- J A S E N -

- J A S E N -
Bab 8


__ADS_3

"MAKSUD LO APA, HAH?! Pake dorong-dorong segala!" bentak Zellyn.


"Heh! Kok malah lo sih yang marah?!" ucap Biana membalas bentakan Zellyn.


"Tau tuh, Bi. Cewek gatel! Jijik gue!" timpal Leuren.


"Bener, Ren. Cewek gatel! Lo punya panu atau kurap, hah?!" tanya Regita dengan mata memicing menatap Zellyn.


"Panu dong! Penuh sebadan, nih," teriak Galang.


"Lo panuan, Lang? Pantes Leuren gak mau sama lo," ucap Gibran.


"Ta* lo. Zellyn tuh panuan, gatel, nempel-nempel terus ke pacar orang!" balas Galang.


"Lo saking gak lakunya apa gimana sih?" tanya Regita lagi.


Zellyn membisu. Kemudian, ia menatap ke arah Jasen. "Tolongin aku, Sen," ucapnya memohon pada Jasen.


Jasen melengos. "Lo siapa?" tanya Jasen pada Zellyn.


"Mampu*! Ahahahaaa," ucap Sendra di susul tawa.


"Kamu kok gitu sih, Sen?" tanya Zellyn dengan mata berkaca-kaca.


Jasen duduk di samping Pradit. Menyisakan hanya Regita dan Zellyn yang berdiri di warung itu.


"GAK USAH GANGGU PACAR GUE LAGI!" bentak Regita tepat di depan wajah Zellyn.

__ADS_1


Zellyn tertawa meremehkan. "Yakin kalo Jasen itu pacar lo? Kok gue gak pernah ya liat Jasen jalan sama lo. Jangankan jalan bareng, liat Jasen ngaterin lo pulang juga gue belum pernah liat," ucap Zellyn menohok hati Regita.


"Jaga ya ucapan lo! Jasen itu pacar gue!" ucap Regita tak terima.


Regita meraih rambut Zellyn hingga ikatannya terlepas. Dengan sekuat tenaga, Regita menjambak rambut Zellyn.


"Awwww!" pekik Zellyn sambil memukul-mukul tangan Regita yang menjambaknya.


"Uh, pedes!" teriak Sendra.


"Ayo, Re! Jambak terus sampe botak!"


"Regita! Ayo, Ayo, Ayo! Gue dukung lo sepenuh hati, Re!"


Warung Mang Wedi mendadak gaduh. Anak-anak Zolvenior berteriak menyemangati Regita.


"Sen, pacar lo belain dong! Malah diem aja lo kayak orang bisu!" ucap Gibran menuntut Jasen.


Jasen tersenyum simpul. "Biarin, lumayan buat tontonan."


"Gak waras lo, Sen!" ucap Pradit.


"Heh Zellyn! Setidaknya kita semua di sini tahu kalau Jasen itu pacarnya Regita, bukan pacar lo! Jadi gak usah deh nempel-nempel ke pacar orang!" tegas Leuren.


"Kalo gue nempel-nempel ke lo, boleh?" tanya Galang pada Leuren.


"Nggak!" tolak Leuren.

__ADS_1


Biana berdiri, ia juga menarik Leuren untuk ikut berdiri. "Balik ke sekolah aja, yuk! Ke sini niatnya buat makan, malah ribut kayak gini," ajak Biana.


"Yuk lah," ucap Leuren menerima ajakan Biana.


Regita menghentikan aksinya. Ia membuka tangan kanannya yang menggenggam rambut Zellyn, rambut Zellyn banyak yang rontok di tangannya.


"Anji**! Rambut gue banyak yang rontok!!" teriak Zellyn hendak meraih rambut Regita.


Namun, Biana mendorong Zellyn hingga gadis itu terjengkal ke belakang. "Jangan berani lo nyentuh Regita!" tegas Biana.


Regita menatap Jasen yang tengah meminum jus mangga milik Pradit dengan santai. "Aku kecewa sama kamu!" ucap Regita.


Jasen membuang muka dari Regita. "Bodo amat," balasnya tak acuh.


Tak bisa dibendung lagi, air mata Regita mengalir menuruni pipinya yang mulus. Gadis yang hatinya tengah terluka itu berlari keluar dari warung Mang Wedi sambil menangis.


"Nangis, Sen. Kejar sana! Kurang ajar banget lo jadi pacar!" ucap Pradit mendorong tubuh Jasen untuk mengejar Regita.


"Biarin, cengeng. Gitu aja nangis," ujar Jasen enteng.


Biana keluar dari warung tersebut, menyusul Regita. Leuren juga hendak ikut menyusul kedua sahabatnya. Sebelum keluar, Leuren berjongkok untuk menyamakan posisinya dengan Zellyn.


"Wedhus!" ucap Leuren tepat di depan wajah Zellyn sebelum pergi.


***


Sampai sini dulu ya ... komennya dong, gimana kesan novel "Jasen" sampai bab 8 ini?

__ADS_1


__ADS_2