Adik Tiri Wanita Pemuas Nafsu

Adik Tiri Wanita Pemuas Nafsu
Hari kedua di rumah Zulfan


__ADS_3

Zulfan yang sudah selesai membeli kopi langsung saja membuat kopi tersebut di dapur, Ia pun langsung membuat kopi tersebut dan ingin segera duduk di samping Aji yang sedang bersantai di depan teras.


Setelah selesai membuat kopi, Zulfan pun membawa kopinya tersebut dan duduk di sebelah Aji.


Zulfan pun meletakkan kopinya di meja dan juga ia meletakkan satu bungkus rokok beserta mancis di samping kopi tersebut.


"Hei ji.. Lebih enak jika ngopi begini ditemani satu batang rokok bisa membuat kita inspirasi." ucap Zulfan kepada Aji sambil menyodorkan rokok.


"Tidak tidak Zul aku tidak merokok nanti aku batuk-batuk jika merokok." ucap Aji.


"Sudahlah Aji, cobalah saja satu batang pasti kamu akan merasakan kenikmatan." Zulfan mengambil satu batang rokok dan memberikannya kepada Aji serta mancisnya.


Aji pun tergiur dengan perkataan Zulfan tersebut, Ia pun mencoba satu batang rokok yang diberikan oleh Zulfan tersebut, Ia pun meletakkannya di mulutnya dan membakarnya dengan sebuah korek api.


fu.......


Isapan pertama yang dilakukan oleh aji.


"Wah, enak juga ya Zul, tidak batuk juga, ini rokok apa kok busanya lumayan manis." Ucap Aji sambil menghisap rokoknya itu.


"Apa aku bilang Aji, Sudah kubilang itu bakalan enak, ini rokok sempurna rokok yang lumayan mahal sih" jawab Aji.


Dan pada saat itu, juga Mulai hari itu Aji pun merokok Dan ia merasakan rokok itu memberikan inspirasi dan ketenangan Jadi ia pun membeli rokok satu bungkus untuk dirinya sendiri yaitu rokok yang ia beli adalah sempurna.


Hari sudah mulai malam, aji pun mandi, Setelah sudah selesai mandi Aji Beristirahat di kamar sambil bermain game offline, ia tidak mempunyai akses internet sama sekali dan uangnya juga sisa sekitar Rp90.000 karena ia sudah membeli 1 bungkus rokok.


Setibanya sudah malam, Aji pun langsung beristirahat dan bersiap-siap untuk bekerja besok, Ia pun langsung beristirahat di kamar Zulfan tersebut.


Zulfan berpamitan kepada Aji ingin keluar, Zulfan juga meninggalkan perkataan untuk tidak canggung di dalam rumahnya, Zulfan adalah pria yang baik dan ia sahabatnya aji.

__ADS_1


Zulfan pun pergi menggunakan mobilnya ke sebuah bar, itulah kegiatan sehari-hari Zulfan hanya berfoya-foya dan menghabiskan uang orang tuanya, kebetulan orang tua Zulfan lagi pergi tugas luar kota jadi iya hanya memiliki waktu untuk bersenang-senang.


Zulfan selalu menghabiskan waktu malamnya di bar, Iya banyak mengenal wanita-wanita malam serta banyak mengenal lelaki-lelaki yang mempunyai pekerjaan-pekerjaan malam seperti tukang DJ, memiliki KTV, memiliki bar serta kegiatan-kegiatan lainnya.


Aji pun beristirahat malam hari di rumah Zulfan itu adalah hari pertamanya tinggal di rumah milik temannya.


Sementara itu, di sisi lain rumah Aji, kedua orang tuanya tidak cemas sama sekali hanya mei lah yang merasa cemas dan juga merasa bersalah.


Mei pada saat itu hanya memikirkan kakaknya tersebut, ia selalu memikirkan Aji Di manakah Ia tidur, apa yang kak Aji lakukan, Aku ingin tahu kenapa dia tidak membalas chat dariku.


Itulah yang dipikirkan Mei pada saat Aji keluar dari rumah.


Mie tidak bisa tidur pada malam hari itu, ia pun hanya memikirkan kakaknya tersebut, karena Iya sangking memikirkan kakaknya tersebut, ia menghidupkan televisi dan menonton drama Korea.


Mei merasa sedih karena Aji sudah tidak ada di rumah ia merasakan kesepian.


Mei pun pada malam hari itu bergadang sendiri, ia tidak bisa tidur karena tidak ada yang menemaninya seperti biasanya.


Di sisi lain, aji terbangun dari tidurnya di pagi hari melihat kamar, zulfan tidak ada di kamar Pada pagi hari tersebut.


"Loh, ke mana sih Zulfan pagi-pagi hari begini sudah tidak ada saja, Apakah dia belum pulang dari tadi malam atau bagaimana ya." Aji bingung pada saat dia bangun tidak ada orang di dalam kamar Zulfan tersebut.


Aji pun pergi ke kamar mandi untuk mandi pada pagi hari itu, setelah ya selesai mengambil pakaian serta handuknya, Ia pun langsung mandi di kamar mandi milik Zulfan.


bur..bur..


Suara Air di kamar mandi.


Setelah selesai mandi, Aji pun merasa lapar dan ingin sarapan pagi tetapi tidak ada sarapan di dalam rumah Zulfan.

__ADS_1


"Haduh, susah juga kalau tinggal di rumah orang, tidak ada apa-apa di sini, Jika di rumah, Mei pasti sudah selesai masak pagi hari, dan menyiapkan sarapan pagi, sedangkan di sini tidak ada apa-apa aku akan keluar dulu mencari sarapan pagi. mana duit hanya tinggal segini lagi!" Aji mengeluh hari keduanya tinggal di rumah Zulfan.


Sedangkan Zulfan pada pagi hari itu belum juga kunjung datang pulang ke rumah.


Aji pun keluar dari rumah Zulfan untuk mencari sarapan pagi, aji berjalan kaki menuju kedai kelontong terdekat agar ia bisa sarapan.


Sesampainya dikedai kelontong, Aji pun memesan nasi gurih dengan memakai telur bulat.


"Bu, Saya pesan satu nasi gurih dengan Telur bulat yah, jangan lupa taruh kuahnya ya Bu." Aji duduk menunggu pesanannya tersebut.


"Baiklah Dek, Tunggu sebentar ya Ibu buatkan." ucap penjual tersebut.


Beberapa menit kemudian Aji menunggu, makanan pun selesai dihidangkan oleh penjual kedai kelontong tersebut, Aji pun sarapan pagi sendiri pada saat itu.


Setelah selesai sarapan pagi, Aji pun pergi dari kedai tersebut dan pergi menuju rumah Zulfan


Aji berjalan kaki menuju rumah Zulfan, Sedikit lagi sampai ke rumah Zulfan, Aji sudah melihat mobil jurusan berada di teras rumahnya tersebut.


"Baru pulang Ini si Zulfan, pasti ia tidur karena lelah begadang Saya yakin ini." ucap Aji sendiri sambil berjalan.


Aji pun sampai di rumah Zulfan, Iya pun langsung melihat Zulfan berada di mana, Pada saat itu Zulfan sedang berada di kamar dan sedang tidur.


"Sudah kuduga Pasti si Zulfan ini tidur pasti ia kecapean begadang semalam." ucap Aji.


Aji pun pergi ke teras rumah untuk duduk dan sambil merokok, sebelum ia pergi ke teras tersebut Ia membuat kopi untuk dirinya sendiri di dapur Zulfan.


krecek..krecek...


Suara kopi sedang diaduk.

__ADS_1


Setelah selesai membuat kopi, Aji pun langsung membawa kopinya tersebut dan duduk di teras depan rumah Zulfan.


Aji meletakkan kopinya di meja tempat Iya duduk, Ia pun mengeluarkan rokoknya yang ia beli semalam satu bungkus rokok. Ia mengambil satu batang dan menikmatinya dengan santai pada pagi hari.


__ADS_2