
seblm sang ratu duduk, di kursi kesayangannya, tiba2 ia mendengar salah satu permpuan, yg dgn angkuhnya ,mencaci maki sang ratu.
perempuan angkuh:hai2 jangan kau duduk, disitu, karena kau tak layak untuk mendudukinya.
sang ratu yg mendengarnya ,hanya acuh tak acuh.
hingga sang perempuan angkuh itu, membentaknya ,dan berkata kasar pdnya.
pr angkuh:ho ho kamu !!!!!!
jangan soksokan disini,kamu wanita ****** tak tau diri ,sudah buruk rupa lagi
(kata sang pr angkuh itu)
gege jeje, dan tamu lain yg sudah mengetahuinya, ia kasihan, dgn pr angkuh itu.
tapi gege jeje yg lainnya, ingin sekali menyeret wanita itu keluar ,krena mereka tak terima, adek kesayangnya di bentak ,dan di caci maki, oleh wanita itu.
seandainya sang adek ,membiarkanya ,mungkin, sudah selesai deramanya .
sang ratu ,yg menjadi kqmbing hitam ,disini, hanya memandang, wanita itu dgn malas, sambil mengelus2 ,dagunya, yg ditutupi oleh cadar, ia bagaikan mengelus jenggotnya yg panjang.
wanita angkuh: kamu!!!!!
sang ratu yg sudah bosan dan perutnya sudah mintak di isi akhirnya angkat bicara untuk menghakhirinya
sang ratu:hem ,memangnya kenapa? kalau saya duduk, di tempat yg searusnya saya duduk, ha! kamu keberatan, silakan kamu duduk disana, aku tak keberatan kok, tapi keluargamu harus ikhlas tanggung resikonya.(sambil menaik turunkan alisnya dgn wajah malasnya).
wanita angkuh:hoho mengapa tidak ini sebetulnya tempat saya kamu ****** harus mengalah!!!
setelah selesai perdebatan yg mendongkolkan itu dan bisik2 akhirnya selesai juga
dgn wajah malas sang ratu menutup mata dan melapalkan mantra
tiba2 cahaya dtng yg menyilaukan mata setelah cahaya itu merdup tarpampanglah singga sana dengan kilauan permata dan mutiara yg begitu megah
__ADS_1
sang ratu:hoho indahnya tempat duduk ku hilang satu terganti yg baru
diapun duduk anggun bak dewi yg sedang berdis kusi dgn bawahnnya
dgn meja yg berlapis mas, dan permata ,ia pun menjentikkan jarinya, berpindahlah makana yg searusnya .
dengan acuh tak acuh iapun makan dengan hikmat .
semua yg ada disana hanya bisa melongo ada yg takjub ada yg iri lain sebagainya
tapi ada satu orang yg geleng2 kepala bagaimana tidak singgasana itu adalah singgasana sang dewa langit mungkin kalau sang ratu mau singgah sana sang pohonik pun dia bisa ia pindahkan
setelah semuanya selesai perjamuan semuanya keluar untuk melihat suasana
wanita angkuh, yg mengambil tempat duduk, sang ratu, kini ia berhalusinasi ,bagai orang gila, ia menggigo ,dengan tak jelas, dan mimisan, tampa sebab ,akhirnya semua orang tau, resikonya, dan mereka bergidik ngeri.
membayangkan dirinya.
sia:sungguh mengerikan
sib:ia aku tak menyangka
yg jadi bhan gosip hanya acuh tak acuh dgn santai ia tidur dgn tenangnya diatas singgah sana itu
akhirnya ruangan itu pun sepi tinggal sang ratu saja
dengan wajah bosan iapun memainkan serulingnya untuk menenangkan gundahan hati
sambil memejam kan mata ia pun memainkannya
dgn penuh penghayatan
terdengarlah suara melodi itu hingga kesegala penjuru
dengan irama yg menterjemahkan suara hati yg gundah
__ADS_1
setet embun
jatuh dari dedaunan
membasahi kekeringan
semula tanah itu kering
tampa secuail pun tanaman
kini diatas tanah kering itu
merambat tanaman hijau
dan mengeluarkan bunganya
setiap alunan genderawang
aku berdendang
dgn langkah indah
aku menari
diiringi setiap
sejuknya mentari pagi
rumput2 ilang bergoyang
hembusan angin menerpa
awan putih bercahaya
lampu2 berpendar
__ADS_1
inikah rasa hatiku yg hampa
tampa ruang dan waktu