
Mei terbangun pada pukul 12 siang hari itu, Mei yang sudah terbangun, Langsung membangunkan Aji yang masi tertidur.
Kak Aji, kak Aji, kak Aji,
bangun ini sudah siang.
Mei memukul pundak Aji dan membangunkannya.
Aji pun terbangun pada hari itu.
"Waduh, Sudah siang ternyata, kak Aji mau cari kerjaan dulu semalam sudah Kakak bilang kepada atasan Putri ingin datang ke sana." Aji berpura-pura tidur lelap Padahal dia sudah bangun terlebih dahulu daripada Mei.
"Ya sudah, mandi dulu sana kak Aji, Setelah itu kita makan siang dulu baru kakak boleh pergi untuk mencari pekerjaan di tempat Kak Putri," ucap Mei.
Aji pun bergegas Turun ke bawah dan mengambil handuknya di kamarnya, Sedangkan Mei juga mengambil handuknya dan ingin segera mandi hari itu.
Saat Mei ingin mandi, Ia membuka tenktopnya, ia melihat ada putih-putih di tenktopnya dan lengket di bajunya tersebut.
"Ini apa ya, Kok ada putih-putih lengket begini di tanktop aku, Kok bau sih." Mei berbicara sendiri dan melihat tenktopnya tersebut dengan heran.
"sudahlah, apapun itu tidak penting lagian," ucap Mei.
Mei langsung bergegas mandi, sementara Aji pun juga mandi pada saat itu di sebelah kamar mandi Mei.
Setelah selesai mandi, Aji langsung memanaskan mesin mobil di garasi Mereka ingin pergi mencari makan siang hari itu.
Mereka berdua pun pergi untuk mencari makan siang menggunakan mobil, Mereka pergi ke salah satu rumah makan yang ada di pinggiran kota.
Setelah selesai makan siang, Aji pun pulang bersama Mei untuk mengantar Mei di rumah.
Sesampainya di rumah, Mei ditinggalkan oleh Aji di rumah, Aji ingin mencari pekerjaan di tempat kerja Putri.
Mei pun sendirian di rumah mereka pada saat itu, Mei merasa bosan dan kesepian hari itu.
Saat Mei menonton drama Korea di kamarnya, tiba-tiba saja Mei mendapatkan chat dari salah satu temannya pada saat duduk di Sekolah Menengah Atas.
Habib adalah teman Mei saat duduk di Sekolah Menengah Atas, ia mengajak mei chat dari salah satu media sosial pada saat Mei sedang menonton drama Korea.
__ADS_1
Habib adalah pria tampan Yang dulu di masa sekolah Iya menjadi salah satu anak-anak nakal.
Habib pernah menyukai Mei sebelumnya saat masih sekolah dulu, tetapi Mei tidak menyukainya karena dia sangat nakal waktu di sekolahan.
Habib adalah orang yang suka bolos sekolah pada masanya, Ia juga sering memeras anak-anak di sekolah, tetapi habib adalah laki-laki tampan.
Habib yang dulu suka pada Mei ternyata perasaannya tidak berubah sampai saat ini, Habib berusaha menghubungi Mei kembali.
Habib sudah bekerja di salah satu perusahaan, Habib yang sudah bekerja itu berani mengajak chat Mei karena ia masih saja menyukai Mei.
Mei pun merespon Habib karena ia teman sekolahnya di masa zaman Sekolah Menengah Atas dulu.
Map dan Habib pun saling chat satu sama lain di media sosial. Mereka bercerita satu sama lain tentang kehidupan mereka tidak lama kemudian mereka pun ingin mengobrol melalui video call.
Malam itu kebetulan lagi sendirian di rumah, Mei mengajak Habib untuk bermain ke rumahnya.
Habib yang mendengar hal itu dengan senang hati langsung meluncur ke rumah Mei malam itu juga.
"Angin badai, lautan luas, hujan deras, akan aku lalui demi kamu pujaan hatiku Mei." Habib berkaca sambil menyisir rambutnya.
"Halo Mei, ini aku sudah sampai di depan rumah kamu. Tolong bukakan pagarnya ya Mei," ucap Habib di telepon.
Mei yang melihat dari jendela kamarnya bahwa habib memang sudah di bawah
Langsung menuju pintu rumah untuk membuka pintunya.
Setelah membuka pintu dan juga gerbang rumah, Mei pun mengajak habib untuk masuk ke dalam rumahnya tersebut.
"Habib silahkan masuk, motornya masukkan saja ke dalam ya takutnya nanti hilang kalau di luar," ucap Mei kepada habib.
Habib pun langsung memasukkan motornya ke dalam halaman rumah Mei.
Mei dan habib pun duduk di depan teras rumah Mei malam itu, Aji kakak tiri Mei kebetulan lagi di luar malam itu.
Mei tidak memberitahukan kakaknya bahwasannya malam itu teman sekolahnya pada saat duduk di bangku sekolah menengah datang main ke rumah mereka.
"Sebentar ya habib, aku membuatkan teh dulu untukmu," ucap Mei.
__ADS_1
Mei pun pergi ke dapur untuk membuatkan teh kepada Habib.
"Tidak aku sangka, habib yang dulunya nakal dan sering menindas anak-anak di sekolah sekarang sudah gagah dan sangat tampan." Mei berbicara sendirian sambil membuat teh.
Setelah selesai membuat teh, Mei pun datang menghampiri habib yang sedang duduk di teras.
"Habib, ini tehnya, diminum ya." Mei meletakkan Teh di meja.
Malam itu, Habib dan Mei pun bercerita tentang masa-masa SMA mereka, Habib juga mengeluarkan perasaannya saat dia SMA sudah jatuh cinta pada Mei.
Mei yang mendengar itu merasa malu, ia hanya terdiam mendengar habib yang curhat kepadanya malam itu.
Lama waktu berlalu, Habib dan Mei juga berbincang malam itu hingga pukul 10:30 malam.
"Habib, ini sudah malam, sebaiknya kamu pulang, tidak baik jika kita berduaan malam di rumah Aku, apalagi tidak ada siapa siapa di rumah," ucap Mei.
"Baiklah Mei, terimakasih untuk waktunya malam ini," Habib pun pulang dengan sopan kepada Mei.
Setelah Habib pulang ke rumah, Mei merasa Habib sangat beda sekarang.
Mei yang sudah berjumpa malam itu merasa bahwa ia jatuh cinta kepada habib sekarang.
Habib terlihat sangat berwibawa dan juga ia sangat sopan, tidak seperti dulu sewaktu masa sekolah, habib hanya suka berkelahi dan juga cabut sekolah.
Mei pun pergi ke kamarnya sambil menonton tv, ia selalu teringat bayang-bayang Habib.
Sepertinya Mei telah jatuh cinta kepada Mei malam itu. Mei pun sudah mengantuk malam itu, ia pun tidur sendirian di kamar tanpa di temani oleh Aji.
...Aji Tidak Pulang ke rumah...
Aji yang sudah pergi saat siang tidak kunjung pulang malam itu, ia sedang asik bersama putri di tempat tinggal putri yang di sediakan oleh tempat kerjanya.
Aji selalu bermesraan saja dengan putri sepanjang hari, hingga akhirnya Aji pun memutuskan ingin kerja di Bar di tempat Putri bekerja.
Agar bisa selalu bersama putri, Aji pun mengatakan ingin bekerja di tempatnya dan meminta putri untuk memasukkan Aji bekerja di tempat putri kerja.
Malam itu pun Pukul jam 11:30, Putri pun datang ke bar untuk menemui bosnya.
__ADS_1