
desebuah desa yg terlihat berantakan kini telah berubah mejadi pemandangan yg memanjakaan mata di depan2 rumah kini dihiasi berbagai tanaman dan dipinggir2 jalan setapak diubah sedemikian rupa begitu pun pinggir sungai semuanya terlihat indah tangga berliuk2 yg digunakan semuanya dirancang sedemikian rupa
di halaman rumah kepala desa di sinilah tempat semuanya berkumpul tuk melepaskan sang dewa terutama dewi harapan mereka yg sudah merubah sebuah desa yg mengenaskan kini setelah ia pinjaki berubah menjadi pemandangan yg begitu memanjakan mata semua warga disana terutama muda mudi anak2 semuanya sangat berat melepaskan sang dewa dewi harapan dan pengikutnya
apakah dewi akan pergi selamanya (kata seorang anak laki2 itu)
sang ratu hanya bisa tersenyum sambil mensejajarkan tingi tubuh sang anak itu lalu berkata
jangan bersedih nanti wajah nya jadi jelek ,jeje akan pergi namun jeje akan berjanji setelah semua cita2 jeje tercapai jeje akan datang membawa sebuah berita mungkin dikatakan hadiah untuk generasi penerus desa ini sambil tersenyum dan memeluk dengan kasih sayang lalu semuanya berpamitan sampai jumpa lagi
kapergiannya meninggalkan kesedihn tapi ada rasa bahagia karna mereka akan bisa bertemu lagi dimasa depan semuanya melambaikan tangan sambil berkata
kami selalu menantimu gerbang desa ini selalu terbuka lebar untuk menantimu
perjalan penuh dengan canda tawa saling menjahili satu sama lain taq ada rasa canggung lagi bagai keluarga yg harmonis
setelah sekian panjang perjalanan yg mereka tempuh kini mereka suda berada di depan gerbang kokoh dengn penjaga yg begitu ketat ketika sang peja melihat sang jendral ia pun membungkuk hormat
__ADS_1
semua rakyat antusias menyambut kepulangan sang jendral bersama rombonganya ada yg penasaran dgn gadis yg bersama sang jendral
sesampai di depan gerbang istana mereka disambut dengan meriah pesta pun di gelar
sang ratu tidak ingin memasuki istana hingga sang jendral membawanya ke diamannya yg cukup jauh dari istana semua penghuni kediaman itu menyambutnya dgn antusias terutama kedua orang tua sang jendral
sang jendral pun mengumpul kan para dayang dan pengawalnya untuk memperlakukan sang pujaan sebagai tuannya
perhatian semuanya ini calon permainsuriku maka dari itu perlakukan lah sebagai mana kalian semua memperlakukan ku
baik tuan
disi lain
kedua orang tuanya hanya geleng2 kepala melihat apa yg dilakukan putra sematawayangnya
sang ratu cuma bisa melongo dengn apa yg iadengar sampai sampai taq menyadari sang jendral memanggilnya
__ADS_1
lin'er kata sang jendral
setelah beberapa kali di panggil ia barusadar
ha ia pun tersenyum kikuk
lalu bertanya
apakah aku taq salah dengar
kamu taq salah dengar ya memang itu kenyataannya saya taq bisa berlama2 memendamnya
ha aku taq tau berapa lama rasa itu muncul tapi aku selalu menepisnya hingga aku di perintah kan sang raja membuang mu tapi aku tidak bisa melakukanya bukan karna aku kasihn saja tetpi aku merasa sakit tatkala meliht mu bagai tubuh tampa jiwa lalu aku memerintah kan bawahanku tuk membangun kan senuah pondok tempat merawat mu dan membawa sebagian pelayan ibu untuk merawat mu dan kedua orang tuaku pun mengingatkan ku untuk membungkam pengawal da pelayan begitupun pengawal bayangan yg selalu memantau keadaanmu dan tabib yg mengobatimu aku suruh pengawalku untuk menculiknya dan membukam mulutnya
dan disanalah aku baru sadar sepenuhnya dgn perasaanku
apakah lin'er bersedia bersanding dngn ku
__ADS_1