#Perjuangan Hidup Seorang Ratu Yg Terbuang#

#Perjuangan Hidup Seorang Ratu Yg Terbuang#
opisode 56


__ADS_3

tak terasa sudah, hari berlalu begitu cepat, sang pemimpin, yg sudah lama hilang ,dari kerajaannya ,dgn rapi, tapi kini terungkap, bahwa sang pengusa, tidak ada di sangkar emasnya, tanduk dan taring kini muncul, untuk menonyor, dan menggigit, tuannya.


rumor itu pun, tersebar luas ,keberbagai penjuru .


hingga kerajaan2 tetangga,kesepatan untuk musuh menyerang.


pejabat mulai meresahkan,rakyat semakin melarat,petinggi semakin merajalela.


di tengah2 gubuk ,yg begitu indah,jambatan untuk jalan pintas, terbentang membelah sungai,jalan 2 pun terbentang berbagai arah,sawah ,ladang kini masa untuk di petik,bunga terbentang di sapanjang jalan ,dgn lampu yg berpendar menerangi.


buah dan sayur dan juga biji2 sudah bisa di nikmati,ternak,ikan dan berbagai jenis lainnya sudah bisa di jual .


tapi yg menjadi kesan orang yg datang, mengunjunginya adalah kebersamaan mereka, saling bahu membahu, tampa pamrih,ini lah jarang di temukan di berbagai penjuru.


hingga sang rajanya saja,sampai bertanya2 .


"siapakah pemimpin gubuk ini?"


tapi pertanyaan itu hanya terjawab singkat


"pemimpin kami adalah seorang pr ,"


itu jawaban mereka.


ketika sang raja, ingin bertanya lagi, mereka sudah mendahuluinya, dgn berucap:

__ADS_1


"jangan bertanya lagi ,soal dewi kami ,itu tak akan ,engkau dapatkan, jawabannya, kisana!"


"hah!!!" sambil menghele nafas lelah, sang raja tenggelam ,dlm pikirannya.


ketika sang raja ,tenggelam dlm pemikirannya,


tidak dgn di istana nya ,semuanya terjadi rapat besar2 untuk menindak lanjuti ,pemerintahan di istana.


hingga pengawal peribadi sang raja tak bisa tak melaporkan hal itu pd pemimpinnya yg asli.


sang pengawal pun menghilang, menuju gubuk indah itu.


wush....


tampaklah badan tegap,gagah mempesona ,di hadapan sang junjungan.


(ucap sang pengawal seng dgn membungkuk hormat).


hem...


sang raja tidak terkejut; karena sudah terbiasa, dgn kelakuan anak buahnya.


"gerangan apa sampai kamu datang menemuiku,"


"begini yg mulia ,keadaan istana ,sedang kacau, karena tentang yg mulia; tidak berada di istana, sudah menyebar ,dan terbentuklah, berbagai rumor palsu, yg memicu dgn yg mulia."

__ADS_1


(ucap pengawal seng).


sang raja mendengar hal itu pun, emosi dgn kelakuan orang2 yg serakah itu.


"huh sungguh menjijikkan,kalau begitu mari kita kembali menumpas ,yg berani bermain api, di belakang."


keduanya pun berpamitan, dgn para warga di sana; mereka mengantarkan sang tamu, dan berbagai buah tangan, dari berbagai jenis buah, sampai sayuran, dan bijian ,hingga sang raja, dan pengawalnya, harus memangku, di pundak mereka masing2.


tapi keduanya tak keberatan, malah seneng dgn perlakuan baik warga disana.


keduanya pun kembali, sambil memperhatikan, kehidupan sehari2 rakyatnya.


sang raja begitu sesak ,melihat rakyat yg berada di dekat kota kerajaan, sampai pertengahan kotanya .


setiap apa yg ia lihat ,sekarang ini bagai batu ,yg menghantam dadanya ,kenangan masa lalu terngiang kembali.


kata2 kutukan itu, berputar mengikuti aliran darahnya, hingga ia tak mampu berdiri lagi.


"hu hu hu,maaf kan aku dinda permainsuri ku,aku berjalan di atas, tapi bukan berjalan di tanah ini namun aku berjalan di atas kehampaan ,dgn derita penyesalan."


"dinda permainsuri ku ,jangan kau kutuk rakyat ku ,yg tak bersalah, cukup aku dgn nya, yg kau kutuk ."


"dinda permainsuriku, aku tersadar, bawha kau lah segela2nya bagiku dan rakyat ."


"dinda permainsuriku,apakah tak ada maaf utuk kandamu ini dan rakyat?"

__ADS_1


"'dinda permainsuriku ,apakah tak ada cinta lagi yg tersinggah untuk ku walau secuil saja?"


__ADS_2