
... Chapter 02 - New Life (?)...
3 R.d Person P.O.V
“IYA, awas saja jika ada sesuatu yang terjadi padanya. Maka aku tidak akan tinggal diam!” Ucap pennelope sambil
meninggikan suaranya. “Hm… kau tahu Pennelope? Sebenarnya aku tak begitu mengerti mengapa kau dan kekasihku bisa bersahabat selama ini…” Ucap James. “Karena kematiannya aku pikir ini sedikit berhubungan dengan mu, ya tapi kata-kata terakhirnya membuatku tidak mencurigaimu sebagai inti dari kecelakaan ini.” Sambung James dengan mukanya yang dingin.
“Ugh… kan sudah kubilang ini semua tidak berhubungan dengan ku *sniff* waktu itu aku kan… ada di café bersamamu menunggu menunggu Reina!” ucap Pennelope sambil terisak-isak. “Yasudahlah, intinya kau tidak melakukan ini… dan sekarang aku hanya ingin kau berdoa membantuku menghidupkan teman mu ini…” ucap James langsung membalikkan badan.
Suara isakan Pennelope masih terdengar sampai ke telinga James walaupun ia sudah melangkah jauh.
***
Back to 3020
Reina P.O.V
“Ya anak-anak bagaimana kalau kita kumpulkan tugas yang minggu kemarin bapak tugaskan? ” Ucap Bapak Noah di depan kelas. “Baik Pak~” jawab murid-murid kelas 11-2. “Ya sihlakan kumpulkan analisis kalian di meja Bapak ya” ujar Bapak Noah sekali lagi. Murid-murid kelas 11-2 pun langsung bergegas ke meja Bapak Noah di depan kelas,
“Rei~ lu analisis berapa halaman?” ucap Pennelope sambil tersenyum lebar. “Hm, aku buat Cuma 5 ½ halaman euy” kataku dengan bernada rendah. “Minimal berapa halaman sih?” sambungku lagi. “Uwah rei aku aja 5 halaman~” katanya sambil tercengang. “Minimal 3 halaman, maksimal 6 halaman” sambung Pennelope.
Kami pun ke depan kelas untuk mengumpulkan tugas analisis di meja Bapak Noah.
“Rei~ lu makin lama makin cantik aja~ bagi dong kecantikannya~” ucap Pennelope sambil melihat wajahku dekat-dekat. “Ihhh apa sih nel, ga lucu ah” tentu saja aku malu setelah mendengar kata-kata Penellope karena aku tak terbiasa. “Ihh seriusan rei, muka lu makin bening aja… udah gitu lu ga ada jerawat sama sekali akibat gen mamakmu:^” Ucapnya sambil memonyongkan bibir.
“Ah masa sih, justru jerawat gw malah tumbuh di punggung dodol:v” Ucapku sambil tertawa nyegir. “ternyata ada efek sampingnya juga ya heu” Ucapnya dengan nada rendah. “Eaa efek sumbing gais” kataku lagi sambil tertawa.
“HEH EFEK SAMPING BUKAN EFEK SUMBING OI AHAHAH” ucap Pennelope sambil tertawa.
“Pennelope,Reina cepat duduk ya” kata Pa Noah. “baik Pak” ucap kami berdua secara bersamaan. Kami berjalan ke bangku dimana kami duduk, ya kebetulan aku dan Pennelope duduk di bangku yang sama. Apa hari ini akan berjalan dengan baik? Hari ini pasti sangat Panjang aku dapat merasakannya. semoga waktu cepat berlalu, yasudahlah mari kita jalani saja.
Pak noah melanjutkan penjelasannya mengenai analisis yang kami buat, yang berkaitan tentang akuntansi. Ya namanya juga pelajaran akuntansi, akuntansi adalah kesukaanku. karena menurutku akuntansi itu unik, dari cara berhitungnya bahkan materi-materinya. Walaupun begitu aku menyukai semua mata pelajaran, karna sekolah bagiku adalah tempat untuk menambah ilmu. Ya kan namanya juga sekolah, mungkin bagi beberapa anak sekolah hanyalah beban baginya.
Namun bagiku tidak, karena aku memutuskan untuk menyukai semua yang aku lakukan. Simpel kan? Itulah hidup bagiku. Karena kita kan tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya di masa depan. Tapi entah kenapa aku mempunyai firasat buruk untuk hari ini. Mungkin itu hanya perasaanku saja.
__ADS_1
***
Tring~ Tak terasa bel istirahat pun berbunyi.
Setelah murid-murid kelas 11-2 memberi salam kepada guru mapel, dan guru mapel meninggalkan kelas. Tampaknya banyak dari mereka mulai keluar dari kelas untuk pergi ke kantin ataupun mencari tempat untuk memakan bekal. “REIIII TRAKTIR JANGAN LUPA YEYY” ucap Pennelope sambil kegirangan. “Heh ini pemalakan ato apa si” kataku sambil tertawa kecil. “lah bukannya ini balasan dari yang tadi malem? Ahahah” katanya sambil memasang senyum licik. “Eh iya aku lupa.. hm.” Ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala.
***
James P.O.V
Tahun 3030
“Emma, kau cepat bawakan tubuh kekasihku yang ada di tabung reactor di lab” ucap James. “Kau serius Pak?” tanya Emma dengan mukanya yang heran. “Apa kau kira aku bercanda?” kata James dengan mukanya yang dingin. “Eh baik pak” ucap Emma dengan wajah takutnya, karena muka James yang dingin itu. Emma membawa beberapa staff keamanan ke lab untuk membantunya memindahkan tabung reactor ke ruang Lab praktek.
Lab praktek adalah lab yang akan dipakai untuk percobaan James dengan Octralcircuit Project.
Para staff kemanan membawa tabung reactor yang berisi kekasihnya itu dengan hati-hati. karena jika ada sesuatu
yang terjadi dengan tabungnya, yang pasti James tidak akan tinggal diam. Sesampainya di lab praktek, mereka menaruh tabung reactor di tempat seharusnya dengan hati-hati. “Emma apa terjadi sesuatu dengan tabungnya?” tanya James dengan muka dinginnya. “Tidak Pak, karena kami sudah membawanya dengan hati-hati…” ucap Emma dengan hati-hati. “Bagus…” kata James dengan lega.
‘aku harap kamu bisa kembali Reina…’ batin James.
Hitung mundur 20 menit mulai dinyalakan, James hanya bisa tersenyum karena ia tak sabar melihat muka yang sangat dia rindukan.
*back to 3020*
Reina P.O.V
“Yey reina emang yang terbaik~” Ucap Pennelope sambil menyantap parfaitnya. “Dasar, maunya yang gratis aja. Hm…” kataku sambil memonyongkan mulut. “Iya dong, mumpung gratis~” kata Pennelope sambil menyantap parfaitnya. “semua orang gitu kali yaa~” kataku dengan nada rendah.
“yaiyalah, eh kamu sedih ya rei??” kata Pennelope. “nga ah wkwkwk” kataku sambil tertawa kecil. “Ah~ jangan acting kamu rei~ yaudah nih kusuapin parfait ku~” ucap Pennelope sambil menyendokkan parfaitnya. “EH nga woi jangan salah paham, lagian masa pake sendok punya lu?” kataku dengan ekspresi kaget.
“Ih~ sahabat lu sendiri juga~ nih aaaa…!” katanya sambil menyendoki parfaitnya. “Ih nell lu makan aja sendiri
heh~!” kataku sambil menghindari sendoknya. “yaudahh~ aku yang makan!~ mmmm~ enak banget” ucapnya sambil memegang pipinya. “dasar bocil ahahahah” ucapku sambil tertawa. “Ih jahat” kata Pennelope sambil memonyongkan bibirnya.
‘sringgg…..’ suara seperti gelombang computer menyerang kepala ku. “ARGH SAKIT!” rasanya seperti ada yang masuk dan menembus otakku. “Reina?! Lu kenapa?” kata Pennelope dengan nada tinggi. “nga aku gpp, tadi kepalaku pusing sekali… ARGH!”
__ADS_1
Dunia serasa berputar, seperti mau mual rasanya. Ah nga aku gaboleh muntah, aku gab- boleh pingsan.
Aku…
“REINA SADARLAH!”
“REINAA..?!”
“TOLONG SIAPAPUN BANTU SAHABATKU!” teriakan Pennelope masih terdengar di kepalaku.
Setelah itu aku merasa lemah, seperti habis ditabrak truk 1 ton. Aku tak mengerti lagi mengapa aku bisa begini, apakah ini akhir hidupku?
Penellope P.O.V
Saat aku hendak menyendok 1 sendok lagi, tiba-tiba Reina dia-
Berteriak dan mulai kehilangan keseimbangan, awalnya aku mengira ini hanya prank tapi-
Tidak- dia benar-benar merasakan kesakitan di dalam kepalanya. Kenapa dia jadi begini?
Seingatku tadi dia tidak apa-apa... Jangan-jangan selama ini dia memendam ini sendirian.
“REINA SADARLAH!” teriak ku dengan panik. Matanya mulai terpejam, keringat dingin melapisi sekujur tubuhnya
“REINAA..?!” Panggilku sekali lagi. Astaga ini gawat-
“TOLONG SIAPAPUN BANTU SAHABATKU!”
-T. B.C (To Be Contunied) To the next chapter
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hi~ Jangan lupa pencet like dan add favorite yaa~
Karena sekecil apapun dukungan kalian sangat membantu author loh >v
Makasih dah baca sampe akhir :D <3
__ADS_1