![ABHIYASA [ END ]](https://asset.asean.biz.id/abhiyasa---end--.webp)
Malam harinya, Abhi bermimpi, mimpi yang aneh yang mana menurut Abhi, itu seperti nyata atau pun semacam mimpi yang memiliki arti, bukan sekedar bunga tidur semata. Dalam mimpinya, ia didatangi oleh sosok yang cukup familier yakni, pak Hanif. Jin yang menyerupai wujud manusia dan mengaku bernama Hanif. Dalam mimpinya, pak Hanif mendekati Abhi. Abhi yang sudah tahu kalau pak Hanif adalah jin, sama sekali tidak merasa takut. Abhi malah bertanya tentang apa yang hendak pak Hanif katakan kepadanya? jin itu pun lantas tersenyum.
"Kamu sudah tahu siapa aku sebenarnya?" tanya jin itu.
"Sudah, kamu adalah jin yang telah berusia ribuan tahun dan telah hidup sejak jaman kerajaan dulu," jawab Abhi.
"Benar tapi apa kamu tahu bagaimana wujud asliku?"
Abhi diam.
"Aku akan menunjukkannya kepadamu," imbuh jin itu.
Abhi pun dibuat terperangah ketika melihat wujud asli dari jin yang tadinya berwujud manusia. Ternyata, wujud asli jin itu sangat buruk. Tubuhnya begitu tinggi, kurus dengan wajah yang hancur. Hanya sebentar wujud asli ditunjukkan tapi itu, sangat mengerikan. Setelah itu, jin kembali mengubah wujudnya ke dalam wujud manusia.
"Bagaimana? apa kamu takut setelah melihat wujud asliku?" tanya jin itu.
Abhi menelan ludahnya kasar, bingung hendak menjawab apa.
"Wujudmu buruk, tentu saja bukan sesuatu yang nyaman untuk dilihat," jawab Abhi.
"Ya, benar."
"Untuk apa kamu menemuiku?" tanya Abhi kemudian.
"Aku ingin ikut denganmu Abhi."
"Tidak!" tolak Abhi, tegas.
"Seperti yang kamu ketahui, kita berasal dari dunia yang berbeda. Tidak sepatutnya menjalin ikatan semacam yang kamu katakan. Mohon maaf! saya tidak bersedia," imbuh Abhi.
"Aku sama sekali tidak merepotkanmu. Tidak meminta apa pun. Hanya mengikuti saja dan membantu dalam urusan-urusanmu."
"Apa pun itu, saya tidak bersedia. Tolong jangan mendatangi saya lagi!"
Jin itu pun tertawa.
"Ternyata kamu lebih suka diikuti jin muda dari sekolahmu ya dari pada diikuti jin tua sepertiku."
Abhi mengerutkan dahinya.
"Jin muda apa maksudmu?"
Jin itu pun lantas mendekat seraya berbisik ke telinga Abhi.
"Bukankah jin itu sudah mengikutimu sampai ke sini?"
...Deg......
Usai mengatakan hal itu, jin itu pergi. Meninggalkan Abhi yang tercengang sendiri. Tak lama kemudian, Abhi pun bangun. Ia hanya bisa terdiam dalam posisinya sembari kembali memikirkan mimpi yang barusan ia alami.
__ADS_1
"Mimpi? hanya mimpi? rasanya tidak. Apa maksudnya? siapa jin muda yang mengikutiku ke sini?"
Abhi masih belum menyadari tentang siapa jin muda yang dimaksudkan. Meski demikian, ia mulai gusar. Mulai tidak tenang dan merasa tidak nyaman.
"Astaghfirulloh! kenapa aku diganggu terus ya?"
Arif yang mendengar Abhi menggumam lantas bertanya.
"Kenapa Bhi?"
"Mimpi buruk."
"Mimpi apa?"
"Mimpi setan."
"Setan?"
"Iya."
"Em, katanya di bulan Ramadhan, jin dan setan ditahan, pasti ada yang berhasil lepas itu, jadi masuk ke mimpimu," timpal Arif.
"Hadeh, terserah kamu lah, Rif" jawab Abhi sembari kembali merebahkan tubuh.
Arif tersenyum seraya kembali tidur.
...🌟🌟🌟...
"Tirta, kemarin kamu ngapain ke pondokku? dan ke mana pergimu setalah menemuiku di asrama?" tanya Abhi sekali lagi tanpa menggubris ledekan Arif.
Tirta tidak mengatakan hal yang lain selain ingin ikut dengan Abhi. Ketika Abhi hendak memperjelas lagi, pak guru datang dan dimulailah pelajaran. Terpaksa Abhi kembali ke tempat duduknya dan menunda lagi komunikasinya dengan Tirta.
"Nanti saja pas jam istirahat," pikir Abhi.
Sayangnya, ketika bel istirahat dibunyikan, Abhi tak lagi dapat menemukan Tirta di kelas.
"Astaghfirulloh! ke mana sih nih anak? cepet banget ngilangnya," desah Abhi.
"Ayo Bhi ke basecham, nongkrong saja kita! kumpul sama teman-teman yang lain!" ajak Arif yang sudah berdiri di depan pintu kelas.
"Iya," jawab Abhi seraya berjalan, menghampiri Arif.
...🌟🌟🌟...
Di tongkrongan, Abhi kembali membahas mengenai Tirta membuat Arif tertawa seraya melempar ledekan kalau dia tidak akan takut dengan sandiwara yang Abhi mainkan. Sementara Abhi tidak mengerti maksud dari perkataan Arif.
"Sandiwara apa sih Rif?" tanya Abhi dengan polosnya.
"Aku tahu kalau kamu sengaja menakutiku. Tirta siapa? gak ada teman kita yang namanya Tirta. Itu sandiwaramu saja," jelas Arif disusul tawa kecil.
__ADS_1
"Bukan sandiwara! Tirta benar-benar teman kita. Kamu lihat kan saat aku menanyainya di kelas tadi pagi?"
"Ya itu maksudku, kamu itu sedang mengerjaiku dengan beracting seolah sedang berbicara dengan murid yang tidak bisa kulihat."
...Deg......
Arif masih menertawakan Abhi, sementara Abhi mulai merinding.
"Rif... apa ka-mu benar-benar ti-dak melihat lawan bicaraku di kelas tadi pa-gi?" tanya Abhi terbata-bata.
"Hais! masih saja berpura-pura. Cocok jadi artis kamu Bhi."
"Kamu sungguh gak lihat si Tirta?"
"Gak ada Bhi, benar-benar gak ada."
...Deg.....
Seketika Abhi merinding. Ia benar-benar tak menyangka kalau sosok Tirta, ternyata bukanlah manusia. Mimpinya telah terbukti benar, Jin yang mengaku bernama Hanif telah mengatakan secara tersirat kalau ada jin muda yang mengikutinya. Abhi kembali memikirkan semua kejanggalan sejak pertama kali pertemuannya dengan Tirta hingga terakhir kali saat bertemu dan berbincang di kelas.
"Ya Alloh! Astaghfirulloh!" pekik Abhi menarik perhatian teman-temannya.
"Kenapa lagi kamu? acting lagi?" tanya Arif.
"Rif.."
"Ya?"
"Ada setan di kelas kita."
"Hah?"
"Tirta bukan manusia."
Tubuh Abhi pun sedikit gemetar membuat teman-temannya mulai serius memperhatikan.
"Kamu gak lagi pura-pura Bhi? kok gemeteran? serius ya ada setan?" tanya Arif dengan hati-hati.
"Kamu baik-baik saja kan Bhi? minum dulu ya!" imbuh Arif.
Namun, Abhi menolaknya.
"Gimana sih Bhi ceritanya? ceritain pelan-pelan!"
Abhi pun mulai bercerita. Teman-temannya serius mendengarkan dan di tengah cerita itu, tiba-tiba Abhi berhenti sembari menatap lurus ke sebuah sudut. Sontak teman-temannya ikut memandang ke arah Abhi memandang. Melihat, apa yang sedang Abhi lihat.
"Lihat apa Bhi?" tanya Arif.
"Itu.. Tirta di situ."
__ADS_1
Sontak teman-temannya riuh seketika. Membuat keributan sembari berlarian sebab mereka tahu kalau sosok Tirta adalah jin. Abhi yang terkejut dengan aksi tiba-tiba temannya itu pun, turut berlarian juga.
...🌟 BERSAMBUNG 🌟...