'Intuisi Waktu'

'Intuisi Waktu'
Chapter 20 - Obsession


__ADS_3

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


...Chapter 20 - Obsession...


3 R.d. Person P.O.V.


"iya, waktu itu kita ga jadi makan disana... karena kejadian Reina" ucap James dangan nada merrendah. "iya, itu maksudku... tapi, bukankah nanti bisa ketawan kalau kita sedang mencoba menghidupkan Reina?" tanya Pennelope, karena kata-kata Pennelope. James memikirkan kembali hal tersebut. "iya, sepertinya perkataanmu benar. kita tidak bisa meremehkannya, karna... ya dia termasuk keluarga Adams" ucap James dengan wajah Flatnya. "iya, bagaimana kalau kita makan di restoran langgananku?" tanya Pennelope.


"Baiklah, mau kemana?" tanya James dengan tegas. "Vennezuelae!" seru Pennelope dengan mata berbinar-binar, "tch, bocil" ucap James sambil tertawa kecil. Hal ini membuat Pennelope sedikit kesal, karena dirinya disebut bocil.


"Btw, nama restorannya hampir sama dengan namamu" sambung James sambil asik menyetir. "Iya, kebetulan aja kali itu namanya" jawab Pennelope sambil mengangkat kedua bahunya. James menggangukkan kepalanya tanda setuju.


Clarissa P.O.V.


Hari ini benar-benar ideal deh~ Tentunya aku berrencana untuk mengorek semua yang terjadi dengan james, dengan begitu aku dapat mengancamnya untuk menikah denganku jika dia melakukan suatu hal yang aneh.


Ha~ gimana ya nanti setelah kita menikah? punya 2 anak? Rumah yang indah, kehidupan yang mewah... Karena menggabungkan harta? Astaga aku benar-benar tidak sabar~


Karena hari ini hari specialku, aku harus memakai shampoo keberuntunganku. Tapi aku belum apa-apa sudah membayangkan adegan kamar mandi. Duak!


"Nona? kau tak apa?" teriak Bodyguardku dari luar. "Iyaa~ aku tak apa~" teriakku di dalam kamar mandi. Aku memasuki bathtub yang penuh busa, hm~ suhunya pas nih hehe~ "ANMAA! APAKAH KAU BISA PANGGILKAN RUNA?" teriakku kepada bodyguard pribadiku yang ada di depan kamar mandi sedang berjaga-jaga tentunya.


Kenalkan dia Anma Prasetya\, Bodyguard pribadiku pastinya cowok lah yaa. *tok tok tok*

__ADS_1


"runa kan?" tanyaku sambil berbalik. "iya nona, boleh masuk?" ucap runa dari luar pintu toilet. "iya masuk ajaa" teriakku sedikit keras. Dan dia Runa, Pelayan pribadiku. Kalau di cerita-cerita dia bisa dibilang dayang hehe~


Ada-ada aja aku tuh, gimana kalian iri kan dengan kehidupan mewahku? memang ya, posisi no.1 ini lebih cocok di tanganku. semuanya jadi serba gampang, aku ini lebih 'worth it' daripada pemegang kekuasaan sebelumnya. Anak baik hati yang bodoh~ tentu saja itu berbeda denganku yang cantik, pintar, perfect, dan tidak bodoh.


"Nona, kau mau peddicure?" tanya Runa dengan ramah. Aku mengganguk tanda setuju, aku memberikan tanganku kepada Runa dan ia mulai melayaniku sepenuhnya.


Setelah mandi, aku langsung memasuki kamar memakai jubah mandi. Memanggil stylist ku untuk memilih baju kencan, dan memanggil make up artist.


Aku meminta satu pelayan untuk mengambilkanku jus, namun saat ia datang membawa jus. dia terjatuh, lalu apa yang terjadi?


"Ha~ menyebalkan sekali~" ucapku sambil membuang nafas dengan kasar. Stylist, dan make up artist melihat ke arahnya. Dan terbelalak melihatku, "Anma! pecat orang ini, orang ini kurang kompeten!" Teriakku kepada Anma yang ada di luar kamarku. "Nona, kumohon jangan pecat aku! aku sudash berusaha melayanimu, bahkan setia kepadamu! maafkan aku, aku benar-benar bersalah! aku ta-ta-tadi merasa pusing dan tak sengaja aku-" aku berdiri dan mencengkram rahangnya. "Berisik! pusing dan terjatuh? ha~ kamu ini menjengkelkan sekali!" aku melihat matanya yang menangis dan berusaha berteriak minta tolong. "kamu ini menarik" ucapku sambil memberi smirk. aku membantingnya kebawah, brak! "aw~ sepertinya tulangmu itu patah~ sana pergi" ucapku sambil tertawa. "n-no-nona?" ucapnya sambil meneteskan air mata. "Nona kejam! aku akan memberitahu ini ke pihak berwajib!" Serunya.


Semua yang ada disini mulai menatapku tajam, kecuali Anma dan pelayan pribadiku. Aku memberikan smirk sekali lagi, menutup mata pelayan itu dan merremukan memorinya. "Hey, kalau mau lapor sihlakan saja~ ku~ ja- min~ kau tak akan mengingatnya~" ucapku sambil tertawa. "seret dia anma!" pelayan itu tampak kosong otaknya dan diseret oleh anma. "wah-wah~ aku melupakan 2 tikus disini~" ucapku sambil melirik make up artist dan stylistku. Mereka terkejut dan mulai membuka mulutnya "kau jahat sekali aku tak akan melayanimu!" ucap sang stylist. "iya aku sudah menelpon polisi!" ucap sang make up artist.


hm~ mereka ini lucu sekali~ "Runa! hentikan si make up artist ini!" iris mata runa berubah menjadi merah, menjadi sangat kuat dan memberhentikan aksi si make up artist. Sang stylist kabur, namun anma menahannya. "AHAHAHAHAH KALIAN INI GILA!" teriakku dengan nada sedikit meninggi. "Hei-hei~ sekarang dengarkan aku" aku menghentakkan kaki 4 kali, "Layani aku, setelah perintahku selesai kalian akan melupakan semua yang terjadi" ucapku sambil men-smirk. mereka berdua terjatuh ke tanah, dengan pose menyembahku "Baik, nona!" ucap mereka berdua dengan kompak.


"hm~ bagus deh hehe~" ucapku dengan nada senang. Setelah aku berrias, aku langsung membawa Anma. ya kan aku harus membawa bodyguard~ Ya kan? kalau aku seorang 'Adams' diculik, gimana? maka dari itu aku butuh bodyguard.


oh iya mengenai tadi, bisa dibilang aku adalah anak yang spesial~ coba tebak apa yang aku lakukan tadi? bukankah, itu sangat keren dan menegangkan? AHAHAH ini sih biasa aja~


ekhem, ok kita serius. aku tentunya Clarissa Adams anak kesayangan dari Dewa bisa disebut Tuhan? ya mungkin... Dia bukan Tuhanku tapi dia pelayanku, buktinya saja dia memberikan kekuatan spesial ini kepadaku.


Tapi ugh- tentu saja kekuatan ini membutuhkan bayaran yaitu darah dan fisikku. Sial- seharusnya aku tadi meminta Runa untuk mengambil darah dari si make up artist dan si stylist itu.

__ADS_1


Terpaksa deh kita harus menyuruh Anma mengambil darah siapapun itu, kecuali keluarga Adams~ karna aku masih membutuhkan mereka. Kalau begitu~ ayo kita telefon dulu si James Sayangku~


Lah dia matiin teleponnya? hah- dasar.


"Nona ini darahnya sudah di masukkan ke dalam gelas" ucap Anma dengan tegas. "Trimakasih anma, oh iya berikan hp mu aku ingin memasang pelacak si sayang ku~" ucapku dengan senyum tipis.


"Baik Nona, ini" Anma memberikan ponselnya kepadaku, aku memasang pelacak James di ponsel Bodyguardku lalu membuka Google maps "ikuti lokasinya ya" ucapku dengan tegas,


"Baik nona" jawab Anma. haha-! emang ya dunia ini menyenangkan sekali~ oh iya, aku harus lanjut menghubungi James~


Dia ini, benar-benar mencurigakan sekali~ "Nona, apa kau yakin kita ke lokasi yang benar?" tanya anma. "hah? iya kenapa?" tanyaku bingung. "ini tidak mengarah ke lab, tapi ini menunjukkan bahwa kita harus pergi ke EDC Group" ucap anma sambil menyetir. EDC Group adalah perusahaan milik James, mungkin saja dia tidak pergi ke lab hari ini


"biarkan saja, kalau begitu antarkan aku ke EDC Group" ucapku dengan nada sedikit meninggi. "baik nona" jawab Anma dengan tegas. aku melanjutkan chattinganku dengan James, awalnya dia membalas pesanku. Tapi, kenapa dia tidak membalas lagi? Hm, sepertinya dia sudah menyerah. karena aku terlalu cantik~ hihi~


-T. B.C (To Be Contunied) To the next chapter


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Hi~ Jangan lupa pencet like dan add favorite yaa~


Karena sekecil apapun dukungan kalian sangat membantu author loh !


Makasih dah baca sampe akhir :D <3

__ADS_1


__ADS_2