lantai kelas Jasen kan kotor. Seorang gadis berkaca mata tebal yang melihat kelakuan Regita menatap dengan jijik.


"Apa liat-liat?!" bentak Regita. "Mau?" tawarnya menyodorkan sandwich di tangannya yang masih setengah.


Gadis culun berkaca mata itu menggeleng. "Ng-Nggak, makasih."


Regita menyambar kotak bekal di meja Jasen. Ia melihat name tag gadis itu. "Kak Meli?" tanya Regita.


Meli mengangguk ragu.


"Nih buat lo aja. Bawa pulang, buat wadah sayur jengkol," ucap Regita seraya meletakkan kotak bekalnya di meja Meli.


Regita melompat-lompat girang sambil keluar dari kelas XII IPS 7. Tanpa sengaja, ia berpapasan dengan Zellyn yang memang merupakan teman sekelas Jasen. Gadis itu baru berangkat rupanya.


Regita menatap Zellyn dengan tajam. Bahkan ia mengunci mata Zellyn sambil berjalan.


"APA LO?! Mau gue jambak lagi?" tanya Regita dengan nada tidak santai.


Zellyn menggeleng cepat. Ia menunduk dan langsung berlari cepat menghindari Regita. Kakak kelas kok takut sama adik kelas? Ya iyalah, gara-gara Regita, rambut Zellyn sampai rontok banyak banget. Untung nggak botak tuh kepala, salah siapa nempel-nempel ke pacar orang. Dasar gatel, panuan, kurap!


Untuk readers kesayangan author, jangan tiru Zellyn yang hobinya nempel-nempel ke pacar orang, ya. Cowok di dunia ini banyak, milyaran. Walau pun rata-rata jahat dan suka nyakitin, euwww😔.


Regita masuk ke dalam kelasnya dan langsung berhambur memeluk Leuren. Kemudian gantian memeluk Biana. Tentu saja dengan senyum yang sedari tadi belum luntur dari wajahnya.


"Apaan sih, Re? Seneng banget, mana meluknya gak santuy gini. Sakit nih bahu gue!" cerca Biana.


Regita nyengir, memperlihatkan deretan giginya. "Gue seneng banget!" ucapnya menggebu-gebu sambil melompat-lompat.


Regita menaiki meja. "Aaaaa uuk aak, lololololo ...!" teriak Regita sambil melompat dari meja ke meja. Tak lupa tangannya menggaruk-garuk rambutnya.


"Gak usah pake lompat-lompat sama garuk-garuk gitu, kayak monyet tau nggak!" tegur Leuren.


"Lo berdua kenapa sih? Kayak gak suka liat gue seneng." Regita duduk anteng di bangkunya dengan bibir maju.

__ADS_1


"Gak usah bimoli juga kali," ucap Leuren.


Regita dan Biana menatap Leuren. "Bimoli? Apaan tuh?" tanya mereka berdua secara kompak.


"Bibir monyong lima senti."


"*****!"


Biana menopang dagunya dengan telapak tangannya, menatap Regita. "Hal apa gerangan yang membuat anda menjadi sangat senang?" tanya Biana.


Regita kembali mengembangkan senyumnya. "Gue ..."


Biana dan Leuren bersiap mendengarkan Regita dengan serius. Mereka berdua memasang telinga baik-baik.


"Gue ..."


"Apaan sih, Re? Gua gue gua gue mulu! Kapan ngomongnya?!" geram Biana.


"Tau tuh, udah kaya Aziz Mangap!" timpal Leuren.


Leuren menganggukkan kepalanya. "Itu maksud gue, Bi."


"GuediajakjalansamaJasen," ucap Regita secepat kilat.


Biana dan Leuren melongo.


"Lo ngomong?" tanya Leuren cengo.


"Kentut!" jawab Regita.


"Pantes bau," lirih Biana.


"Gue gosok gigi 18 kali sehari, gak mungkin bau!" ucap Regita.

__ADS_1


"Lagian ngomong cepet banget kayak dikejar setan," timpal Leuren kesal.


"Gue ..."


Leuren dan Biana mengangguk.


"Diajak ..."


"Jalan ..."


"Sama ..."


"Jasen ..."


Setelah Regita menyelesaikan kalimatnya, Biana langsung menoyor kepala Regita hingga terjungkal ke samping.


Duak


"Aduh, gila lo, Bi! Sakit nih." Regita mengusap-usap kepalanya yang terbentur ujung meja. Biana lucknud, noyor kepala Regita sampai nyungsep ngebentur meja.


"Lagian gitu aja kok heboh banget, heran!" ucap Biana.


"Norak! Kayak gak pernah diajak jalan sama Jasen aja," timpal Leuren.


Regita menjawab santai, "Emang belum pernah."


"WHAT?!" teriak Biana dan Leuren bersamaan.


"Belum pernah?" Regita mengangguk.


"Emang lo pernah liat gue jalan sama Jasen?" Regita gantian menanyai dua sahabatnya.


"Ya ... belum sih," jawab Biana.

__ADS_1


"Gue kira lo berdua sering jalan tanpa sepengetahuan kita," ucap Leuren.


Regita menggeleng pelan. "Ini pertama kalinya Jasen ngajak gue jalan selama pacaran delapan bulan."


__ADS_2