'Intuisi Waktu'

'Intuisi Waktu'
Chapter 17 - Someone Special


__ADS_3

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


...Chapter 17 - Someone Special...


Everly P.O.V. (Before all the situation begins)


Aku yang bangun pagi, seperti biasa untuk menyiapkan sarapan. Tiba-tiba menemukan keadaan aneh, tumben di depan ribut?


*tok tok tok tok* *ting tong* aku mendengar suara ketukan pintu dan bel yang terus menerus dibunyikan dari luar.


"Iyaa~ sebentar~" seruku. Setelah aku membuka pintu aku menemukan Pak Rt dengan seorang perawat? "hei, ibu everly? apakah anakmu yang semata wayang itu namanya Reina?" ucap Pak Rt terburu-buru. "Iya benar, kenapa ya?" tanyaku bingung. Entah mengapa firasatku buruk, "maaf ibu sebelumnya, kami menemukan anak anda datang ke klinik kami lalu..." Perawat itu  memberhentikan kata-katanya. Mataku terbelalak kaget, karena tidak percaya. "HAah? Klinik? klinik mana? bukannya dia ada di dalam?" Seruku kaget dengan nada sedikit meninggi.


"ehm, anu benar kan namanya Reina ?" tanya perawat itu hati-hati. "Tunggu sebentar ya" ucapku terburu-buru. Aku berlari ke dalam rumah "REINAAA!" aku menaiki tangga dengan buru-buru. "Apa sih mah? kok berisikk?" ucap Lucas yang langsung berburu-buru keluar kamar. "ITU PAH, REINA!" aku langsung mengetuk pintu kamar Reina, dan karena panik aku langsung membuka pintunya.


"Apa sih Reina- Reina? eh?" Lucas terhenti dan mengerti maksudku. Aku langsung kehilangan keseimbangan, dan jatuh kebawah dengan posisi seperti berlutut. Air mataku mulai terjatuh, apa yang dilakukannya di klinik?


"mah- ini katanya dia ke klinik?" ucap Lucas dengan nada sedikit meninggi. "Berarti?" aku langsung turun ke bawah dan menanyakan ke perawat itu. "SUSTER! ANAK SAYA KENAPA DIA?" Pak Rt melihatku dengan mata yang terbelalak kaget. "itu anu, dia dibawa ke IGD karena kondisinya yang kritis"  aku langsung menggengam tangan perawat itu dengan kedua tanganku dan meletakkannya di dada. "IGD rumah sakit mana suster?" lalu perawat itu melihatku dengan iba. Aku melepaskan tangannya dan menghapus air mataku. "Dia ada di R.S. Hydra, sekarang ia sedang diberi pertolongan pertama" jelasnya dengan hati-hati. "Baiklah, sihlakan Pak Rt dan suster masuk dulu saya akan langsung kesana setelah bersiap" ucapku dengan buru-buru. "Tidak saya tidak usah- saya akan pulang ke rumah" ucap Pak Rt. "Eh? baiklah pak... hati-hati ya" ucapku sambil tersenyum ramah. Pak Rt membalas nya dengan senyuman lalu pergi. Lalu aku mempersihlakan perawat itu masuk dan aku menutup pintu, "Mah kenapa Reina?" aku memberikan kode kepada lucas bahwa aku ingin mengganti baju.


"eh Baiklah" balas lucas dengan muka tidak tenangnya.


Lucas P.O.V.


Aku yang terbangun karena suara bel dan suara teriakan everly pun langsung bangun dari tempat tidurku. lalu setelah aku berdoa dan keluar kamar tidur, aku mendapatkan keadaan dimana Everly menangis lalu menaiki tangga dengan terburu-buru.


"Apa sih mah? kok berisikk?" ucapku yang langsung berburu-buru keluar kamar. "ITU PAH, REINA!" hah Reina? kenapa dia? Everly langsung mengetuk pintu kamar Reina, dan karena panik dia langsung membuka pintunya.

__ADS_1


Benar-benar, aku tak mengerti


"Apa sih Reina- Reina? eh?" aku terhenti dan mengerti apa yang everly maksud. aku langsung masuk kamar Reina dan melihat kedalamnya benar-benar kosong.


eh? ini catatan darinya? dia mau ke klinik untuk check up? apa maksudnya? "mah- ini katanya dia ke klinik?" ucapku sambil melihat everly yang terjatuh dibawah dengan posisi berlutut. Dia langsung menuruni anak tangga, yang membuatku juga panik. Namun aku berusaha untuk memahami apa yang terjadi di situasi ini, lalu aku melihat ke bawah.


Baiklah, aku mengerti. lalu aku pun langsung turun menemui everly yang mempersihlakan perawat klinik masuk ke dalam rumah. "Mah kenapa Reina?" lalu dia memberi kode agar aku langsung menanyakannya ke perawat itu.


"eh Baiklah" jawabku dengan tegas. Aku mendatangi perawat itu dan menanyakan apa yang terjadi.


Perawat Klinik P.O.V.


Apakah ini rumahnya? benar-benar seperti orang yang berkecukupan. Namun kenapa anak itu kabur dari rumahnya dan langsung ke klinik sendiri?


Tapi hasil pemeriksaannya benar-benar gawat, jadi aku harus bisa menjelaskannya dengan baik kepada kedua orang tuanya.


Setelah mereka menjelaskan apa yang terjadi tadi pagi, aku mulai tertawa kecil dengan kepanikan mereka. Mereka menatapku dengan penuh arti lalu aku membalasnya dengan senyumanku.


"yaudah Rei, mah... aku pergi keluar buat beli makanan ya..." ucap papahku sambil melihat jam. "Kalau begitu aku temani Reina disini" ucap Everly. "Eh kenapa ga ikut papah?" tanyaku sambil mengangkat alis. "ntar kalau ada apa-apa mamah ga tau loh" ucap mamahku dengan nada tegasnya. hiiyy ngeri, baru aja tadi dihibur sekarang otw diomelin. "ok deh" ucapku sambil menggangukan kepala tanda mengerti.


Papahku menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan kami, lalu pergi dan menutup pintu ruangan.


Ugh- canggung. "Mamah, tadi nyuruh papahmu untuk mengambil izin sakit di sekolah" ucap mamahku yang memulai pembicaraan. "eh iya kah? makasih mah" jawabku dengan senyum tipis. "hei- papahmu sudah pergi tadi, apakah ada yang ingin kamu bicarakan Reina?" tanya mamahku. hm- memang ya dia sangat peka...


"Tidak mah, aku tidak ingin membicarakan apa-apa" ucapku dengan senyum kecilku. Lalu mamahku mengganguk dengan muka sedikit kecewa.

__ADS_1


**Pennelope P.O.V. **


Aku yang menunggu di depan sekolah, menunggu Reina yang tidak datang-datang, gawat. 10 menit lagi gerbang sekolah akan ditutup, dan pelajaran akan segera dimulai. Tidak biasanya dia seperti ini-


Awas aja ya kalau dia cari alasan- eh tapi, dia kan baru sembuh dari kejadian kemaren? apa jangan-jangan dia ga masuk?


Aku mulai membuka ponselku dan menanyakan keadaannya. Sampai aku ngespam chat di room chatku bersamanya, namun 5 menit kemudian kunjung tak ada jawaban. lalu aku mengetik pesanku, bahwa aku akan masuk kelas deluan. dan mengancamnya agar tidak telat masuk kelas, namun tepat tebakanku...


Dia mengambil izin sakit, aku mengetahuinya dari wali kelasku yang tadi memberitahukannya di kelas. lalu aku melihat keluar jendela, aku mendapati bapak Reina di depan gerbang menghampiri mobilnya.


"Reina- jangan bilang kau mengalami gejala yang serius?" gumamku.


**1 April 3030 (10.00 A.M.) **


James P.O.V.


"tuan James, lihat ini! tadi nyonya berhasil melewati fase reductionnya namun- tiba-tiba jantungnya melemah" ucap Emma sedikit merendah. "hah? apa maksudmu?"  seruku dengan nada sedikit meninggi. "ia berhasil namun sepertinya ada kendala lain di masa lalu" jawab Emma dengan nada tegas.


"Semuanya pasang CPR! tekankan keadaan tabung!" Teriakku kepada semua orang membuat mereka langsung kelabakan mencari CPR. Gawat- ini benar-benar gawat- jika dia begini terus maka ini sih sama aja bohong!


-T. B.C (To Be Contunied) To the next chapter


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Hi~ Jangan lupa pencet like dan add favorite yaa~

__ADS_1


Karena sekecil apapun dukungan kalian sangat membantu author loh !


Makasih dah baca sampe akhir :D <3


__ADS_2