'Intuisi Waktu'

'Intuisi Waktu'
Chapter 06 - Cracked memories


__ADS_3


...Chapter 06 - Cracked memories...


Reina P.O.V


Ah... sepertinya aku akan pingsan di jalan.


.


..


...


Loh ini dimana? Bukannya ini tempat yang sama seperti mimpi kemarin?


...


Loh? cewe itu lagi? Tetapi tampaknya perempuan itu mulaiĀ  mendekatiku.


Hah? kok badanku terasa panas?


...


Perempuan itu mulai tersenyum dan mulai membuka mulutnya untuk berbicara.


Tetapi mengapa aku tidak mendengarkan suaranya? Telingaku mulai mendengung, kepalaku mulai pusing. Malahan perutku juga ikutan sakit akibat ini.


...


Mataku mulai menutup, sosok wanita itu pun hilang lenyap seperti waktu terakhir.


...


Apakah ini hanya mimpi?


.


..


...


Selasa, 2 Maret 3020


*Hosh hosh*


Loh, ini di kasur ku? Siapa yang memindahkan ku disini?


*kepalaku juga sudah baik-baik saja* yasudahlah ayo bangun rei. 'Aw!' badanku seperti habis ditabrak truk 1 ton\, karena itu aku memutuskan untuk tiduran lagi. "ini kenapa ya? apa jangan-jangan karena kemaren aku pingsan di jalan?" gumamku sambil bingung. oh iya hp ku?

__ADS_1


Aku langsung merentangkan tanganku untuk mengambil ponselku. Namun ada yang aneh saat aku mulai membuka lock screen hpku. eh?! selasa? bukannya sekarang hari rabu? kemarin kan hari selasa?!


'sepertinya ada yang nga beres'


Tepatnya kemarin aku ngeles bersama pennelope, itu adalah hari selasa... Apa itu hanya mimpi? Tetapi itu terlalu nyata untuk dikatakan sebagai mimpi... Apa ini benar hari selasa? sekarang jam pada ponsel pun menunjukan bahwa sekarang adalah jam 3. Yasudah lah aku paksakan bangun saja deh, ya ga mungkin aja kan waktu keulang-ulang di hari yang sama? Itu mah cuma film ahahahah, ngapain sih pikirin hal yang begitu rei?


Setelah itu aku langsung bangun mengganti baju olahraga, ya karena kebetulan aku bangun jam 3.


'mimpi yang aneh membuatku seperti merasakan hari selasa'


3 R.d Person P.O.V


*Selasa, 31 Maret 3030 (20:00 PM)


"Pak! gawat, nona reina melewati satu fase reduction" ucap salah satu staff dengan panik. "Hah? apa maksudnya dia melewati 1 fase reduction?" kata James langsung merampas data yang ada di tangan salah satu staff.


"em, itu pak... karena keadaan dirinya di masa lalu tidak stabil"


James, mengacak ngacak rambutnya. Dengan panik, ia langsung menelepon Pennelope dengan wajah pucat pasi.


setelah Pennelope mengangkat teleponnya


"halo?"


"Hey, jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi tadi siang!" kata James dengan suara dinginnya. "apaan sih?" ucap Pennelope dalam telepon "KOK BISA DIA LEWATIN FASE REDUCTION?!" Teriak James.


*Reduction = masa pengembalian ingatan.


"kesini sekarang..!" ucap James dengan suara dinginnya. "i-iya ak-u, eh dimatiin dasar" ucap Pennelope sambil melihat ponselnya.


Pennelope bergegas mengganti bajunya, tanpa berdandan dan mencatok rambutnya. Dia langsung pergi menuju garasi untuk mengambil mobilnya.


"Kamu mau kemana?" Suara khas yang berwibawa terdengar sampai telinga Pennelope, pemilik suara ini adalah ayahnya Pennelope. "A-ku mau ke Lab" ucap Pennelope dengan matanya yang sembab.


Reina P.O.V


*balik ke tahun 3020


"Aneh, kenapa semua kejadiannya mirip dengan mimpiku ya?" Gumamku sambil berlari.


Setelah aku olahraga lari keliling komplek, aku pulang secepatnya. lalu mulai dari mandi, skincare, dan mencatok rambut aku menyelesaikan semuanya dalam 1 jam. Aneh, aneh dan aneh, kenapa semuanya terasa sangat familiar.


"sepertinya mamih belum bangun..." ucapku sambil melihat jam ponsel, jam menunjukan jam 05.00 pagi.


"yaudah 10 menit lagi aku ke bawah" ucapku lagi.


Seperti dalam mimpi, aku membuka ponselku untuk menjawab sns dari pennelope sebelum aku turun ke bawah.


Aku mengira ini hanya De Ja Vu, karena itu aku merasa biasa saja dengan ini. Setelah menjawab pesan Pennelope, aku langsung turun ke bawah untuk mengecek. "Rei...? tumben banget bangun jam segini" ucap everly yang tak lain adalah ibuku.

__ADS_1


"iyaa dong mah~ kan reina tadi bangunnya kepagian" kataku sambil menyentuh rambutku dengan pelan, dan tersenyum kecil. "yaudah kebetulan, bantuin mamah dadar telor" kata mamahku kembali fokus kepada makanan yang ia siapkan. 'ini sih benar-benar persis seperti mimpiku'


"oghey mah" kataku sambil mengangkat jempol dan tersenyum lebar. Aku berjalan menuju wastafel dan mencuci tanganku dengan bersih, setelah mencuci tangan juga mengeringkannya aku langsung membantu mamah memasak.


Setelah kami memasak sambil ngobrol dan menyiapkan makanan, tentunya aku dan keluargaku makan bersama di meja makan. Tetapi aku benar-benar heran, karena semua yang aku lakukan hari ini benar-benar persis seperti yang ada di mimpi. Seberes makan, aku bersiap bersama papahku untuk pergi.


Aku pergi bersama papahku ke sekolah naik mobil yang dikendarai olehnya.


Keadaan jalan lancar seperti di mimpi, obrolan kami pun sama persis seperti yang ada di mimpi. Entah mengapa, aku merasa sudah tahu semua yang akan diucapkan oleh papahku. Karena itu, ini membuatku berpikir dua kali. "Apakah ini mimpi atau bukan?"


"Iyaa Rei? Kenapa? papah ga denger?" ucap papah sambil menyetir. "nga pah~ Rei tadi bergumam..." ucapku sambil mengelus ngelus rambut.


Sesampai di sekolah, aku langsung menemui Pennelope. "Mana si Pennelope, keknya belum datang..." gumamku. Aneh kenapa ini mirip banget sama mimpiku. "huh?" aku melihat sekilas seorang pria yang jalan menuju kelasnya. Tepat persis seperti mimpiku, dia sempat melewati jalan ini dengan angkuhnya.


"BEB, MAAP TELAT" Pennelope berlari dari ujung koridor, sambil tergesa-gesa.


"yaelah, lu yang ngajak dateng deluan... lu yang telat" ucapku dengan muka flat. "ih tadi ada cogan kak" kata Pennelope dengan mukanya yang sok imut. "jiji ih wkwkwkwk" kataku sambil tertawa kecil. "ih kamu mah, eh biasanya ya di drakor-drakor gitu... orang yang kayak lu jodohnya tuh kek CEO2 gitu" ucap Pennelope sambil nyengir. "dasar fangirl, drakor aja kerjaannya" ucapku sambil tertawa. "au ahh ga seru" katanya sambil memonyongkan bibir. "Nel, lu tau cowo waktu itu yang tinggi-tinggi?" kataku sambil memasang muka flat.


"yang mana?" katanya sambil bertanya-tanya. Karena Pennelope orangnya peka dia langsung melihat sekeliling.


"Ohhhhh, James? ecieee" ucapnya sambil menggunakan teknik comblangnya. "hm sok tutup mulut dulu wkwk, klo ga gw tinggal ya bye" ucapku sambil memasang muka flat. "ih g lucu,, ato hm... salting ya? eaaaa" kata Pennelope sambil nyengir. "Suka kan?" ucap Pennelope dengan muka nyebelin nya.


"lu temen ato apa si wkwkwk" ucapku sambil tertawa kecil. "Ya kan siapa tau, ada keajaiban UwU. Cewe cantik Vs Cowo Dingin" Katanya sambil tertawa. Aku tak mengerti mengapa perkataan yang diucapkan oleh Pennelope begitu familiar. Mungkin mimpi kemarin itu benar-benar berpengaruh terhadapku.


"yaudah lu aja lah jadi pemerannya, sekalian tuh ajak pa satpam" aku kembali mengejeknya sambil tertawa.


"udah ah kamu merusak halu ku hiks" katanya sambil memasang muka sok imut. "ok babai, temen siapa gw ga tau byeee" kata ku sambil iseng meninggalkan Pennelope.


Kami melanjutkan pembicaraan kami, mulai dari candaan, gosip, dll.


Aneh, mengapa semua pelajaran dalam mimpi mirip? "Ya, nomor 1 ada yang mau jawab?" Aku yakin ini adalah soal yang sama seperti mimpiku, di mimpiku resya lah yang menjawabnya dengan benar.


Mari kita lihat, apakah mimpiku benar-benar terjadi?


"Saya mau coba Pak" ucap salah satu anak teladan yang tak lain adalah Resya. Anehnya, semua kejadian terjadi sama persis seperti di mimpiku. Aku juga tak mau merubah kejadian yang terjadi, karena memang itu kan yang sebenarnya terjadi?


Dan seperti dalam mimpiku aku selalu merasakan firasat buruk, tapi aku membiarkannya.


Tapi mengapa hari ini aku tidak pingsan seperti di


dalam mimpi? Yaaa, namanya juga mimpi ga mungkin semuanya terjadi begitu saja.


Setelah hari ini selesai, aku langsung membaringkan tubuhku di ranjang. aku


merasa hari ini sangatlah baik.


-T. B.C (To Be Contunied) To the next chapter


Hi~ Jangan lupa pencet like dan add favorite yaa~

__ADS_1


Karena sekecil apapun dukungan kalian sangat membantu author loh >v


Makasih dah baca sampe akhir :D <3


__ADS_2