Adik Tiri Wanita Pemuas Nafsu

Adik Tiri Wanita Pemuas Nafsu
Bab 12. Melihat Mei yang Sangat Anggun


__ADS_3

Dengan tidak mengetuk pintu sama sekali, hanya karena Aji terburu-buru hanya ingin mengambil handphonenya yang ketinggalan di kamar Mei.


Tidak di sangka saat pintu kamar Mei dibuka, Mei terkejut dan langsung melihat ke arah pintu.


Aji pun Tercengang melihat Mei yang tanpa mengenakan apapun pada saat itu dan Aji terbengong melihat tubuh Mei.


Ahk.....Kak Aji tutup pintu itu.


Mei berteriak terkejut dan marah kepada Aji.


Aji yang tercengang dan terdiam melihat body Mei langsung melotot dengan tajam memperhatikan Mei.


Aji pun menatapi Mei yang tidak mengenakan pakaian sama sekali. Indah tubuh Mei bagaikan gitar Spanyol, bokongnya yang bulat dan juga dadanya yang sangat berisi melihat mata Aji melotot dan juga Mei yang tidak terlalu berbulu ternyata.


Aji yang melihat itu tiba tiba langsung melotot dan ucok berdiri tegak.


Kak Aji...............Tutup pintunya.


Teriakan Mei sambil melemparkan handuk kepada Aji.


"Eh, iyah maaf Mei tidak sengaja, kakak hanya ingin mengambil ponsel yang ketinggalan di tempat tidur kamu." Aji dengan segera menutup kembali pintu kamar Mei.


Aji pun langsung pergi dengan cepat menuruni tangga rumah dan menuju kamar mandi. Sementara itu Mei langsung mengunci kamarnya dan segera berpakaian.


Aji yang ingin segera mandi mengambil handuk di kamarnya. Iyah pun mandi dengan segera.


Bur..Bur..


Suara guyuran air di kamar mandi.


Aji yang sedang memakai sabun setelah mengguyur badannya dengan air tidak sengaja menggosok si ucok.


Tiba tiba saja si ucok naik tegak berdiri bagaikan tiang bendera. Karena Aji memikirkan tubuh indah Mei, ucok pun langsung berdiri. Aji yang tidak tahan melihat si ucok berdiri langsung saja melakukan senam cabang olahraga lima jari di kamar mandi.


Aji melakukan senam tersebut diiringi dengan khayalan Aji yang melihat Mei tadi di kamarnya.


Aji mengimajinasikan Mei pada saat ia berolahraga tersebut.


"Sungguh indah, mulus dan juga sangat putih. Oh, Mei adikku, aku ingin memiliki tubuhmu itu," aji berbicara di kamar mandi sambil berolahraga.


Oh yeah...


Aji mengeluarkan dan merasa lega.

__ADS_1


Setelah Aji selesai mandi dan mengeluarkan, Aji pun segera berpakaian di kamarnya.


Aji langsung menuju kamarnya dan segera berpakaian. Sementara itu Mei yang sudah selesai berpakaian pun langsung turun dari kamarnya menuju meja makan.


Mei menunggu Aji untuk makan bersama di meja makan. Aji pun selesai berpakaian, ia langsung pergi menuju meja makan.


Setelah selesai berpakaian, Aji pun datang ke meja makam untuk makan bersama-sama dengan Mei.


Mei hanya diam saja ketika Aji datang ke meja makan. Mereka pun makan bersama dengan suasana tidak menyenangkan.


Mei merasa malu karena kakak tirinya Aji telah melihat tubuhnya saat tidak berpakaian apa-apa sama sekali.


Suasana di meja makan seketika senyap tanpa adanya pembicaraan. Aji yang berusaha mengajak Mei mengobrol tidak merespon omongan Mei sedikitpun.


Mei hanya menundukkan kepalanya dan tersipu malu karena kejadian tadi itu. Setelah selesai makan Mei hanya membersihkan makanan yang ada di meja dan langsung pergi ke kamarnya untuk rebahan.


Seketika suasana rumah sangat sepi, Aji pun merasa bersalah karena kelakuannya itu.


Saat Aji benar-benar merasa bersalah, ia ingin meminta maaf kepada Mei. Aji langsung saja pergi ke kamar Mei untuk meminta maaf.


Sesampainya di kamar Mei.


Tok...tok..tok...


Mei pun langsung keluar dengan membawa handphone Aji yang masih berada di kamar dan langsung membuka pintu kamarnya.


"Ini handphone kamu kak, udah jangan ke kamar Mei lagi, mei mau istirahat dulu." Mei memberikan handphone Aji dengan sedikit melempar juga menutup pintu dengan sangat keras, dengan keadaan marah.


Duar......


Suara pintu di tutup oleh Mei.


Aji terdiam di depan pintu kamar Mei saat Mei menutup pintu kamarnya. Aji pun bingung harus bagaimana.


"Aduh, aku hanya ingin meminta maaf tapi dia lagi sangat marah kepadaku." Aji berkata-kata sendiri dan berjalan menuju kamarnya menuruni tangga.


Aji pun bertelepon dengan Putri di kamarnya, Ia menceritakan kepada putri bahwa adik perempuannya Mei sedang marah kepadanya, Aji menceritakannya kepada Putri namun tidak memberitahukan apa sebabnya adiknya tersebut marah.


Putri hanya memberikan saran saja, jika adiknya perempuan cobalah membeli sesuatu seperti coklat untuk minta maaf padanya. Itulah saran putri kepada Aji.


Setelah lama berbincang dengan Putri, Aji pun menerima masukan dari Putri tersebut.


Aji segera pergi ke toko supermarket dan membeli beberapa coklat untuk di diberikannya kepada Mei dan sebagai tanda maaf.

__ADS_1


Sesampainya di toko supermarket, beberapa coklat dengan varian rasa berbeda ia beli untuk Mei.


Sesudah ia membeli coklat untuk Mei, Aji juga singgah membeli boneka untuk adik kesayangannya tersebut.


Aji pun segera pulang dan ingin cepat-cepat memberikan hadiah permintaan Maaf kepada Mei tersebut.


Sampai di rumah, Aji langsung memasukkan mobil ke garasi dan membawa coklat serta boneka yang ia beli untuk Mei.


Aji pun langsung naik ke atas tangga menuju kamar Mei.


Tok....tok....tok.


Tok....tok...rok.


Suara ketukan pintu.


Tidak ada jawaban sama sekali saat Aji mengetuk pintu. Aji pun mengintip dari sela lobang kunci pintu Mei.


Aji melihat Mei ternyata sedang tertidur.


Aji berinisiatif ingin membuka pintu Mei menggunakan kunci serap, Saat ia ingin mengambil kunci serap, ia teringat bahwa Mei sedang marah.


Aji pun tidak jadi mengambil kunci dan kembali lagi ke kamar Mei. Aji berusaha membangunkan Mei menggunakan panggilan telepon.


Dririririring....


Driririririrng...


Suara telepon Mei berbunyi.


"Ahk. Siapa sih mengganggu tidurku sana....hm..Ternyata kak aji, Halo kak, ada apa telepon Mei." Mei masih mengantuk pun langsung bangun.


"Tolong buka pintunya Mei, Ada hadiah ingin kakak berikan kepadamu. Ini kak Aji berada di depan kamar kamu Mei." Aji berdiri di depan pintu Mei sambil meneleponnya.


Mei pun langsung bergegas membukakan pintu kamarnya tersebut.


"Mei mari duduk di tempat tidur kamu, ini kakak bawakan beberapa hadiah untukmu sebagai permintaan maaf kakak soal yang tadi pagi." Aji menarik Mei dan mereka berdua duduk di atas tempat tidur Mei sambil memberikan hadiah untuk Mei.


Mei yang di berikan hadiah beberapa coklat dengan varian rasa berbeda dan juga menerima boneka yang besar langsung saja tersenyum kembali.


Mei yang sangat senang dengan hadiah yang di berikan kakaknya tersebut pun memaafkan kesalahan Aji saat pagi hari tadi.


"Kak Aji malam ini tidur di kamar Mei sana ya, Mei sudah memaafkan kak Aji kok, kita nanti malam nonton lagi ya sambil ngemil," ucap Mei.

__ADS_1


Aji pun sangat senang Mei sudah memaafkannya soal kejadian pagi itu.


__ADS_2