'Intuisi Waktu'

'Intuisi Waktu'
Chapter 07 - Cracked Memories (2)


__ADS_3


...Chapter 07 - Cracked memories (2)...


3 R.d Person P.O.V


*Selasa, 31 Maret 3030 (20:10 PM)*


"mau ke lab? kenapa ga bilang ke papah?" ucap Ayah Pennelope (Herc Maive). "Eh? papah ga marah?" ucap Pennelope dengan mata terbelalak. "nga kok, lain kali kamu ngomong aja ke Papah" ucap Ayah Pennelope sambil mengelus rambut Pennelope yang tak lain dalah anak kandungnya sendiri. "Okhey pah~! Makasih dah kasih izin~" ucap Pennelope dengan senyum lebarnya yang ia sering perlihatkan kepada sahabatnya yang sudah tiada yaitu Reina.


Setelah itu Pennelope mulai berpamitan kepada Ayah dan Ibunya, lalu ia pergi menaiki mobil yang biasa ia bawa dengan hati yang tenang.


'Entah mengapa rasanya aku ingin jujur dan tidak dimarahi seperti ini'


"Pah, anak kita udah besar yaa..."ucap Ibu Pennelope (Raisa Grass Maive) "iyaa, waktu berjalan dengan cepat ya mah... dan epertinya di Lab ada kepentingan yang sangat ia butuhkan, karena itu aku mengizinkannya" ucap Ayah Pennelope dengan senyum kecilnya. "ahahah iya" ucap Ibu Pennelope.


Pennelope P.O.V


*dengan Pennelope...*


(Curhatan Hati Pennelope)


'Kau Tahu Reina? Kaulah yang menjadi bintang pertama-ku saat hubunganku dengan Papah dan Mamah belum seharmonis ini'


'Kau yang sederhana, membuatku semakin ingin mengetahuimu lebih lagi'


'Tetapi kenapa kau tiba-tiba pergi tanpa mengatakan kata-kata terakhir?'


*Pennelope Flashback (Tahun 3014)*


Saat itu, aku Pennelope Maive merupakan salah satu anak yang masuk rangking 3 besar di angkatanku


Tentu saja aku adalah anak yang mempunyai banyak teman, tetapi apa kau tahu isi hati seseorang? sebagai manusia tentunya aku tak tahu, bahwa mereka semua adalah fake yang hanya mengingini kepintaranku saja.


Tak hanya Di Sekolah, Di Rumah keluargaku sangatlah kaku dan mempunyai ekspetasi tinggi terhadapku.


Suatu hari, kau datang ke sekolahku sebagai murid baru. Kau cantik dan sangat sederhana, dan kau hanya berteman dengan beberapa orang.


Aku yang sangat penasaran denganmu, ingin sekali berteman denganmu. "Hai kamu Reina kan? salken aku Pennelope~" ucap Pennelope sambil tersenyum lebar. "eh? iya aku Reina, kamu Pennelope yaa? Salken"


Begitulah ceritanya aku dekat denganmu, tentu saja ternyata tebakan ku ini benar. Reina adalah orang yang sederhana, cantik, baik, hampir semua yang dilakukannya ialah kerendahan hatinya.


Sampai suatu hari, saat kami masih kelas 5...


"Rei, mau ikut aku nga?" ucap salah satu anak perempuan, tingkah anak itu begitu mencurigakan. Postur tubuh yang percaya diri sambil memasang muka yang pura pura merendah. "Eh? ok sebentar yaa" Reina mulai sangat mencurigakan, ia mengambil ponselnya dan memberikan ponselnya kepadaku.

__ADS_1


"Aku deluan ya Nel, ntar ku kesini lagi~" ucap Pennelope sambil memasang muka yang pura-pura tersenyum.


Aku mulai bingung, lalu mulai membuka hp Reina. Ternyata ia menyuruhku mengikutinya, aku mengetahuinya karena ia sudah menyiapkan  perekam suara. 'Kau selalu saja berpikir 2x lipat lebih cepat dariku'


*End of Pennelope flashback *


Pennelope mulai meneteskan air mata, dan mulai melihat casing ponselnya yang berwarna coklat itu.


Casing ponsel Reina dan Pennelope merupakan casing couple, Pennelope berwarna coklat sedangkan Reina berwarna abu-abu.



Hal itu membuatnya kembali menangis sambil menyetir. Kehilangan sahabat memang membuatnya menjadi seperti bayi, menangis, menangis dan terus menangis. 'Seandainya Reduction kemarin berhasil, Aku... mungkin tak akan sesedih ini' Aku ini sangat egois, mengapa orang sebaik kamu harus datang kepada ku. Seandainya saja waktu itu aku pergi bersamanya, mungkin kecelakaan itu tak akan terjadi.


Reina P.O.V


*Back To 3020


Selasa, 2 Maret 3020 (21:00 PM)


*Dibawah alam sadar reina


"Loh? ini dimana?"


"ini kan tempat yang sama seperti waktu itu"


"BERHENTI! siapa kamu? kenapa kamu terus muncul di mimpiku? mengapa aku selalu merasa mual aTau pusing setiap kali melihatmu?!" seruku sambil memasang muka yang pucat pasi.


Perempuan itu mulai membuka mulutnya, tetapi aku tak bisa mendengar suaranya dengan jelas. Tiba-tiba tubuhku membeku, tak bisa melakukan apa-apa. Ia menggengam tanganku dengan lembut, membawaku ke tempat yang familiar.


...


..


.


Tempat itu seperti danau dengan ditanami pohon pohon yang rindang disana. Udara yang sejuk, sampai aku melupakan apa yang terjadi, dia memelukku. Dan dia merubah dirinya sendiri menjadi orang lain yang mukanya tampak familiar. Sebentar...


Muka yang sangat familiar iyu membuatku berpikir keras...


Siapa ? sepertinya aku sangat mengenalnya... Sepertinya aku mengenal, wajahnya.


Tapi siapa?


"Pennelope?" ucapku dengan tiba-tiba sambil meneteskan air mata. Tampaknya Pennelope disini, dia sudah tumbuh dewasa dengan sangat cantik.

__ADS_1


Sring-! Secara tiba-tiba memori asing muncul kepadaku.


"REI BANGUN REI JANGAN TINGGALIN AKU PLIS"


"kamu udah baik kok segini buat aku"


"wah kamu jadinya jadian sama james?" "selamat yaa"


"siapa yang berani-beraninya gituin temen aku grt."


"heh enak aja kamu nginjek buku temen aku"


Dari potongan-potongan memori tersebut, aku hanya bisa mendengar sebagian dari kata-kata nya.


Kepalaku semakin pusing, perutku mual memori memori aneh mulai masuk kedalamku. Tiba-tiba Pennelope dewasa berubah lagi menjadi perempuan cantik yang aku sering temukan di mimpi.


Dia memelukku, dan tiba-tiba kepalaku kembali tenang. Aku terbangun, tetapi aku tidak bisa mengingat apa yang terjadi barusan. Lagi-lagi aku merasakan rasa sakit yang luar biasa pada tubuhku, seperti yang aku bilang tubuhku rasanya seperti tertabrak truk 1 ton. "ergh, sakit banget... sebentar ku liat hpku dulu. jam berapa sih?" ucapku sambil merentangkan tangan mengambil hpku.


Aku membuka ponsel, langsung terkejut dengan hpku yang masih menunjukan di waktu yang sama.


"Lah jam 3, 2 Maret 3020?!  apa sebenernya hp ku yang rusak yaa...?" ucapku dengan muka pucat pasi. "ini kenapa bisa gini sih" dengan panik, aku langsung membuka chat ku dengan pennelope.


'ini kan chat hari lusa (senin), wah ada yang nga beres nih'


'jelas-jelas kemaren adalah hari selasa'


'kenapa hpku bisa mendadak rusak kayak gini?!'


Seperti kejadian kemarin, tubuhku setelah beberapa saat mulai membaik. Aku tak memutuskan untuk berolahraga, tetapi memutuskan untuk mencuci muka dan memproses apa yang terjadi... Sebenarnya, apa yang terjadi?!


Penellope P.O.V


*Selasa, 31 Maret 3030 (20:37 PM)


Terdengar suara kaki yang berlari, suara nafas yang berngos-ngosan. Pennelope menelpon james dengan memegang ponsel di tangan kiri mendekatkannya ke telinga. "Pennelope kau sudah sampai?" ucap James dengan nada dinginnya. "iya aku sudah sampai, tapi kau dimana? aku cari di lab ga ada"


"temui aku di lantai 3 dengan cepat, sudah ya aku matikan dulu" ucap James. "iya" ucap Pennelope mematikan ponselnya. Pennelope berlari menuju lift, pintu lift terbuka... Ia mulai menekan tombol lift untuk pergi ke lantai 3. Jantungnya berdegup kencang karena ia takut akan apa yang terjadi.


-T. B.C (To Be Contunied) To the next chapter


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Hi~ Jangan lupa pencet like dan add favorite yaa~


Karena sekecil apapun dukungan kalian sangat membantu author loh >v

__ADS_1


Makasih dah baca sampe akhir :D <3


__ADS_2