
wush....
raja sunyi pun menghilang, dari pandangan sang tabib.
hah!! dengan menghelenafas, dan mengusaf wajahnya dgn kasar, sang tabib pun, berlalu pulang ,dgn sepoyongnya.
sampai di dpn rumahnya, sang tabib sudah di sambut dgn wajah polos, dan teduh sang kekasih,dan tersirat kesedihan diraut wajahnya, yg cantik itu.
tapi menurut sang tabib ya.
sang tabib ,tidak bisa untuk berlama2 ,marah pdnya, karena menurutnya ,itu kesalahan sang istri yg tidak peka terhadapnya.
kesedihannya ,dan penyesalannya ,tetutup rapat dgn cinta butanya ,kpd sang kekasih.
hingga ia buta terhadap kebenaran ,yg ada di dpn matanya.
di tempat lain
di sebuah ruangan yg cukup luas, berdirilah sosok sempurna, yg memandang keluar ,dgn tatapan kosong.
tatapan itu tersirat sebuah penyesalan ,dan kenangan, yg mungkin, tak akan lekas ,untuk dihapus.
seandainya bisa dihapus, mungkin! tetap berbekas ,dgn tanda yg tergores.
hah,tak terasa mutiara bening itu, jatuh dan mencair, membasahi lembut ,kulit putih seperti personel itu.
seandainya, tidak ada pertemuan, pasti tak ada, perpisahan ,yg menyakitkan ini.
tapi !!aku bukan ,menyesali sebuah pertemuan, tapi !!aku cukup tersakiti .
akan sebuah kenangan manis, yg engkau ukir, yg tak akan lekas terguyur hujan, dan tak hanyut terbawa arus.
ketika sosok itu terbuai, larut dlm keheningan, penyesalan ,dan terbayang akan kenangan.
__ADS_1
tiba2 dikejutkan ,dgn sekelebat bayangan ,yg ia rindukan selama ini ,yg tersenyum, membawa sebuah dermaga, untuk berlabuh melepas rindu.
ingin sosok itu memeluk erat ,sang pembawa rindu.
tapi tak bisa, hanya dgn memandang, dengan raut wajah, yg sulit diartikan.
rindu,kesal,marah,sedih,duka,lara,bahagia.
terlebur menjadi satu, yg tak bisa ia kondisikan.
tapi tiba2; sekelebat bayangan itu ,terlebur menjadi serpihan cahaya, yg memancar, dan masuk mengobati .
aman, nyaman ,yg ia rasa, dan terjatuhlah, sebuah kertas, yg digulung, dgn ikatan pita cantik.
ketika ia buka ,tersebar luaslah harum yg ia rindukan, dan tak akan pernah hilang, walau mandi berkali2.
ia pun mulai membaca, kata demi kata dan kebanyakan tertegun .
tapi tak ada raut wajah, menyalahkan atau benci.
yg kini tersemat kembali ,dan menambah kesan, yg memukau di wajah tampan itu.
senyum manis yg lama pudar kini kembali ,hingga semua pelayan ,dan pengawal, dan tak luput sahabatnya ,tertegun sesaat, melihatnya.
apakah sang mentari sudah terbit dari barat
mereka bertanya2 dlm pikiran dan hati masing2
tapi itu tak luput bersyukur, melihat sang tuan mudanya ,kembali tersenyum.
semoga senyum itu membawa berkah
ya semoga saja
__ADS_1
lalu ia pun berlalu untuk berkemas, untuk perjalanannya.
di istana ting
pengawal:hormat hamba yg mulia
raja:hem
pengawal:lapor yg mulia ,kerajaan kita mulai dilanda kekurangan,
raja: hah ,apa masih ada persediaan di gudang
pengawal:masih ada yg mulia
raja : kalau masih ada suruh para mentri untuk berkumpul di ruangan rapat
pengawal:baik yg mulia,hambat pamit undur diri
setelah sang pengawal berlalu dari pandangannya,sang raja menatap nanar kedepan ,kembali berputar ingatan2 itu.
hah,sepi, sunyi ,sampai titik terlemah ,tak ada raut wajah ,takut ,akan kematian ,tak ada secuil cinta yg dulu begitu besar,cuma tersirat kebencian yg mendalam, di raut tatapan kosong itu.
sampai hembusan nafas terahir ,malah yg ada wajah tenang,setenang air tapi menghanyutkan,dgn kata2 kutukan yg mungkin akan segera terwujud.
tidak!!!!!!!!!!!@@!@
hu hu hu hu
maaf maaf
aku menyesal
jang menghukum kerajaan ku dan rakyatku
__ADS_1
huhhu hu(kata sang raja dgn menutup kedua mata sambil menutup kedua telinganya)
tidak!!!!!!!!@@!@@@