
...Chapter 10 - A Way to get out from This Situation...
3 R.d Person P.O.V
"Btw gimana cara ngembaliin Reina secara cepat?" ucap Pennelope kembali serius. Muka James terlihat serius, hal ini membuat Pennelope kembali berpikir keras. "Lah kenapa kamu nya jadi tegang James?" Pennelope bertanya dengan muka bingungnya. "untuk mengembalikan ingatan seseorang secara cepat, kita harus mempunya seorang yang serupa dengannya" kata James dangan nada flatnya.
"kok kayak bahasa buku sih, nga ngerti~" ucap Pennelope sambil memonyongkan bibirnya. James menatap Pennelope dengan tajam, dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "kenapa heh?" ucap Pennelope. Hal ini membuat Pennelope kembali berpikir keras, dan ia menyadari apa yang dimaksud James.
"Maksud mu kita harus mencari orang berkekuatan super?" ucap Pennelope dengan nada kecilnya.
James mengangukan kepalanya, Pennelope terdiam dan bertanya "dimana kita bisa temukan orang semacam itu?"
"apakah aku bisa menjadi seperti itu?" tanya Pennelope lagi. "orang yang mempunyai kekuatan sihir seperti itu adalah orang yang spesial sama seperti Reina, yang keluar sekitar 1 abad sekali" ucap James dengan serius.
"hah~ capek deh kenapa aku jadi terbawa hal-hal berbau supranatural si" kata Pennelope sambil memonyongkan bibir dan mengacak ngacak rambutnya. "jadi apakah kau mau mencobanya atau tidak?" tanya James dengan serius.
"hey, aku rasa kita hanya perlu menunggu. aku malas rasanya mencari yang seperti itu" ucap Pennelope sambil berhenti mengacak-ngacak rambutnya. "hah... dasar cewe, kadang membuatku tak mengerti" ucap James sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"makanya jadi cewe dong" celetuk Pennelope tiba-tiba. James terlihat diam, dan beberapa saat kemudian ia mulai tertawa.
Reina P.O.V
*Selasa 2 Maret 3020 (06:15 Am)
"Sebenarnya ada masalah apa membuat mu sampai seperti ini rei?" tanya Pennelope dengan muka bingungnya.
"Rumit sih nel, aku ga tau kamu bakal ngerti atau nga" ucapku sambil menggaruk mukaku dengan jari telunjukku dengan pelan. "Kalau begitu ceritakan saja, daripada kau memendamnya sendiri" ucap Pennelope dengan serius kepadaku. "apakah kau serius?" ucapku lagi.
Pennelope memegang kelima jari tangan kananku, sambil berkata bahwa ia tak keberatan sama sekali.
Selagi masih ada 45 menit sebelum masuk kelas, kami pergi ke rooftop. Awalnya aku juga bingung harus bercerita darimana, karena itu aku bercerita semampuku. Tapi aku merasakan hal yang sangat penting yang aku lupa ceritakan kepadanya.
Entahlah.... Aku rasa aku tak perlu menceritakannya...
"Hey, Reina... aku rasa kau menceritakan hal yang sulit dimengerti, Tapi aku percaya kamu... Jika kau merasakan hal yang sama jangan ragu untuk cerita padaku" ucap Pennelope sambil tersenyum. "Jadi kau percaya padaku tentang apa yang terjadi?" ucapku kepada Pennelope dengan hati-hati. Pennelope mengganguk dengan pelan dan ia mulai tersenyum manis di depanku.
Aku yang terharu sampai tak kuat menahan air mata, aku meneteskan air mata. Melihat itu Pennelope langsung memelukku. "Rei, jangan terlalu kaku ya... lain kali cerita saja padaku apa yang terjadi" ucap Pennelope sambil memelukku. Aku membalaskan pelukan Pennelope.
... Hangat
.
..
... Benar- benar hangat.
Tak lama kemudian, bel masuk kelas mulai berbunyi. Aku rasa ini sudah lebih baik, ternyata Pennelope benar...
Jika dikeluarkan sedikit demi sedikit, maka rasa kekhawatiran akan sedikit mengurang. Mungkin kejadian hari ini terasa sama seperti kemarin, tapi aku tak begtu memedulikannya... Karena aku tahu Pennelope pasti ada di sampingku.
__ADS_1
Ya, aku percaya besok ada hari baru yang menungguku...
3 R.d Person P.O.V
*1 April 3030 (09:00 Am)
Setelah Pennelope dan James selesai berbicara, Pennelope kembali melakukan kerjaannya yaitu mengawasi tabung reaktor di siang hari. Sedangkan James beristirahat untuk kembali berjaga-jaga di malam hari.
Pennelope P.O.V
'Kau tahu rei? semua yang ada disini jadi berantakan setelah kamu tiada'
'Mulai dari Keluargamu, Kekasihmu, dan Aku...'
'Cepatlah kembali Rei, sebelum perasaanku kepada kekasihmu semakin membesar'
'Karna aku tak mau semuanya jadi makin berantakan setelah kamu tiada'
'Sungguh aku juga masih merasa menyesal pada diriku'
'Karna hari itu, mengapa mengapa dan MENGAPA AKU HARUS MEMBIARKANMU MATI SEMENGENASKAN ITU'
'seandainya saja, aku bisa memutar balik waktu...'
'se-sebentar, mengapa aku tidak belajar sihir? pasti ada yang seperti itu kan? jika aku kalah dalam bakat sihir tak seperti reina, maka aku harus kalahkan dari jumlah usaha'
'iya juga mengapa aku tak berpikir seperti itu?'
Pennelope mengambil buku harian Reina dari tasnya, lalu dia mulai membuka halaman demi halaman. 'aku percaya pasti Reina menaruh sedikit catatan penting di bukunya, dia selalu menuliskan hal yang penting di bukunya'
.
..
...
Di lembar kedua dari halaman akhir, aku menemukan hal dimana membuatku menangis. Seperti Reina sendirilah yang sedang berbicara padaku.
Walaupun kata-katanya sangat panjang dan hanya bertuliskan "I'm Proud". Malahan kata-katanya membuatku menangis dan kembali menangis.
...
..
.
.
.
" I’m proud of you for waking up. I’m proud of you for brushing your hair. I’m proud of you for blinking. I’m proud of you for breathing. I’m proud of you for making your bed. I’m proud of you for eating. I’m proud of you for TRYING to eat. I’m proud of you for drinking water. I’m proud of you for being here. I’m proud of you for being you. I’m proud of you for smiling.
__ADS_1
.
..
...
I’m proud of you for continuing on even when things are difficult for you. I’m proud of you for standing up.
I’m proud of you for blinking. I’m proud of you for getting out of bed after spending the whole day in bed.
I’m proud of you for brushing your teeth. I’m proud of you for standing up.
.
..
... I’m proud of you for sitting down. I’m proud of you for defending yourself. I’m proud of you for believing in yourself. I’m proud of you for simply trying.
IM PROUD OF YOU.
Please...
Promise to me, Okay?
whatever happens, never give up, I know it is hard. Like really hard. But it's okay. It's okay to feel sad, feel empty, feel lonely. Just don't stay that way..."
Tampaknya halaman ini ... Ia tulis secara sengaja, tapi apakah benar?
'Eh sebentar mengapa dia tulis '3050' di ujung halaman?'
'Rei, sebenarnya apa yang kau pikirkan?'
'Apa ini semacam kode sandi yang iseng kau buat?'
Pasti ada penjelasan, aku langsung membuka halaman lainnya. "Eh? ini kan mantra?" ucap Pennelope dengan matanya yang terbelalak. 'sudah kuduga, kau akan menulis hal penting disini... Reina'
.
..
...
*'This is what all your need... my Best Friend' *quotes yang sering diucapkan oleh Reina ini dituliskan di bagian bawah Halaman.
Pennelope melihatnya dan segera menutup buku itu. Air mata mulai menetes mengenai pipinya, dan Pennelope mulai menangis.
-T. B.C (To Be Contunied) To the next chapter
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hi~ Jangan lupa pencet like dan add favorite yaa~
__ADS_1
Karena sekecil apapun dukungan kalian sangat membantu author loh >v
Makasih dah baca sampe akhir :D <3