'Intuisi Waktu'

'Intuisi Waktu'
Chapter 08 - Dissapointment


__ADS_3


...Chapter 8 - Dissapointment...


3 R.d Person P.O.V


Selasa, 31 Maret 3030 (20:38 PM)


*tok tok tok (terdengar suara ketukan pintu di ruangan James)


"Masuk aja" ucap James dari ruangannya. "James?" Pennelope masuk ruangan, dan kaget melihat ruangannya berantakan. "Reductionnya bukan salah dari kamu ataupun dari alat, tapi reduction itu ternyata butuh waktu..." ucapnya sambil memegangi kepalanya.


"Terus? apa ini berhubungan dengan tubuhnya di masa lalu?" ucap Pennelope dengan wajahnya yang pucat pasi.


"iya, tubuhnya berpikir bahwa ia ingin kembali ke masa dia membangkitkan kekuatannya" ucap James dengan wajahnya yang banyak pikiran. "dari kemarin kau bilang kekuatan, kekuatan aja terus... kekuatan apa sih yang Reina pendam? kenapa kalian berdua selalu saja membuatku panik?!" ucap Pennelope sambil kembali menangis.


James diam dan diam, dia mengambil sebuah buku yang rapih. bertuliskan tentang catatan yang ia tulis. "Disini kau akan menemukan banyak jawabannya, itu buat mu orang tua Reina menitipkannya pada ku... hanya aku belum sempat memberikannya" ucap James setelah mengambil catatan itu di lacinya.


"Reina menuliskan 2 yaitu disini dan di buku 1 lagi untuk ku." ucap James dengan mukanya yang merasa bersalah.


"Aku harap kau bisa cepat kembali seperti biasanya Pennelope" kata James lagi sambil merasa bersalah.


"Hey, kau sudah lebih berusaha daripadaku... karena itu kau tak usah minta maaf, aku akan membantumu untuk mengembalikan Reina sehabis aku membaca dan mengerti semua isi buku ini" kata Pennelope sambil tersenyum kecil, jika dilihat senyuman Pennelope itu sangat cantik dan mengandung banyak makna. Tapi siapa sangka di balik senyuman itu dia merasa sakit karena kehilangan temannya.


"Maaf, apa kau mau menginap? aku masih mempunyai satu ruang tidur yang lain dia sebelah ruangan ku... ini sudah terlalu malam." ucap James dengan nada suara seperti biasanya. "Pft, suara mu klo ngomong biasa ama minta maaf sama aja ya nadanya" Pennelope tertawa kecil. "Ya begitulah, apakah kau mau atau tidak?" ucap James dengan muka flatnya.


"Tidak, aku ingin pulang ke rumah saja. aku ingin mengurung diri dulu..." ucap Pennelope dengan nada rendah.


"eh? ngurung diri?" ucap James dengan nada kebingungan "dasar cowo ga peka dah, dah ah aku mo pulang bai" Pennelope langsung membalikkan badannya menuju pintu keluar ruangan.


"Thank u buat tawarannya" ucap Pennelope dengan senyum meremehkannya. "hah... dasar cewek, membuat aku kadang nga mengerti" ucap James sambil menghela nafas.


Reina P.O.V


*back to 3020


Selasa, 2 Maret 3020 (03:05)


"Hadeuh gimana ngomongnya yaa" ucapku sambil mengacak ngacak rambutnya. "ku tanya Pennelope aja dulu deh, siapa tau emang error hp ku hm" gumamku lagi. Aku mulai bingung, banyak pertanyaan mulai menghantuiku, apakah hari ini juga mimpi? Atau mungkin ini hanyalah mimpi?


Aku tak mengerti, mengapa hari ini adalah hari selasa. Bukankah seharusnya ini hari Rabu?

__ADS_1


.... Apa yang sebenarnya terjadi .? Apakah yang kemarin aku kira De Ja Vu itu bukan mimpi?


Tidak, ini tidak bisa begini... Aku harus memastikannya, kalau tidak bisa gawat. Setelah itu aku langsung membereskan diriku, mengganti baju training untuk olahraga.



Setelah aku memakai baju training, aku langsung keluar untuk berolahraga dan memastikannya ke orang-orang.


"Permisi bu, hari ini hari apa ya?" tanyaku kesalah satu ibu-ibu yang belanja di pasar. "selasa dek" kata ibu itu dengan tenang. "tanggal 2 maret ya bu? bukannya sekarang udah tanggal 3 hari rabu?" tanyaku lagi dengan panik.


"iya dek sekarang tanggal 2, dasar si adek pagi-pagi udah linglung ajaa... kalau hari rabu kan besok dek" katanya sambil tertawa kecil dan mengernyitkan dahinya.


"oh~ begitu yaa bu, Trimakasih..." ucapku dengan nada kecil.


'Hari ini sangatlah Aneh, BENAR BENAR ANEH!'


'MENGAPA SEMUA ORANG MENGIRA BAHWA HARI INI ADALAH HARI SELASA?'


'seharusnya mereka mengakui bahwa hari ini adalah hari selasa, tpi- mengapa?'


'kalau begitu- kita akan lebih memastikannya'


Beberapa saat kemudian, aku mencari namun tak aku dapatkan apa-apa... Semua keadaan sangatlah sama persis seperti kemarin. Hal ini membuat ku berpikir, apakah benar hari ini hari selasa? Atau memang aku yang aneh?


Karena itu aku memutuskan untuk berhenti. Aku tak mengerti lagi, mengapa semuanya bisa begini? Aku bergegas pulang ke rumah setelah berolahraga. Aku mulai mandi, mencatok rambut, dan membereskan hal-hal yang perlu aku bereskan. Sambil berpikir keras, tentang yang terjadi hari ini.


Karena aku masih bingung dan tidak percaya apa yang terjadi, aku juga tak malu untuk bertanya kepada Pennelope soal ini. Dan benar saja Pennelope tidak menjawab nya dengan kata-kata yang tidak sesuai seperti yang aku harapkan. Dia seolah-olah tak mengerti dan tak peduli soal hari ini.


Seperti...


Hanya aku yang merasakannya...


.


..


...


Malahan, Pennelope lebih mementingkan keadaanku daripada soal hari-hari ini. Pennelope yang sekarang seolah-olah dia tidak merasakan hari yang aku jalani kemarin. Yang dia ketahui adalah soal hari kemarin lusa, yaitu hari Senin. Hari dimana aku pusing dan pingsan. Ngomong-ngomong soal pingsan, apakah waktu itu di saat aku pingsan di jalan...


Apakah itu benar-benar nyata atau hanya mimpi? Pemikiran ini membuatku gila, tak mengerti lagi apa yang harus ku lakukan. Rasanya seperti ingin berteriak dan menangis, karena keadaan hari-hari ini yang sangat tidak jelas.

__ADS_1


BUKANKAH SEKARANG HARI RABU?


.


..


...


.... Bukankah hari senin, adalah kemarin lusa? ORANG-ORANG DISINI SANGATLAH GILA!


Apakah aku kena prank atau semacamnya? Me-me-me...ngapa?! Mereka semua mengatakan bahwa hari ini adalah hari selasa?


Mamah...


Pah...


Papah, juga...


Semuanya sama persis, seperti kemarin..


Mamah dan Papah apakah kalian tidak peduli? Mamah juga memintaku membantunya membuat telur dadar...


Bukankah ini terlalu sama? Saat aku menanyakan permasalahanku, mengapa kamu tampak sangat tenang mah?


Mah, plis ingatlah soal hari-hari kemarin yang membuatku bingung.


Semuanya sia-sia, sepertinya hanya aku yang merasakannya... Bahkan dialah yang panik melihatku...


Heh, Mengapa mereka semua tidak sadar di saat seperti ini? Hal ini membuatku berpikir 5 kali lebih cepat, apakah benar ini hari selasa? Hal ini juga membuatku penasaran, aku pun memutuskan untuk diam lagi dan memendamnya.


Mamah dan Papah ku berusaha bertanya mengapa aku terlihat aneh hari ini... Tetapi aku, berusaha untuk memendamnya dan menjalani hari seperti biasa. Seandainya mereka tahu... Aku tak akan sekecewa ini...


Apakah ini adalah permulaan bahwa aku akan meninggalkan dunia ini? Tidak, tidak masih banyak yang aku ingin lakukan di dunia ini...


Karena itu semoga saja masalah ini cepat selesai...


-T. B.C (To Be Contunied) To the next chapter


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Hi~ Jangan lupa pencet like dan add favorite yaa~

__ADS_1


Karena sekecil apapun dukungan kalian sangat membantu author loh >v


Makasih dah baca sampe akhir :D <3


__ADS_2