
Setelah selesai membeli tiket, Aji dan juga adiknya Mei pun segera masuk ke dalam lokasi pantai.
Aji langsung menuju tempat parkir kendaraan untuk memarkirkan mobilnya tersebut.
Setelah sudah selesai memparkirkan mobilnya tersebut, Aji dan Mei pun langsung menuju tempat persinggahan di sebuah pinggiran pantai yang ada terletak di pantai tersebut dengan tmembawa cemilan untuk duduk di gubuk-gubuk pantai.
Penjaga pantai yang berada di lokasi pinggiran pantai ada yang menyewakan gubuk di pinggiran pantai tersebut.
Lokasi gubuk yang sangat dekat dengan daerah pinggiran pantai tersebut memiliki gubuk seharga 40.000 Sedangkan gubuk yang berada di atas perairan pantai berharga Rp70.000. Dan juga ada gubuk yang Bertingkat dan di atas perairan pantai seharga 100.000 dengan keadaan gubuk mempunyai teras dan kamar tertutup.
Aji dan Mei bingung saat itu untuk memilih gubuk yang berada di pinggiran pantai tersebut, Aji menyarankan kepada adiknya Mei tersebut untuk duduk di atas gubuk yang berada di atas perairan pantai yaitu gubuk bertingkat dengan keadaan kondisi pintu yang bisa ditutup dengan juga menggunakan teras.
"Mei, Bagaimana kalau kita menyewa gubuk yang berada di atas tingkat yang ada di atas perairan pantai tersebut yang seharga Rp100.000 kita bisa menikmati angin sepoi-sepoi dan juga pemandangan air pantai yang sangat indah dari atas gubuk tersebut." Saran Aji yang sedang berjalan dengan Mei sambil menggandeng bahu Mei untuk mencari gubuk-gubuk yang ada di pinggiran pantai.
"Bagaimana kalau kita dibawa saja Kak, di situ juga ada beberapa kantin yang dekat dengan perairan pantai tersebut harganya juga lebih murah hanya sekitar Rp70.000 Kita juga bisa menikmati angin sepoi-sepoi." May memberikan saran kepada Aji samnil melihat wajah Aji.
"Memang kamu benar Mei, tetapi jika kita di atas kita bisa menaruh barang-barang kita agar tidak hilang dan juga kita bisa bermain air pantai di pinggiran pantai tersebut dan kita mengunci gubuk tersebut karena ada pintunya dan juga tertutup, jadi lebih bagus kita di atas saja Mei daripada kita di bawah kita juga tidak perlu ke kamar mandi untuk mengganti pakaian Jika kita ingin berenang-berenang atau bermain air terlebih dahulu tetapi jika sudah pulang baru kita ke kamar mandi untuk membasuh badan kita dan juga kita bergegas pulang" ucap Aji.
Mendengar ucapan manis Aji tersebut, Mei pun berpikir memang lebih baik untuk menyewa gubuk yang di atas karena bisa menyimpan barang-barang agar tidak hilang, jadi Mei pun juga memutuskan untuk menyewa gubuk yang berada di atas perairan yang bertingkat tersebut.
"Hem, Kamu benar juga ya kak Aji, daripada kita mengantri ke kamar mandi lebih baik kita mengganti pakaian di atas saja ya, Ya sudah kak Aji kamu sewa dulu sana dan Bayar dulu gubuk tersebut." ucap Mei.
Mei pun setuju dengan perkataan Aji tersebut, Aji pun langsung bergegas menemui penjaga pantai yang menyewakan gubuk-gubuk tersebut, ia langsung membayar gubuk yang ingin mereka sewa yang berada di lokasi atas perairan pantai dengan keadaan bertingkat di atas dengan mempunyai pintu yang juga bisa dikunci.
__ADS_1
"Kamu tunggu sebentar di sini Mei, Kakak akan menemui penjaga gubuk-gubuk ini" ucap Aji.
"Baiklah kak" saut Mei.
Aji langsung berjalan menemui Ibu penjaga gubuk tersebut.
"Ibu, saya ingin menyewa gubuk yang berada di atas itu." Aji berbicara dengan ibu penjaga gubuk tersebut dan menunjuk gubuk yang ingin Ia sewa.
"Baiklah nak, harganya Rp100.000. Silakan pergi ke sana ibu akan membawakan tikarnya untuk kalian di sana, kalian Tunggu saja duduk di depan terasnya." ucap ibu tersebut.
Aji pun langsung memberikan uang sebesar Rp100.000 kepada Ibu tersebut, Lalu mengatakan terima kasih kepada Ibu tersebut dan pergi meninggalkan ibu itu.
Aji berjalan menemui adiknya kembali dan mengajaknya untuk menunggu Ibu penjaga pantai memasang tikar Di Dalam Gubuk tersebut.
Tek tek tek.
Suara Langkah kaki dan Aji yang sedang pergi menuju gubuk yang mereka sewa.
Sesampainya di atas, Mei melihat pemandangan yang indah dari atas tersebut, kapal-kapal yang sangat jauh berada di ujung pantai terlihat dari atas gubuk tersebut ia merasakan angin yang sangat deras sehingga membuat hawa dan juga hati mei senang.
"Indah sekali pemandangan dilihat dari atas gubuk ini Kak, anginnya juga sangat sejuk Mei ingin duduk di luar dulu deh menikmati angin dan juga pemandangan pantai ini sambil memakan cemilan dan juga ingin berselfie di pinggiran-pinggiran gubuk ini." Mei berdiri Memegang papan kayu pinggiran gubuk sambil menatap ke depan arah Pantai menikmati angin sejuk pantai.
"Syukurlah kalau kamu bahagia Mei, Kak Aji juga ingin duduk sambil memakan cemilan juga deh di samping kamu.
__ADS_1
Aji dan Mei menikmati angin pantai sambil memakan cemilan yang mereka bawa saat ingin menuju pantai mereka beli di supermarket.
Beberapa menit kemudian, ibu yang mempunyai gubuk tersebut pun datang untuk merapikan tempat gubuk tersebut, ibu itu menyapu, sambil memasang tikar pantai.
Setelah selesai merapikan gubuk tersebut, ibu itu pun segera memberitahukannya kepada penyewa gubuk tersebut bahwasanya gubuknya sudah selesai dan bisa dipakai dan memberikan Kunci pintunya.
"Adik, gubuknya sudah selesai Ibu bereskan, ini kunci gubuknya silakan dipakai, jika sudah selesai dan ingin pulang, silahkan kembalikan kuncinya kembali kepada ibu ya adik" ucap ibu itu kepada Aji.
"Baiklah Ibu, Terima kasih ya" ucap Aji.
Aji pun meletakkan barang-barang mereka Di Dalam Gubuk tersebut pada pukul Setengah satu siang, Aji mengajak Mei untuk makan siang di pantai itu.
Nama pantai yang mereka kunjungi adalah pantai romantis, terdapat banyak hiasan-hiasan di pantai tersebut, ada hiasan berbentuk love, ada juga bingkaian-bingkaian foto yang berbentuk love dan juga banyak variasi foto-foto di pinggiran pantai untuk berfoto.
"Mei Bagaimana kalau kita makan terlebih dahulu karena ini sudah jam makan siang" ujar Aji.
"Baiklah kak Aji" jawab Mei.
"Oke, tunggu sebentar ya Kakak akan turun ke bawah untuk memesan makan siang kita. Kamu mau pesan apa Mei?" tanya Aji.
"Mei ingin memakan nasi goreng dan juga minum es kelapa juga seperti biasa ingin memakan mie goreng." ucap Mei
Aji pun pergi menuju kantin untuk memesan makan siang mereka.
__ADS_1