
sekip
semuanya pun membangun tenda tempat mereka semua bermalam karna mereka tidak bisa melanjutkan perjalanannya
semuanya membagi tugas ada yg meburu adayang mengumpulkan ranting kayu dll
tapi tidak dgn sepasang kekasih ini sang ratu pun berjaln2 dgn sang jendral sambil mencari rempah2 untuk dibuat bumbu
mereka semua pun kembali membawa apa yg mera kumpulkan sang ratu pun mulai mengambil alih tugas sang jendral tuk merintah ia pun mulai memerintah kan masing masing pekerjaan sang jendral pun taq luput diperintah tapi taq seorang pun yg berani membantah karna dikalau sang ratu sudah serius maka ia akan mengeluarkan kewibawaan yg agung nan anggun mengimidasi kewibawaan sang jendralpun kalah telak dengnnya jikalau ia sedang serius
semuanya mulai mengerjakan apa yg di perintah kannya begitupun sang ratu ia turut serta mengolah bumbu2ygia dapatkan bersama dayang2
__ADS_1
setlah semuanya dioles dgn bumbu2 itu merekapun mulai membakar
bau harum yg begitu menggugah selera tercium kemana2 tong pun berbunyi minta jatah semuanya hanya bisa saling katawa
mereka semua makan bersama dgn diiringi canda tawa dipinggir hutan yg semula sunyi menyeramkn kini rame dihiasi dgn suara canda tawa karna sang ratu memerintahkan mereka semua tidak saling merendahka karna sang ratu berkata
kita semua hanya mahluk yg sama cuma kedudukn yg berbeda2 tapi kita terlahir dengn tujuan yg sama maka dari itu tidak ada yg boleh saling menghina dan menjatukan walapun orang itu tidak punya kelebihn dan kekurangan itulah kelebihnnya saandainya kita semua berada dipuncak siapa yg akan kita bimbing terjadilah tidak seimbang karna semuanya terlahir berpasang2 maka dari itu bagaimana cara kita menghadapi situasi
itulah kata sang ratu
setelah mereka semua beristirahat di tenda masing 2 cuma sabg ratu blm bisa tertidur iapu keluar menikmati suasana dipinggir hutan ia pun mengeluarkan karpet bulunya bersama sebuah seruling lalu iapun memainkannya dgn penuh penghayatan bagai alunan melodi pengantar tidur taq seorang pun taq terlena tampa sadar mereka tertidur dgn bergelinang air mata
__ADS_1
hutan yg sunyi kini dihiasi dgn suara alunan serling yg diiringi semilir angin yg membawanya ke berbagai penjuru sang burung kecil yg punya kerlap kerlip itupun berbondong2 menerangi hutan yg sunyi
semua yg ada diberbagai penjuru penasaran siapaka gerangan yg mampu menghipnotis suasana sunyi malm ini taq seorang pun yg mampu berpaling dengn alunan seruling itu begitupun sang para raja kaisar dan pangeran semua rakyat tertidur nyenyak semua dayang2 dan para pengawal ikut tertidur
sang jendral pun keluar
ia begitu terkejut melihat seorang gadis yg sedang memainkan seruling dengn lihai
jendral bagaikan melihat sang dewi yg sedang duduk dengan rambut yg tergerai indah yg dikelilingi mahkota bekelap kelip yg menghiasinya mata yg tertutup yg dihiasi bulumata panjang nan lentik ,alis yg melengkung bagai bulan sabit ,bibir yg merah muda alami ,hidung kecil yg mancung pas2 jari tang yg lentik bagai kulit bawang merah dgn seruling yg indah nan cantik yg dihiasi permata yg menjadi mainan ganggangnya sungguh pemandangan yg sangt sempurna ialah sana dewi seruling (sang ratu)yg mampu memporak perandukkan seisi penjuru dan alam ,
alam bagaikan menyatu dgn alunan seruling itu
__ADS_1
sang ratu pun mengakhiri mainan serulingnya berasama langkah sang jendral yg memeluknya dari belakang ya karna semuanya kembali pd wujud aslinya hingga sang jendral mengenalinya mereka berduapun terlelapdibawah pohoh beralaskan karpet bulu yg hangat begitupun selimut hingga mereka berdua masuk kealam mimpi dgn sang jendral yg tertidur sambil duduk dan memeluk sang pujaan
sungguh pemandangn yg sangat langka namun indah bagai lukisan ygdisengaja dipahat