Adik Tiri Wanita Pemuas Nafsu

Adik Tiri Wanita Pemuas Nafsu
Bab 26. Kebohongan Aji


__ADS_3

Pada siang hari, Aji dan Putri pergi ke pasar untuk membeli bahan masakan untuk makan siang mereka.


Putri membeli beberapa kebutuhan masak di pasar tradisional. Putri membeli daging ayam serta membeli beberapa sayur-sayuran untuk ia masak di penginapan.


Setelah pulang dari pasar tradisional, Aji dan Putri pun masak di dalam penginapan untuk makan siang mereka.


Setelah selesai makan siang, Mereka pun bercerita satu sama lain mengenai hubungan mereka.


Putri telah jatuh cinta kepada Aji dan benar-benar merasakan cinta yang sesungguhnya, sedangkan Aji Ia hanya jatuh cinta karena ingin memuaskan nafsunya kepada Putri.


Aji memuaskan nafsunya kepada putri dengan cara pacaran dengan Putri dan sebagian Ia berikan uang kepada putri kalau Aji sudah merasa sangat puas bermain dengan Putri.


"Hei Aji, Bagaimana kalau kamu pergi ke rumahku untuk melamar diriku dan kita segera bertunangan." Putri menyandar di bahu Aji dan sambil memeluknya.


Aji yang mendengar perkataan Putri langsung terkejut kaget, ia tidak berpikir sejauh itu untuk melakukan hubungan yang sangat serius kepada putri, Ia hanya ingin bermain-main dengan Putri dan merasakan kepuasan nafsu semata saja.


Aji yang pacaran sama Putri hanya ingin menaklukkan nafsunya dengan cara gratis dan kadang juga ia membayar Putri dengan uangnya yang cukup untuk membeli apa yang Putri mau seperti makan siang, makan malam, ataupun makan pagi serta snack-snack jajanan yang diinginkan Putri.


Dulunya Putri dengan Aji hanya kenal di klub malam dan mereka pun melakukan hubungan dengan cara basis berbayar dan Setelah itu mereka berdua tiba-tiba merasakan jatuh cinta.


Mengingat perkataan Putri yang mengatakan ingin dilamar, Aji yang terkejut dengan perkataan Putri itu langsung memikirkan hal itu.

__ADS_1


Karena Aji dulunya mengajak Putri pacaran hanya untuk memuaskan nafsu, ia tidak habis pikir untuk melakukan hubungan serius, ia mengajak Putri hanya untuk mendapatkan hubungan spesial gratis pada saat Putri merasakan kesepian dan juga Aji merasakan hawa nafsu yang sangat tinggi Ia mempunyai bahan untuk gratis.


Aji yang mendengar perkataan Putri tersebut pun langsung menjawab dengan santai dan penuh harapan untuk Putri.


"Maaf Putri, aku ini belum saja bekerja, ini hari pertama aku ingin bekerja di tempat kerjamu, mana mungkin aku berani melamar dirimu secepat itu, kita jalani saja hubungan kita dulu, jika nanti aku ada rezeki, Aku akan pergi ke rumahmu dan segera melamar dirimu." Aji meyakinkan Putri bahwa hubungan mereka benar-benar serius tetapi di dalam lubuk hati Aji Ia hanya ingin memanfaatkan Putri dengan Hawa kepuasan nafsunya.


Mendengar perkataan Aji yang berbicara seperti itu kepada Putri, Putri pun yakin bahwasanya Aji berpacaran dengan Putri dengan serius dan juga Aji berfikir Jika ia bermain-main dengan Putri, Putri tidak akan memberikan jatah kepadanya lagi.


"Baiklah Aji, Aku akan menunggumu hingga siap untuk melamar diriku suatu saat nanti, Aku berharap kita bisa menjadi satu bagian keluarga." Putri tersenyum sangat senang, Ia merasa Aji benar-benar serius, Ia pun langsung memeluk Aji dengan senyuman hangatnya.


Aji berfikir karena ia terpojok pada saat itu, dan Jalan satu-satunya hanyalah bisa menyenangkan hati putri dan juga memberinya harapan, Aji juga berpikir jika dia mengecewakan Putri, ia tidak mendapatkan lagi jatah apapun dan juga Putri akan kecewa dan memutuskan hubungan dengannya.


"Janji ya, Jika kamu membohongiku, aku sangat kecewa kepadamu Aji, aku akan memutuskan hubungan kepadamu dan aku tidak mau kenal dengan dirimu lagi jika kamu mengingkari janjimu ini." Putri memberikan jari kelingkingnya untuk memberikan janji kepada Aji.


Aji dengan ragu memberikan jari kelingkingnya kepada putri karena ia hanya ingin bermain-main saja kepada putri dengan rasa ragu ia pun memberikan jarinya untuk memberikan harapan palsu kepada Putri.


Siang itu menjadi suasana yang sangat menyenangkan kepada Putri, ia berharap bisa selamanya bersama Aji. Sementara itu Aji hanyalah seorang pecundang pemberi harapan palsu demi kepuasannya.


Hari pun sudah sore, Aji dan Putri bergegas siap-siap untuk pergi bekerja. hari pertama Aji melakukan aktivitas di sore hari dengan cara bekerja yang ia inginkan untuk selalu bersama putri.


Aji bekerja bukan karena dia menginginkan uang, Iya bekerja hanya ingin dekat dan selalu bersama putri dan kapanpun ia ingin mengeluarkan nafsunya ia selalu bisa mengeluarkannya dengan Putri Karena itulah ia bekerja.

__ADS_1


Orang tua Aji adalah orang yang kaya, ia tidak perlu bekerja untuk mendapatkan uang tetapi karena ia ingin bersama putri ia ingin memantau Putri terus dan juga ia ingin bersama putri untuk melakukan pengeluaran hawa nafsunya tersebut.


Aji juga hanya ingin bersenang-senang di klub malam setiap malamnya, Ia menggunakan alasan bekerja kepada orang tuanya agar ia diberikan fasilitas seperti mobil, handphone dan kartu ATM dan lain-lainnya juga.


Aji Berfikir keras pada saat ia ingin bekerja di klub malam tersebut, orang tua Aji yang sangat kaya raya, ia ingin memanfaatkan orang tuanya yang kaya raya itu untuk memberikannya modal di masa akan mendatang nanti.


Sementara Mei yang hanya di rumah saja selalu mengalir uang sakunya setiap harinya, Mei tidak perlu bekerja pada saat sudah tamat sekolah ini, ia hanya menghabiskan waktunya seperti hari-hari biasanya, Mei hanya melakukan aktivitas kesehariannya seperti menonton film drakor, ngemil dan tidur rebahan di rumah.


Aji dan Putri pun segera pergi bekerja, mereka berdua menaiki mobil ibunya Aji, Aji yang menyetir pada saat itu segera menuju ke klub malam untuk bekerja sebagai waiters.


Saat mengemudi mobil, Aji menelepon kedua orang tuanya untuk berkata kepada orang tuanya bahwasanya ia sudah mendapatkan pekerjaan.


Dringg...


Suara telepon ayah Aji berdering.


"Halo yah....Apa kabar kalian di sana?...Aji sekarang sudah mendapatkan pekerjaan di sini ayah, tetapi Aji pulang larut malam karena Aji bekerja di salah satu cafe di kota." Aji menelepon ayahnya sambil menyetir mobil.


"Halo juga nak, kami baik disini. Baguslah jika kamu sudah bekerja, berarti jika kamu pulang larut malam Mei sendirian di rumah ya, katakan pada adikmu Mei selalu mengunci pintu dan juga memastikan rumah selalu terkunci, karena ia sendirian di rumah, kamu selalu pantau dia dan juga jaga dia ya Aji," ucap Ayah Aji.


"Baiklah ayah, aku akan selalu mengawasi Mei walaupun aku bekerja." Aji berbohong kepada ayahnya bahwa ia bekerja di cafe.

__ADS_1


__ADS_2