'Intuisi Waktu'

'Intuisi Waktu'
Chapter 18 - Warning Issues


__ADS_3

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


...Chapter 18 - Warning Issues...


James P.O.V.


CPR ditempel di sekitar tabung Reina, tampaknya badannya mulai bergerak. karena, mungkin ia telah menghubungkannya dengan dirinya di masa lampau. Ruangan langsung ribut,lalu aku menghimbau semuanya untuk tenang dan tidak ribut.


Lalu tiba-tiba suara Warning issues bergemuruh di Lab. Namun Warning issues itu tiba-tiba berhenti karena detak jantung Reina- tiba-tiba berhenti..


Air mataku mulai menetes, apakah dia benar-benar meninggalkanku lagi? Satu persatu karyawan mulai menunduk, lalu tiba-tiba aku mendengar suara yang menyadarkan kami semua.


"HEY APA YANG KALIAN LAKUKAN KITA TEATAP MASIH BISA MEMBANGUNKANNYA!" ya, Pennelope tidak terima karena tiba-tiba situasi bisa seperti ini. "Ya- semuanya cepat nyalakan CPR Level 2!" ku lihatkaryawan-karyawanku untuk mengaktifkan CPR level 2. Aku percaya bahwa ini masih ada peluang.


Aku memandangi mereka yang mulai menggosip dengan poker face milikku, aku mengingat muka mereka dan menandainya. "Kalian, jika tak mau kerja keluar saja" ucapku dengan tegas. Mereka langsung bergidik ketakutan dan mulai membantu yang lainnya.


"Emma, tandai mereka bertiga dengan 1 peringatan di angket kerja mereke" ucapku sambil menunjuk mereka yang menggosipiku tadi. Tak lama kemudian, apapun yang kami lakukan terasa sia-sia.


Aku yang tadinya mulai merelakan, aku mulai mendengar suara detak jantungnya kembali. "TEMAN-TEMAN LIHAT KITA BERHASIL!" Teriak Pennelope dengan senyumnya.


"baiklah, sekarang kita tinggal menunggu perkembangan" ucapku sambil tersenyum. Aku benar-benar sudah menduganya, tapi aku tak mengira akan sehebat ini.


'aku pun tahu kalau dia di masa lalu, sama dengan dirinya di masa sekarang'


'namanya Reina, sifatnya pasti sama James... Dasar aku' melewati fase ini sepertinya tak sulit baginya, kira-kira memori apa yang dia dapatkan? kalau pemikiranku tepat, pasti dia mengingat temannya dulu. AH, yasudahlah warning issues tadi tidak terulang lagi. tadi benar-benar membuatku tegang.


3 R.d. Person P.O.V.


Tring~ ponsel James berbunyi,


James mulai mengernyitkan keningnya, karena malas dia mematikan teleponnya. lalu membalasnya lewat chat,


*Chat Room*


James


Aku sibuk.


**Clarissa **


Ahahahah~ gitu mulu alasannya~


Ah nga kok james~ aku mau ke lab nemenin kamu~


**James **


Buat apa?


ngabisin waktu tau nga.


**Clarissa **


Ih, jangan gitu~

__ADS_1


Aku dah siap ni<3.


**James **


Bodo amat.


Ganti baju lagi sana.


Lu ganggu gw tau nga.


Clarissa


Ish, kalau gitu hm~


Aku langsung kesana pake pelacakmu ya~


James


...


**James P.O.V. **


*****\, kenapa si benalu satu ini sangat gila? Tetapi\, jika dia tiba-tiba disini karena pelacaknya itu bisa gawat-


Namun sepertinya tak akan mudah baginya untuk menanyakan 'lab dimana' kepada para resepsionis. Kearena untungnya lab ini ada di belakang EDC Group.


3 R.d. Person P.O.V.


*James melihat ponselnya kembali


*Chat Room*


Clarissa


gimana ni?~


Kok mencurigakan~


James


Apa nya


Clarissa


beneran ada sesuatu ya~


Hehe~


Ku bongkar ni~


Kamu kan ga boleh gitu ama calon istrimu~


James

__ADS_1


Jijik.


G ad.


Dan ini bukan urusanmu.


James mengernyitkan keningnya sekali lagi.


James P.O.V.


Jika dia mengira aku ada sesuatu pasti dia sudah setengah jalan. dan sebentar lagi dia sudah ada disini, kalau begitu aku akan pindah lokasi. tapi sebelumnya aku harus mengajak Pennelope agar tidak dicurigai. Ya, aku harus membawa Pennelope makan siang kemana pun itu. bisa saja dia mengetahui kalau aku pindah lokasi. ah, tidak dia tidak akan tahu.


Terpaksa aku harus membawa Pennelope ke tempat yang lain, dengan cara mematikan koneksi dan menyalakannya lagi saat aku sudah berpindah tempat. ah tidak, aku tidak akan mematikan koneksi atau aku harus? lebih baik sekarang aku ajak Pennelope dulu, soal lab aku akan meninggalkannya kepada Emma. Semoga saja tidak terjadi apa-apa saat aku pergi bersama Pennelope.


Sekarang kita biarkan saja dulu, jika dia terobsesi denganku pasti dia akan terus menerus mendekatiku, ha... benar-benar seperti benalu kehilangan inang.  Aku pergi mendekati Emma dan Pennelope, "Emma, tugas hari ini aku pindahkan kepadamu. aku minta tolong ya..." ucapku dengan tegas.


"he? apa maksudmu?" tanya pennelope dengan bingung. "baik pak tapi kenapa tiba-tiba?" jawab Emma dengan nada tegas, tapi tetap saja ia bingung. Karena ini terlalu tiba-tiba.


3 R.d. Person P.O.V.


"kami ada urusan, beri tahu kepada staff pengatur kedatangan jika ada pengunjung yang menanyakan keberadaan kami" ucap James dengan tegas. "Baiklah, aku mengerti!" ucap Emma dengan mantap. "he? james, ada urusan apa sih?" tanya Pennelope dengan nada bingung. "Berisik!" ucap James dengan nada sedikit merendah.


James menarik keras tangan Pennnelope, Pennelope yang bingung itu pun jengkel. karena sikap James yang kasar itu, saat sudah keluar ruangan Pennelope menepis tangannya. "Apa sih, James !?!" Seru Pennelope karena sudah benar-benar marah.


Pennelope P.O.V.


Aku yang bingung, mengapa James menggantikan tugasku kepada Emma. Dan setelah itu dia menarikku dengan kasar, hal ini benar-benar membuatku kesal. Tapi di sisi lain, aku merasa ada yang tidak beres dengannya. Karena wajahnya yang biasanya poker face, terlihat panik.


Namun caranya itu loh yang membuatku kesal-


Plak! aku menepis tangannya, "Apa sih, James !?!" Teriakku dengan kasar.


James sadar, karena perbuatan kasarnya "ah... maaf" ucapnya langsung melepaskan melepas tanganku. ehm mukanya itu loh- tetep aja poker face, nga merasa bersalah atau kesel atau gimana kek?


James meninggalkanku, "heh, kamu tuh kenapa?" ucapku kesal. Bodo amat lah ama mukanya, karna dia emang kayak begitu dari dulu-


"keluarga adams" ucapnya pelan sambil menghentikan langkahnya. "ha? apa maksudmu?" tanyaku dengan nada sedikit meninggi.


"ah nga- benalu itu ingin berulah lagi" ucapnya dengan muka flat yang menyebalkan itu. "tch- gitu doang~" celotehku karena dia hanya berkata soal benalu-


eh sebentar, maksudnya? "eh tapi jangan-jangan, bentar keluarga Adams?" Sambungku setelah menyadari sesuatu. James mulai melangkah lagi, "ikuti aku, akanku jelaskan di jalan"


**3 R.d. Person P.O.V. **


"jelaskan padaku apa yang terjadi!" seru Pennelope dengan serius. Pennelope mulai mengikuti langkah James, menyusuri lorong dan mendekati lift.


"Tadi aku sempat mendapat telepon dari si benalu itu, lalu aku mematikan telfonnya" ucap James sambil menekan tombol lift. Karena kebetulan itu lift khusus, mereka tak harus menunggu lift lama-lama. Pintu lift pun terbuka mereka memasuki lift, James memasuki lift dahulu sambil menekan tombol pintu agar tetap terbuka. "Kalau kau tadi mematikan telfonnya gimana kau bisa tahu? heh! jangan bercanda" ucap Pennelope dengan nada sedikit meninggi.


-T. B.C (To Be Contunied) To the next chapter


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Hi~ Jangan lupa pencet like dan add favorite yaa~

__ADS_1


Karena sekecil apapun dukungan kalian sangat membantu author loh !


Makasih dah baca sampe akhir :D <3


__ADS_2