
semua orang yg mendengar suara merdu alunan seruling itu dgn diiringi semilir angin yg memabukkan
tak ada orang yg tak merasa tak jub
hari yg begitu panjang kini nampak senja pun tiba
keindahan senja tertutup dgn gelapnya malam
malam yg gelap kini nampak bercahaya
dgn dtng nya bln yg tersenyum memamerkan keindahannya
bintang2 mengelilingi dijalur porosnya
nampak berdekatan namun berjauhan
sosok mungil yg sedang duduk menyendiri di hamparan rerumput ilalang memandang jauh
dengan tatapan kosong
memori masa lalu yg kian ia usaha untuk tak mengingatnya
kini kembali berputar bagai bintang dan bulan
tak terasa tetesan air itu jatu diatas rerumputan ilalang yg bertebaran
cahaya samar kini terlihat dan bertebarlah bunga2 yg nampak baru mekar mengelilingi sang pemilik setetes air itu
__ADS_1
tampa ia sadari rambut yg hanya tergerai tak beraturan tampa hiasan
kini berubah menjadi rapi dgn setangkai bunga yg melingkar bak mahkota
mungkin seorang yg melihatnya akan syok
tapi tak ada seorang pun yg mengebadikan keindahan itu
tak terasa dingin nya malam yg menusuk membawa sosok itu berlalu kebawah sadar tampa sebab
tubuh tegap ,wajah tampan ,sorot mata yg tajam,alis yg debal bagai pedang ,dgn bibir yg tipis semerah alami yg menggoda,kulit yg putih bersih bagai mahakarya yg sengaja dipahat sedemikian rupa
telah berdiri ditengah mlm yg dingin .
dgn mata yg mengarah ,segala pejuru.
ketika pandangan itu ,jatuh pd objek yg ia cari.
dgn langkah agung ,berwibawa, ia mendekat lalu memeriksa.
senyum yg semula terbentuk, kini redup dan berubah ,menjadi khawatiran yg mendalm.
ia pun mengangkat tubuh mungil itu ,dgn hati2.
ia takut ,tubuh itu akan rapun ,ketika ia memeluknya erat.
setelah ia berjalan ,baru ia menyadari ,keanehan di taman itu.
__ADS_1
iapun mencari, yg membut terasa aneh ,lalu ia memandang rumput ilalang itu, yg semula, tampa bunga ,yg bertebaran, kini setiap tangkainya ,menghasilkan berbagai macam, ragam warna yg indah .
ia pun tersadar ,ketika ia melihat, rambut wanitnya yg ia gendong, telah dihiasi sedemikian rupa ,dgn mahkota ,yg begitu memukau, yg bertenggar dikapalanya.
wajah yg semula sendu, kini terbentuk sedikit senyum ,dan berkata:
tabib tampan:rahasia apa lagi, yg engkau miliki, yg blm ku ketahui ,dan kekuatan siapa lagi, yg akan kau terima, wahai sang gelora jiwa.
ia pun hilang ,bagai tak pernah ada ,di taman itu.
sesampai di dlm kamar ,iapun menaruh tubuh mungil itu ,dgn hati2.
lalu memeriksanya ,dgn telaten ,penuh kasih sayang.
tampan:mungkin dulu kita tak bisa mewujudkan impian kita ,tapi sekarang ,aku berjanji akan mewujudkan nya.
malam yg panjan, kini terganti dengan suasana
pagi yg cerah.
pasangan yg kini, akan mengungkap sumpah, setia hidup dan mati ,kini sedang dihias sedemikian rupa ,senyum yg terus terpancar bagai sang mentari.
dan di tempat lain di ruangan, yag semua penguninya ,sedang sibuk menghias sang junjungan nya ,yg senyumannya tak penah luntur ,diwajah ayunya, terpancar jelas keindahan, yg sengaja dipahat sedemikian rupa, bak bln yg menampakkan keidahanya, digemerlapan malam yg sunyi.
dua sejoli kini berdampingan dan telah sah menjadi suami istri
senyum yg terpancar di kedua mempelai itu dgn di soroti berbagai kamera
__ADS_1
seapalagi kalau bukan keluarganya yg bisa memakai