
Mei pun berjalan menuju tempat tidurnya tersebut, Iya langsung lompat dan segera tidur dan menutup dirinya menggunakan selimut.
Aji pada saat itu tidak senang dan juga sangat-sangat emosi. Dengan cepat Aji menghampiri Mei yang langsung naik ke atas tempat tidur dan menutup dirinya menggunakan selimut tersebut.
Aji pun langsung menarik selimut milik Mei yang sedang digunakannya, Iya langsung dengan tegas bicara dengan Mei yang saat itu juga sudah emosi karena sangat lelah dan juga ngantuk.
"Hey Mei, duduk kamu dulu kakak ingin bicara denganmu, Kamu kenapa sekarang menjadi pembangkang kepada kakak, hanya karena masalah Secangkir Kopi saja kita jadi ribut begini." Aji menarik Mei yang pada saat itu sudah tidur menggunakan selimut dan menyuruhnya untuk duduk.
"Ada apa lagi sih kak Aji, Tolonglah berikan Mei istirahat, sebentar lagi ayah dan ibu akan datang, Jadi berikan dulu mei untuk istirahat agar Mei bisa tenang." ucap Mei.
Kamu sekarang jadi melawan kepada kakak,gara-gara Secangkir Kopi saja kamu tidak mau membuatnya dan juga bicaramu sangat lantang dan juga keras, kakak tidak suka kamu begini." Emosi Aji meluap-luap kepada Mei.
"Sudahlah Kak, Pergilah dari kamar Mei, Mei ingin istirahat jangan ganggu Mei lagi." Mei mendorong Aji yang pada saat itu duduk di atas tempat tidur Mei, dan Aji pun terjatuh dari tempat tidur tersebut.
Aji pun tidak terima karena ia didorong dengan kuat dan sampai terjatuh, dia dengan cepat menarik Mei yang pada saat itu di atas tempat tidur, dengan cepat ia menarik tangan Mei dan ingin melakukan hal kasar.
Tok..tok..tok..
Suara ketukan Pintu.
Ayah dan ibu Mei pun telah sampai di rumah mereka. Pada saat itu sudah pukul jam 08.00 pagi sekitaran hampir jam 09.00.
Ibu Mei langsung mengetuk pintu dengan kuat. Sementara itu Ayah Aji sedang melihat-lihat mobilnya.
Tok..tok..tok
Ibu Mei terus mengetuk pintu tetapi tidak ada jawaban dari rumah, Karena pada saat itu Mei dan juga Aji sedang melakukan cekcok dan adu mulut di dalam kamar Mei.
Karena tidak ada jawaban dari Mei dan juga Aji, ibu Aji pun mengambil kunci Serap yang mereka bawa.
__ADS_1
"Ayah, tolong ambilkan kunci rumah kita yang berada di mobil, ini anak-anak tidak ada jawaban, dari tadi mami sudah Menggedor-gedor pintu tetapi sepertinya tidak ada orang di dalam." Ucap Ibu Haji yang sedang berdiri di depan pintu dan memanggil Suaminya.
"Baiklah tunggu sebentar akan aku ambilkan." Saut Ayah Aji dan pergi ke dalam mobil untuk mengambil kunci serap rumahnya.
Ayah Aji pun membuka pintu mobil dan mengambil kunci serap rumahnya yang ada di dalam mobil tersebut.
"Ini kuncinya Mami, ya sudah buka saja pintunya, Siapa tahu anak-anak tidak ada di dalam." ucap Ayah Aji.
Ibu aji dan Mei langsung membuka pintu rumah mereka, dan ayah dan ibunya pun segera masuk ke dalam rumah.
Saat kedua orang tua mereka masuk ke dalam rumah. Mereka berdiri di lantai 1 dan mendengar sebuah keributan dari lantai 2.
"Ada apa itu papi, Kenapa anak-anak sepertinya ribut di atas." ucap Ibu Mei.
"Tidak tahu, Mari kita lihat saja ke atas." ucap Ayah aji.
Tek..tuk..tek..tuk..
Ibu Aji pun langsung berjalan menuju kamar Mei.
Pada saat itu, aji dan Mei tidak tahu bahwa kedua orang tua mereka sudah sampai di rumah.
Mei dan Aji pun tetap melakukan keributan pada saat itu, Aji dengan emosi dan juga darah tingginya meluap-luap sampai tidak terkontrol dan menampar Mei.
Pada saat itu, kedua orang tua Aji dan Mei Sudah berada di depan pintu kamar Mei dan melihat aji melakukan tamparan kepada Mei tersebut.
Karena Ibu Mei melihat kejadian tersebut, dengan marah Ibu Mei langsung teriak dari luar pintu kamar Mei.
"Hey Aji, apa-apaan kelakuanmu itu kepada adikmu, Kenapa kamu menampar Mei." Ibu Mei masuk ke dalam kamar dan memegang tangan Aji.
__ADS_1
Dengan cepat Ayah Aji pun masuk ke kamar Mei, karena melihat kejadian tersebut, Ayah Aji pun marah dan membela Mei yang sudah ditampar oleh Aji.
"Aji, apa-apaan perbuatan kamu ini, kenapa kamu menampar Adikmu ini?" Tanya Ayah Aji.
Aji pun menjawab dengan kesal, ia sangat Marah karena Kejadian saat Mei mendorongnya dari atas tempat tidur hingga terjatuh.
"Dia yang salah ayah, dia mendorong Aji dari atas tempat tidur karena itu Aji menamparnya." ucap aji.
Karena Aji mengatakan hal sedemikian, Ayah Aji pun langsung menanyakan hal tersebut kepada Mei Apakah itu benar atau tidak.
"Mei, Apakah benar seperti itu kejadiannya, dan kenapa kamu mendorong kakakmu?" tanya Ayah Aji.
"Memang benar Mei mendorong Kakak, tetapi ayah Mei sangat lelah dan juga ngantuk pada saat itu, Mei habis membersihkan seluruh rumah dan kakak hanya mencuci mobil saja, kakak ingin menyuruh Mei untuk membuatkan Secangkir Kopi tetapi pada saat itu Mei sudah sangat lelah dan tidak mau, Jadi Kakak Aji memaksa Mei untuk membuatkan kopi dan menarik Mei dari tempat tidur hingga Mei berdiri, tentu saja Mei tidak mau dan mendorongnya hingga terjatuh." ucap Mei.
Ayah Aji pun yang mendengar perkataan tersebut marah kepada Aji yang melakukan perbuatan kasar kepada adik perempuannya.
Ayah Aji langsung emosi mendengar penjelasan dari Mei tersebut, Ayah Aji pun langsung menampar Aji dengan keras.
Cetar....
Suara tamparan.
"Apakah begini caramu minta tolong kepada adikmu, Kenapa kamu melakukan hal demikian Aji, Apakah kamu tidak bisa membuat kopi sendiri Adikmu sudah lelah membersihkan rumah kamu malah emosi dan malah menamparnya karena ia tidak mau kamu suruh." Ayah Aji menampar Aji dan memarahinya.
"Apa-apaan Ayah menampar Aji dengan keras, Jika ayah tidak senang dengan Aji dan malah memberikan kasih sayang lebih kepada Mei Dan mulai saat ini Aji akan keluar dari rumah." Dengan lancang Aji mengeluarkan suara keras dan pergi dari kamar.
Ayah Aji pun tidak tahan dan emosi pada saat itu dan ia pun langsung memarahi Aji dengan suara lantang.
"Ya sudah, Jika kamu ingin keluar dari rumah ini silakan saja keluar, Ayah tidak suka dengan kelakuanmu yang kasar itu silahkan kamu hidup mandiri di luar sana." Ayah Aji berteriak dari lantai 2 dan pada saat itu aji sedang berjalan menuruni tangga.
__ADS_1
Aji pun pergi ke kamarnya dan berkemas-kemas pakaian yang ia punya dan ia pergi dengan tegas.