
... Chapter 01 - Prolog...
Reina P.O.V
Sejak kapan ini dimulai? Aku sudah tak ingat siapa aku dan apa yang terjadi pada diriku...
Perkenalkan aku Reina Mary Waltz,anak tunggal dari keluarga 'Waltz'. aku lahir di kota Buerador, negeri Quackland. Kelas 11-2 SMA Floria, aku anak yang biasa saja dan tidak ada yang special. Biar kujelaskan deskripsi negeri ini, negeri Quackland ialah kota yang tentram. negeri yang berdampingan dengan kebudayaan yang khas, makmur negerinya dan memiliki banyak pohon sebagai kehidupan negeri. Konon katanya ada sihir yang tertanam dalam negeri ini, ya tapi aku sih tidak peduli.
..Yang penting kehidupan ku yang sekarang serba ada dan sederhana.
***
Senin, 1 Maret 3020 (Kota Buerador)
"REINAAA...!" Teriak mamahku dari bawah. "CEPAT BERES-BERESNYA NANTI TELAT LOH~!" sambung
mamah sambil bernada panik. Aku yang baru keluar dari mandi, langsung kelabakan mencari catok rambut.
"Iyaaa mahh...! reina dah siap kok~ " teriak ku sambil santai memegang catok rambut. "Lain kali klo mau make catok bangun lebih pagi rei...!~" teriak mamahku sambil pasrah. “Iya-iya” jawabku sambil mendengus kesal. ‘ah yasudahlah aku asal saja yang penting rapih’ ucapku dalam hati.
__ADS_1
Setelah aku membereskan rambutku dan merapihkan baju, aku langsung turun melewati anak tangga untuk ke ruang makan. “Morning mah~” ucapku menghampiri mamah sambil mencium kening mamah. “Morning rei, kamu lain kali bangun lebih pagi klo mau nyatok rambut” ucap mamahku sambil mencubit pipiku. “ah… iya mah, ini mah kebetulan aku tadi malem tidur telat” ucapku sambil menyantap sereal yang ada di meja
setelah berdoa. “btw mah, papah dah pergi ya?” sambungku sambil makan sereal. “ngak tuh, ada di sofa” kata mamah ku sambil menyiapkan bekal. “oh berarti kali ini aku diantar papah?” aku bertanya sambil makan. “iya, lebih baik kamu cepet abisin rei makannya nanti telat loh” kata mamah sambil menutup tempat bekal reina dan papah. “Iya mah… iya~” Ucapku sambil melanjutkan makan. Dengan cepat aku menghabiskan sereal, dan meminum segelas air yang disiapkan ibuku.“udah ya mah… aku taro di cucian yaa~” ucapku sambil buru buru ke dapur. Aku segera berkaca di wastafel tak jauh dari ruang makan. “iya taro aja rei~ dah cepet sana sama papah pergi sekolah” kata mamahku sambil panik. Aku mengganguk, segera ke ruang tamu mendekati papahku yang sedang membaca koran. “Pah, morning~” ucapku sambil mencium kening papah. “loh udah beres rei?” ucap papahku sambil menatapku keatas, karena posisiku yang ada di belakang sofa. “iya pah, sorry tadi nga nyapa hehe~” ucapku sambil membereskan rambut.
“yaudah ayo kita pergi, sebentar ya…” papah ku segera membereskan korannya dan menaruh di bawah meja. pergi ke dapur untuk berpamitan dengan mamahku. Ya~ biasa deh buchen-buchen, jadi yaudah aku memutuskan untuk berteriak pamitan. “Mahh~ aku pergi dulu ya” teriak ku sebelum pergi ke garasi. “iyaa~ rei ti-ati, dahh ah pah~ sana anter rei” ucap mamahku dari dapur. Setelah itu aku tidak mendengarkan ucapan mereka karena aku sudah pergi ke garasi. Oh iya, aku lupa memperkenalkan orangtuaku. Lucas Ain Waltz adalah ayahku, sedangkan Everly Maddison Waltz adalah ibuku.
***
Sekarang tahun 3020, tahun dimana Quackland mahir dengan semua teknologi yang ada. Bahkan tak ada satu orang pun yang tak bisa programming, kami semua dibilang cukup mahir dalam programming.
Tapi aku penasaran sebenarnya apakah sihir benar-benar ada? Sepertinya sihir hanyalah hal konyol yang pernah kudengar. Tetapi ada beberapa orang yang mempercayainya, yasudahlah… kan persepsi seseorang tak bisa dipaksakan.
“yah~ gpp ahahah” ucapku sambil tertawa kecil. “yaelah…” katanya lagi. “btw lu abis catok yaa beb?” kata Pennelope. “lu ngegoda gw apa gimana sih,ahahah” ucapku sambil ketawa kecil. “yah gak sihhh, kan niat aja gitu nyatok pagi-pagi” katanya sambil memonyongkan bibir. “gw tadi malem kemaleman tidur karna tugas itu loh~ udah gitu pagi bangun telat sampe dibangunin mamah…” setelah aku berkata begini aku langsung menghempaskan nafas. “lah?! pantes lu ga ngangkat telpon gw” ucap Pennelope dengan nada sedikit meninggi. “wah iya lu nelpon gw?” tanyaku. karena seingatku tadi malam tidak ada notifikasi sama sekali, sangat hening sampai-sampai aku membereskan semua tugas dengan lancar. “keterlaluan lu~ jangan-jangan hp tuh di silent?” oceh Pennelope bernada sedikit kesal.
“eh nga cuy” ucapku setelah berpikir keras. “EH IYA GW MATIIN HP BUAT FOKUS NUGAS” aku mengucapkan itu setelah ingat kejadian semalam. “eh dasar si bebeb~ yaudahlah gpp” ucap Pennelope sambil membuang nafas secara kasar. “yaudah gantinya lu traktir gw ya” sambung Pennelope sambil ketawa iseng.“heh lu ya ada-ada aja ahahahah” kataku sambil tertawa.
***
3 R.d Person P.O.V
Senin, 30 Maret 3030 (10 tahun di masa depan)
__ADS_1
“check 1 2 3, time correct. Track on progress” Tik tik tik, suara ketikan computer menggema di ruangan.
Tampak seorang pemuda tampan yang berkluyuran melihat kerja para karyawannya. Ya, dia James Blackwood. Ilmuan sukses dan pengusaha yang sukses. seluruh dunia mengenal namanya sebagai pemuda sukses di umurnya yang masih muda. “Pak tabung percobaannya sudah siap, apa perlu mencari target?” ucap asisten James Blackwood bernama Jennie. “Tidak perlu mencari target, karena aku sudah tahu siapa yang menjadi targetnya” kata James Blackwood sambil tersenyum.
Octralcircuit project ialah rencana yang dipersiapkan matang oleh James Blackwood, dimana ia menargetkan seorang wanita yaitu kekasihnya untuk hidup kembali. bagi manusia biasa mungkin itu adalah hal yang mustahil.
Tapi bagi James, tentu saja tidak. Karena dia merupakan orang jenius yang keluar selama 1000 tahun sekali.
“apakah kau yakin untuk menjalankan ini James?”
“Ah~ Pennelope, aku yakin karena kau ada dan selalu mendukungku…” ucap James Blackwood kepada Pennelope Maeve. “tapi kan kita tidak tahu seperti apa kondisi tubuhnya di masa lalu, James…” oceh Pennelope. “hey. Apa kau tak percaya padaku?” tanya James kepada Pennelope. “BUKANNYA BEGITU JAMES, TAPI AKU…BENAR BENAR GA PERCAYA KAMU MELAKUKAN INI” Ucap Pennelope bernada tinggi. “Kau ingin sahabatmu kembali kan?”tanya James Blackwood. “… aku sebenarnya merindukannya *snif* tapi aku ingin dia tenang disana JAMES?!” ucap Pennelope lagi. “Benarkah itu?” tanya James dengan muka yang dingin.
-T. B.C (To Be Contunied) To the next chapter
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hi~ Jangan lupa pencet like dan add favorite yaa~
Karena sekecil apapun dukungan kalian sangat membantu author loh >v
Makasih dah baca sampe akhir :D <3
__ADS_1