#Perjuangan Hidup Seorang Ratu Yg Terbuang#

#Perjuangan Hidup Seorang Ratu Yg Terbuang#
opisode22


__ADS_3

sang jendral begitu terkejut


gege saya sangat merindukan mu


dgn wajah memelas


sang jendral pun merileks kan diri ia pun berkata


sudalah mae2 aku sedang sibuk mengertilah


tapi gege aku sungguh merindukan mu apakah gege taq merindukan ku


apakah karna wanita itu hingga gege berpaling dari ku


apa kelebihnnya wanita itu


cukup mae mae


tidak gege aku dtng jauh jauh untuk menemuimu


tapi apa yg ku terima


hik hik hik dgn raut wajah menyadih kan ia mendongak kan kepalanya dan berkata dgn lirih


sangat menyedih kan


gege apakah gege taq menyayangi ku lagi


sang jendral pun luluh dan merasa bersalah lalu iapun mengusap lembut rambut sang ratu drama


hingga ia melupakan wanitanya


hesaha taq mengabaikan kesempatan itu iapun memeluk sang jendral dgn mesra

__ADS_1


sang ratu yg baru sadar pinsanya yg begitu lama ia lansung di sugukan pemandangan yg membuatnya jengah dan memutar bola mata malas ia pun kembali akan menutup mata tapi ekormatanya melihat sang tabib ingin mengatakan tapi seblm itu ia sudah di beri isyarat agar taq menggangu dua orang itu hingga sang tabib pun pergi dari ruangan itu


sang ratupun kembali menutup mata seakan tak ada yg pernah terjadi di dlm hati sang ratu


sangat jengkel


ia mengumpat sang jendral dlm hati


hah sungguh menggelikan baru segitu sudah luluh apalagi yg lebih dari itu


hati ku taq akan terbuka untuk orang yg lemah


seperti dia walaupun sejung kuku dan berhutang budi


pasti aku bisa memblasnya seperti dia merawat ku


namun hatiku taq ku ikhlaskan untuk dirinya


ku taq ingin terjatuh pd lubng yg sama


dlm hati putri he saha begitu bahagia


dan berkata licik dlm hati


kamu wanita ****** tak akan pernah menang melawanku


sang gege akan jatuh kepelukan ku


haha ha dia begitu bahagia dgn kemenangnya


sang jendral begitu bodoh dgn urusan wanita hingga ia tanpa sadar masuk perangka


dan dijauhi oleh pujaan hatinya

__ADS_1


setlah puas hesaha pun pamit


gege aku pulang dulu nanti ayah mencariku


baiklah si'er hati2 dgn senyum yg begitu tulus sampai hesaha taq terlihat lagi


sang ratu yg menyak sikan itu hanya memutar bola mata malas


laki2 sama saja lebih baik memikirkan bagaimana cara aku keluar di daerah kuasaan ini untuk menjelajahi setiap daratan tak apakan aku membawa mereka


pasti mereka mau (kata dlm hati)


sang ratu begitu sibuk dgn rencananya


hingga ia dikejutkan dgn kata sang jendral


lin'er sampaikapan kah kamu akan tertidur


aku begitu merindukan mu (dgn trliht jelas raut wajah yg begitu hawatir tapi taq terliht oleh wajah dingin itu)


lain halnya ketika ia memandang he saha taq ada raut wajah datar dingin itu cuma ada senyum dan kasih sayang tapi kalau diliht dgn seksama bagai kakak memandang sang adik


sang pengawal bayangn nya hanya menepuk jidat melihat raut wajah sang jendral sampai ia berani bertaruh


pasti setelah sang ratu kmbali sehat ia kan pergi meninggalkan sang jendral kita siap2 saja mengawal sang ratu (kata mereka kompak)


skip malam pun tiba semua lentera di nyalakn untuk penerang sang jendral pun pergi dari kamar sang ratu karena blm ada tanda2 membuka mata menuju ruang makan tamu taq undang pun sudah ada disana hesaha pun mengurus sang jendral bagai pasangan sang jendral yg merasa lapar pun menerimanya ibu dan ayah sang jendral hanya memutar mata malas pasangan itu mempercepat makanannya dan keduanya selesai lalu berpamitan tampa sepatah kata


sang jendral merasa heran dgn tingkah laku kedua orang tuanya


tapi ia taq begitu menghiraukan ia ingin cepat2 menghabiskan makanannya lalu terburu2 pergi keruangan sang ratu bersama hesaha


tapi sang ratu bagai enggan membuka matanya

__ADS_1


ketika mendgr kata seorang yg bersama sang jendral


__ADS_2