'Intuisi Waktu'

'Intuisi Waktu'
Chapter 04 - Continued to the next step


__ADS_3


...Chapter 04 - Continued to the next step...


Reina P.O.V


"yaudah ayo kita ke kelas, lu udah bisa jalan kan rei ?" tanya Pennelope padaku. "Bisa kok nel, tenang aja" ucapku sambil membereskan keadaan kasur uks. Kakiku masih kesemutan, karena itu aku berkata kepada Pennelope untuk menungguku sebentar. Aku dengan refleks memegang kedua kakiku yang sedang diluruskan. Awalnya tampak seperti ilusi, aku melihat cahaya terang yang menusuk kaki ku.


"aw!"


"Rei? lu kenapa lagi??" tanya Pennelope panik. "eh? loh kok kakiku nga kesemutan lagi?" ucapku sambil bernada bingung "lu lagi halu aja kali, klo dah ga kesemutan ayo ke kelas" kata Pennelope sambil memonyongkan bibir.


"iyain aja dah, yaudah ayo" jawabku sambil tersenyum kecil.


Yaaa aku merasa, bahwa cahaya yang tadi kulihat hanyalah halusinasi. Sebenarnya aku pun tak tahu, bahwa sebenarnya itu adalah sihir yang berasal dari diriku sendiri. Sekolah berjalan dengan baik, dari pagi sampai pulang sekolah. walaupun sebenarnya tadi ada kejadian yang aneh menimpaku. Aku juga tak tahu itu apa. Saat tadi kepalaku sakit aku juga merasakan bahwa ada panggilan yang menggema di kepalaku. Tidak hanya satu, tapi banyak. Karena itu aku langsung pingsan saat istirahat.


Dan hal yang sama saat aku merasakan halusinasi cahaya, setelah aku bangun dan merasakan bahwa kakiku kesemutan. Apakah tadi hanya ilusi? Tetapi mengapa terasa seperti nyata? Mungkin aku hanya kekurangan tidur.


Aku butuh untuk mengistirahatkan diriku.


Malamnya setelah aku belajar untuk besok, aku tak mempertanyakan lagi soal tadi siang. karena kebiasaanku adalah melupakan hal yang tidak penting.



"Rei" panggilan yang tak asing ini terus menggema di kepalaku. Angin yang ada di sekitar sini sangat sejuk, temperaturnya juga ok~ Tampaknya aku sedang berlibur di suatu tempat.



eh loh? siapa wanita cantik itu? Cantik sekali, tapi dia tampak sangat familiar... Perempuan itu tersenyum, dan mendekati ku. "Kau reina mary dari tahun 3020 kan? " Ucap wanita cantik itu di depan ku.



"aku..."



\*\*\*


Selasa, 2 Maret 3020


tak terasa aku sudah membuka mata, dan keluar dari mimpiku. 'sepertinya tadi ada yang penting di mimpi, tapi apa ya?' tanyaku dalam hati. "jam berapa ya?" Tanyaku sambil melihat jam weker. "wah rekor jam 3 gais" ucapku dengan nada berbisik. Aku melakukan rutinitas pagiku, biasanya aku olahraga dulu sih kalau semisal bangun kepagian.



Setelah aku olahraga lari keliling komplek, aku pulang secepatnya. lalu mulai dari mandi, skincare, dan mencatok rambut aku menyelesaikan semuanya dalam 1 jam. "sepertinya mamih belum bangun..." ucapku sambil melihat jam ponsel, jam menunjukan jam 05.00 pagi. "yaudah 10 menit lagi aku ke bawah" ucapku lagi.



aku membuka ponselku untuk menjawab sns dari pennelope. ya walaupun aku telat jawab 8 jam xixi.



\*\*\*


Year 3030



**James P.O.V**


"bagaimana perkembangannya?"



"semuanya berjalan dengan baik pak di hari ke 2, bahkan tak ada \*warning issues\* " ucap emma.



'semuanya berjalan dengan baik sesuai dengan perkiraan ku'



"baik, nanti ikuti aba-abaku saat membuka segel nanti siang..." ucap James sambil tersenyum tipis. "nanti siang pak? bukannya terlalu cepat?" tanya salah satu staff. "jika bukan nanti siang, bisa-bisa dia meninggalkan ku lagi seperti waktu itu" ucap James.



**Emma P.O.V**


"Baik pak..." ucap emma.



'ternyata beliau sampai melakukan ini untuk melihat kekasihnya kembali'

__ADS_1



**James P.O.V**


Flashback\*



berawal dari saling melihat, lalu berkenalan?



lalu jatuh cinta dalam pandangan pertama? tentu saja tidak, aku tidak jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya. mau tahu bagaimana aku bisa jatuh cinta dengan dia? jawabannya simpel.



berawal dari hal-hal kecil yang mungkin bagi kalian tak terlalu berarti.



\*pertengahan semester 2 kelas 11\*



\-Rooftop sekolah-



"Hah... \*\*\*\*\* " batin James.



"kenapa gw harus dituntut sempurna hah? gw kan manusia bukan boneka lu \*\*\* " tanpa sadar James mengeluarkan semua bebannya dengan berteriak.



Tiba tiba ada langkah kaki yang mendekatinya.



"Heh. ini bukan tempat buat lu teriak" seorang perempuan yang entah darimana, berbicara di belakang james.




Perempuan itu adalah reina anak kelas sebelah.



"lu urusin aja tuh penyakit lu yang ga jelas itu!" seru James dengan muka kesal.



"gw g punya penyakit tuh, lagian waktu itu kebetulan aja aku pingsan gitu. dan untungnya nga terjadi apa-apa tuh" ucap perempuan itu sambil memasang senyum meremehkan.



"yodah sana gw ga ada waktu buat ngurusin elo" ucap James sambil memasang wajah sinis. James melewati reina dengan muka dinginnya.



Tanpa disangka, dia melakukan sesuatu yang tak terduga. ia melepas sepatunya dan melempar ke kepala James.



"Heh?! APA-APAAN LU?!" Teriakku dangan nada setinggi-tinggi nya.



"GW LAMA-LAMA SEBEL YA LIAT LO, lo klo misalnya pinter yang pasti lu bisa ngendaliin diri elo lah?! ini sekolah \*\*\*, bukan ring tinju!"



Kata-katanya itu membuatku tersadar dan membuatku merasa marah. Saat itu juga, tanpa sadar aku tak henti memperhatikannya.



Pertemuan pertama kami memang tak begitu menyenangkan. Tetapi siapa sangka kalau kita berjodoh?



End of flashback\*

__ADS_1



'tetapi apakah benar kata-kata orang?'



'bahwa cinta pertama itu tak akan bisa didapat?'



'jika tidak, kumohon cepatlah kembali... Reina'



**3 R.d Person P.O.V**


\*tring, ponsel James berbunyi.



"Halo?" kata James setelah mengangkat telepon.



"udah lama ga ketemu ya? james~" ucap wanita dalam telepon.



Yang tak lain adalah Clarissa Adams. Anak keluarga 'Adams' keluarga ternama di Quackland tingkat 1.



'Blackwood' juga  Keluarga Ternama di Quackland. Tapi sayangnya 'Blackwood' breada di bawah keluarga 'Adams' satu tingkat. Jadi, 'Blackwood' menempati tingkat ke 2.



Bagaimana dengan keluarga 'Waltz' ?



Di tahun 3025 - 3029, keluarga 'Waltz' menempati tingkat 1, tetapi setelah Putri keluarga 'Waltz' meninggal dunia.


Tingkat Keluarga 'Waltz' menurun drastis sampai ke tingkat 50. "bukannya kemarin lusa kita baru ketemu?" jawab James dengan nada dingin. "Kan, lusa James... ayolah jangan jual mahal~ lagian kamu ngapain sih di lab terus?"



"apa sih. bukan urusan lu y, bye" Ucap James dengan nada dingin lalu menetup telepon.



"ihh~ sebel! kok dimatiin, huh~" Ucap Clarissa setelah telepon mati. "kenapa dek? si Blackwood nolak lu lagi?" ucap pria tampan yang menghampirinya. "ini loh kak, si james ga peka" jawab clarissa sambil memonyongkan bibirnya.


"ohhh~ mau ditabok sama abang nga dek?" kata pria itu yang tak lain adalah kakaknya Clarissa, yaitu Troy Adams.



"Eh~ jangan bang, ntar matoy" kata Clarissa sambil tertawa. "lah gpp kan biar nyusul si cewenya" kata troy sambil memasang senyum licik.



"he~ justru aku ilangin cewenya biar cowonya buat aku bang~" Ucap Clarissa lagi.



"yaudah deh, terserah adek~" kata Troy, sambil beranjak lagi ke kamar.



'kira-kira dia ngapain di lab ya? pengen aku susulin deh~'



\-**T. B.C (To Be Contunied) To the next chapter**


\----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Hi~ Jangan lupa pencet like dan add favorite yaa~


Karena sekecil apapun dukungan kalian sangat membantu author loh \>v


Makasih dah baca sampe akhir :D <3

__ADS_1


__ADS_2