
Tririririring...........
Suara telepon ayah Aji berdering.
"Halo nak Mei, Ada apa nak?" tanya ayah Aji.
"Yah kak Aji tidak ada di rumah dari tadi malam, Aku melihat mobil juga tidak ada di garasi, Dia tidak mengatakan apapun saat pergi, hanya mengatakan di tempat teman-temannya," ujar Mei.
"Baiklah nak, nanti ayah telepon kakakmu itu," ucap Ayah kepada Mei.
Tut..tut..tut..
Suara telepon terputus.
Aji yang sudah pulang dari rumah Zulfan pun langsung menuju rumah dengan menggunakan mobil berkecepatan 70 km perjam.
Brum......
Suara Mobil melaju.
Sesampainya di rumah, Aji pun langsung memarkirkan mobil di garasi rumah mereka. Lalu Aji masuk ke dalam rumah dengan tenang.
Saat Aji masuk, ia melihat Mei yang sedang duduk di sofa ruang tamu sedang bermain handphone.
Tek...tek..tek..
Aji berjalan melewati Mei yang sedang duduk di sofa itu.
"Hei kak Aji! Baru pulang ya? dari mana aja kak tidak nampak satu malam ini? Aku sudah menelepon Ayah agar menyuruhmu pulang, tetapi kakak baru saja pulang." Mei berdiri dari sofa dan menghampiri Aji.
"Sudahlah Mei, kakak dari rumah teman kakak, ada makanan tidak di meja makan? Kakak lapar ni! Mau istirahat nanti selesai mandi dan makan." Aji berjalan pergi ke kamar mandi.
Mei yang kesal pun membiarkan kakaknya itu pergi untuk mandi dan Mei pergi ke kamarnya untuk menonton film kesukaannya yaitu drama korea.
Aji pun mandi dengan senang hati, selesai mandi ia pun pergi ke meja makan untuk makan siang.
Setelah Aji selesai makan siang, Aji pergi ke tempat tidurnya untuk istirahat kembali.
Setelah duduk beberapa menit di kamar, Aji pun tertidur karena merasa cukup lelah.
Zz...
Aji tertidur pulas.
Mei tidak memperdulikan kakaknya itu, karena Mei juga sudah dekat dengan seorang lelaki yang selalu memberikannya perhatian.
Saat menonton drama korea, Umar selalu saja mengajak Mei untuk chat lewat instragram.
Mei selalu saja merespon chat Umar dan juga saat Umar chat Mei, ia jadi tidak terfokus dengan filmnya, biasanya Mei sangat serius untuk menonton filmnya itu, tetapi semenjak ada Umar yang selalu memberikan dirinya perhatian ia pun tidak merasa kesepian.
__ADS_1
Triririring.....
Triririring....
Suara handphone Aji berdering.
Tidak ada jawaban oleh Aji yang suaranya teleponnya berdering, ayahnya sangat marah karena Aji tidak merespon telepon ayahnya. Aji yang sedang tertidur tidak mendengar telepon tersebut.
Tririring....
Tririring....
Suara telepon Mei berbunyi.
"Halo yah, ada apa?" tanya Mei.
"Mei dimana kakak kamu Aji? Coba berikan telepon ini dengannya," ucap ayah.
"Kak Aji sedang tidur di kamarnya yah, baiklah aku akan memberikan telepon ini kepadanya yah," ucap Mei.
Mei pun berjalan keluar dari kamarnya menuju kamar Aji. Saat Mei masuk, ia melihat Aji sedang tertidur dengan pulas. Mei pun segera membangunkan Aji dari tidurnya.
Kak Aji bangun....
Kak Aji bangun....
"Ada apa si Mei, kok kamu berisik banget si?" ujar Aji.
"Ini ada telepon dari ayah, ia menyuruhku untuk membangunkan kamu, ayah ingin bicara dengan kakak," ucap Mei.
Aji pun segera duduk dan mengambil telepon Mei untuk berbicara kepada ayahnya.
"Halo yah, ada apa yah.?" tanya Aji.
"Kamu dari mana saja ha?......kenapa kamu tidak pulang semalam?.....adikmu Mei kenapa kamu tinggalkan sendirian di rumah?....Mulai besok kamu tidak boleh bawak mobil, seenaknya saja kamu memakainya dan tidak pulang lagi. Ayah tidak mau tau kamu harus jaga adikmu di rumah, jangan keluyuran saja seperti anak tidak dididik orang tuanya, jika Mei mengatakan kamu masih sana keluyuran, ayah tidak akan segan-segan denganmu." Ayah marah kepada Aji dengan penuh emosi.
"Baiklah yah," ucap Aji.
Tut..tut..tut...
Aji langsung menutup teleponnya.
"Sudan sana Mei kembali ke kamar kamu, kak Aji mau tidur kembali, nanti sore kita makan bersama, maafkan kakak yang meninggalkanmu sendirian di rumah semalam.
...Hari keempat Bersama Mei Di Rumah...
Mei kembali ke kamarnya dan mengunci pintu Aji kembali dan membiarkannya untuk tidur.
Aji sangat kelelahan saat itu jadi dia tidak memperdulikan apapun, Mei yang melihat kakaknya seperti itu merasa bosan tidak ada teman dirumahnya yang biasanya ia ajak untuk menonton sama di kamarnya.
__ADS_1
Mei pun yang sedang membalas chat umar agar tidak bosan mengajaknya untuk vidio call.
Umar yang sangat tertarik pada Mei ingin sekali bertemu dengan Mei secara langsung.
Saat mengobrol lewat vidio call, Umar mengatakan kepada Mei ingin bertemu di malam minggu hari.
Mei pun bingung dengan yang di katakan Umar, apakah kakaknya Aji akan mengijinkannya atau tidak.
Mei yang masih bimbang itu pun mengatakan kepada Umar bahwasannya ia akan mengabarinya sabtu sore hari.
Umar pun menunggu kabar dari Mei dan berharap bisa bertemu dengan Mei pada malam minggu nanti.
Mei bingung minta ijin kepada kakaknya Aji yang sedang tidur itu, ia takut bahwasannya kak Aji tidak memberikan ijin laki-laki datang main ke rumah.
Mei yang asik mengobrol dengan Umar pun tidak mengobrol tentang pertemuan lagi, karena Mei sudah mengatakan akan mengabarinya pada sabtu sore.
Singkat cerita mereka vidio call, Mei merasa sangat ngantuk. Mei pun mengatakan pada Aji ingin menutup teleponnya dan segera tidur.
Umar pun mengerti dan langsung menutup telepon mereka. Sesudah telepon di tutup, Mei pun ingin tidur.
Mei membuka baju dan juga celananya saat ingin tidur, ia hanya menggunakan tenktop dan kali ini ia tidur tidak menggunakan ****** ***** dan hanya menggunakan shot pendek saja.
Mei setelah selesai membuka pakaiannya pun segera tidur dan menyalakan AC agar dia tidak kepanasan.
Zzzzz...
Mei tertidur dengan lelap.
Jam pun berlalu, sore hari Aji sudah terbangun dari tidur siangnya itu, ia segera mandi dan sudah merasa sangat segar karena istirahat yang cukup.
Saat ia tertidur, ia bermimpi bersama Putri sedang berada di kamar dan melakukan seperti yang sudah di lakukan Putri. Dan akhirnya Aji tersadar bahwa ia mimpi basah.
Aji pun segera bergegas mandi dengan bersih untuk mengajak Mei membeli lauk untuk makan malam bersama.
Setelah Aji selesai mandi, ia pun berpakaian dengan rapi. Ia pergi menuju kamar adiknya Mei untuk mengajak Mei membeli lauk untuk makan malam.
Aji pun berjalan ke kamar Mei. Sesampainya di kamar Mei, kamarnya di kunci dari dalam oleh Mei yang sedang tertidur.
Tok..tok..tok
Mei...Mei...Oh..Mei...
Aji mengetuk pintu dengan keras sambil memanggil Mei.
Mei pun terbangun dan menjawab panggilan Aji tersebut.
"Mei segera mandi yah, kakak menunggumu di bawah, kita pergi beli lauk untuk makan malam." ucap Aji.
"Baiklah kak," ucap Mei.
__ADS_1