
sang jendral begitu terkejut
gege saya sangat merindukan mu
dgn wajah memelas
sang jendral pun merileks kan diri ia pun berkata
sudalah mae2 aku sedang sibuk mengertilah
tapi gege aku sungguh merindukan mu apakah gege taq merindukan ku
apakah karna wanita itu hingga gege berpaling dari ku
apa kelebihnnya wanita itu
cukup mae mae
tidak gege aku dtng jauh jauh untuk menemuimu
tapi apa yg ku terima
hik hik hik dgn raut wajah menyadih kan ia mendongak kan kepalanya dan berkata dgn lirih
sangat menyedih kan
gege apakah gege taq menyayangi ku lagi
sang jendral pun luluh dan merasa bersalah lalu iapun mengusap lembut rambut sang ratu drama
hingga ia melupakan wanitanya
hesaha taq mengabaikan kesempatan itu iapun memeluk sang jendral dgn mesra
__ADS_1
sang ratu yg baru sadar pinsanya yg begitu lama ia lansung di sugukan pemandangan yg membuatnya jengah dan memutar bola mata malas ia pun kembali akan menutup mata tapi ekormatanya melihat sang tabib ingin mengatakan tapi seblm itu ia sudah di beri isyarat agar taq menggangu dua orang itu hingga sang tabib pun pergi dari ruangan itu
sang ratupun kembali menutup mata seakan tak ada yg pernah terjadi di dlm hati sang ratu
sangat jengkel
ia mengumpat sang jendral dlm hati
hah sungguh menggelikan baru segitu sudah luluh apalagi yg lebih dari itu
hati ku taq akan terbuka untuk orang yg lemah
seperti dia walaupun sejung kuku dan berhutang budi
pasti aku bisa memblasnya seperti dia merawat ku
namun hatiku taq ku ikhlaskan untuk dirinya
ku taq ingin terjatuh pd lubng yg sama
dlm hati putri he saha begitu bahagia
dan berkata licik dlm hati
kamu wanita ****** tak akan pernah menang melawanku
sang gege akan jatuh kepelukan ku
haha ha dia begitu bahagia dgn kemenangnya
sang jendral begitu bodoh dgn urusan wanita hingga ia tanpa sadar masuk perangka
dan dijauhi oleh pujaan hatinya
__ADS_1
setlah puas hesaha pun pamit
gege aku pulang dulu nanti ayah mencariku
baiklah si'er hati2 dgn senyum yg begitu tulus sampai hesaha taq terlihat lagi
sang ratu yg menyak sikan itu hanya memutar bola mata malas
laki2 sama saja lebih baik memikirkan bagaimana cara aku keluar di daerah kuasaan ini untuk menjelajahi setiap daratan tak apakan aku membawa mereka
pasti mereka mau (kata dlm hati)
sang ratu begitu sibuk dgn rencananya
hingga ia dikejutkan dgn kata sang jendral
lin'er sampaikapan kah kamu akan tertidur
aku begitu merindukan mu (dgn trliht jelas raut wajah yg begitu hawatir tapi taq terliht oleh wajah dingin itu)
lain halnya ketika ia memandang he saha taq ada raut wajah datar dingin itu cuma ada senyum dan kasih sayang tapi kalau diliht dgn seksama bagai kakak memandang sang adik
sang pengawal bayangn nya hanya menepuk jidat melihat raut wajah sang jendral sampai ia berani bertaruh
pasti setelah sang ratu kmbali sehat ia kan pergi meninggalkan sang jendral kita siap2 saja mengawal sang ratu (kata mereka kompak)
skip malam pun tiba semua lentera di nyalakn untuk penerang sang jendral pun pergi dari kamar sang ratu karena blm ada tanda2 membuka mata menuju ruang makan tamu taq undang pun sudah ada disana hesaha pun mengurus sang jendral bagai pasangan sang jendral yg merasa lapar pun menerimanya ibu dan ayah sang jendral hanya memutar mata malas pasangan itu mempercepat makanannya dan keduanya selesai lalu berpamitan tampa sepatah kata
sang jendral merasa heran dgn tingkah laku kedua orang tuanya
tapi ia taq begitu menghiraukan ia ingin cepat2 menghabiskan makanannya lalu terburu2 pergi keruangan sang ratu bersama hesaha
tapi sang ratu bagai enggan membuka matanya
__ADS_1
ketika mendgr kata seorang yg bersama sang jendral