
acara, yg di laksanakan, sangat lah meriah, dari ucap janji setia, ke dua mempelai ,diatas altar.
sampai menaiki kereta kuda; menuju resepsi, yg digelar dgn gaya ala moderen, di tempat hotel ,yg ia bangun, dan disinilah mereka semua ,menjabat tangan, memberi selamat ,dgn antrian yg panjang, hingga, mempelai wanita sangat ketara, ia sudah lemas.
gege nya pun mengkode, mempelai peria, untuk membawa sang mae2 ,kesayang mereka ,untuk istirahat.
sang mempelai peria pun, membopong istrinya, dgn lembut; karena lemas sang nyonyanya, tak bisa memberontak, dan pasrah di gendong, oleh sang suami, yg sudah sah mengikatnya.
semua putri dari kalngan pejabat ,sampai kalang raja, semuanya merasa iri ,tapi ada juga sih yg tidak.
bisik2 terdengar
ketika melihat sang pengantin baru begitu romantis
hua aku sungguh iri!
ih apa sih yg tertarik dari wanita itu?
wajahnya saja tak mau di respon ke publik!
atau jangan2 mukaknya rusak mungkin!
ah aku akan merebutnya !!!!!
wanita itu sungguh tak pantas !!!!!
__ADS_1
itulah kata yg terlontar dari mereka, yg merasa iri.
di tempat lain
sang pengantin baru pun, masuk ,dan naik melalui lif ,dan berhenti di lantai ke 7 ,lif pun terbuka, sang pengantin baru pun masuk, keruangan utama, di lantai itu ,yg sudah ada penjaganya disana ,pintu pun terbuka.
terpampang lah, tempat tidur yg empuk, begitu luas, dgn perabotan yg lengkap ,kelambu yg tertata rapi, terikat pd tiang2 tempat tidurnya.
dan tak lupa ,dgn berbagai karya yg mengelilingi, dgn rangkaian beraneka ragam bunga.
semuanya lengkap, dgn kamar mandi seluas kolam yg bisa di atur suhunya.
dgn balkom kamar yg mengarah kesegala arah
pengantin baru pun mulai
sekip
malam yg pajang pun telah usai, terganti dgn senyum cerah sang mentari .
di celah2 lubang kecil pun, tak luput dari senyum cerahnya, hingga ,sepasang manusia, yg berlain jenis ,merasa terganggu.
uh ,dengan lunguhan ,sang ratu pun mulai membuka kelopak mata indahnya dan yg pertama ia di seguhkan pemandang indah
dgn wajah teduh dan polos bagai terhindar dari dosa
__ADS_1
sang ratu tak bisa tak terbuai dgn pemandang di depan mata
ketika ratu asik memandang ,wajah teduh itu, ia dikejutkan dgn suara yg begitu narsisnya, melebihi siapa pun.
hem apakah istri ku, blm puas ,menik mati ketampanan ku, yg mengalah kan dewa ,hingga mereka iri pd ku hem?(kata sang suami).
dgn narsisnya ,sambil menggoda sang istri ,dgn 2alisnya turun naik.
ih narsisnya suamiku yg tampan ini (kata sang ratu)
sambil mencium pipi sang suami dan berlalu turun dari tempat tidur
tapi ketika ia berpinjak untuk berdiri
seluruh badannya terasa lemas dan berat hingga kedua kakinya bergetar dan
bruk
dengan keringat dingin yg keluar dan akhirnya tak sadarkan diri
suami tampannya pun, berlari membawanya, ke dalam kamar mandi ;dgn telaten, dan penuh kasih sayang, sang suami memandikan istrinya .
ia pun kembali membawakan pakaian ,dan mengganti seprainya, dgn yg baru ,dan seprai itu di taruh di peti ,kahusus sebagai sejarah malam panjang nya.
dengan telaten ia menggantikan, pakaian istrinya; lalu ia berlalu mengambil obat, yg berbentuk salep untuk mengobatinya.
__ADS_1
dengan sabar ia menemani sang istri tampa menghiraukan bunyi tong yg nyaring minta diisi