Adik Tiri Wanita Pemuas Nafsu

Adik Tiri Wanita Pemuas Nafsu
Hari pertama Aji keluar dari rumah


__ADS_3

Zulfan pun menceritakan tentang Aji kepadanya, Adi dengan bersedia mendengarkan perkataan Zulfan tersebut, apalagi Zulfan itu adalah sahabat akrabnya.


"Jadi begini Adi, ada teman lamaku datang di rumah untuk tinggal disitu, ia telah keluar dari rumahnya karena ada keributan dalam rumahnya, namanya adalah Aji, apakah boleh kamu memberikan pekerjaan untuknya adi? Agar ia mempunya uang untuk biaya makannya, susah juga kan kalau dia hanya menumpang di rumah aku saja." ucap Zulfan kepada Adi.


Adi yang mendengar perkataan Zulfan tersebut sangatlah segan kalau menolak permintaan temannya tersebut.


Jadi Adi pun mencoba untuk membantunya hari itu agar ia Adi dan Zulfan tetap menjalin hubungan baik.


"Ya sudah Zul, besok Suruh saja ia datang menemui diriku pada pukul 12 siang hari, berikan kepadanya nomor teleponku agar ia bisa menghubungiku besok ya Zul, aku akan coba ia aku pekerjakan menjadi pelayan disini Zul, memang gajinya tidak terlalu besar," tutur Adi.


"Terimakasih banyak Adi, kamu sudah sangat membantu, besok aku akan katakan kepada Aji besok untuk datang ke KTV milikmu ini." ucap Zulfan.


Setelah melakukan pembicaraan dengan Adi, Zulfan pun berpamitan dengan Adi untuk segera pulang dan menginformasikan kepada Aji bahwa temannya Adi bisa membantunya untuk bekerja.


Setelah berpamitan dengan Adi, Zulfan pun langsung pergi membawa mobilnya untuk menuju ke rumah Zulfan.


Brum.


Suara mobil berjalan.


Hari sudah mulai sore, Zulfan pun telah sampai di rumahnya dan Melihat Aji sedang duduk di depan teras dengan menikmati secangkir kopi yang ia buat sendiri di rumah Zulfan.


Melihat Aji yang sedang menikmati secangkir kopi, Zulfan pun menggelengkan kepala, karena Aji seperti menganggap semua itu bagaikan miliknya dan tidak bayar.

__ADS_1


Zulfan pun langsung turun dari mobilnya setelah ia memarkirkannya di depan rumahnya, ia pun langsung turun dan duduk di samping Aji.


"waduh..Enak banget Aji ngopi sore-sore begini, sendirian aja ini ngopinya kok tidak buat 2 sih bro.?" Zulfan basa-basi dengan Aji.


"Maaf maaf zul, tadi aku tidak lihat kamu di dalam rumah, jadi aku membeli satu kopi saja kebetulan uangku masih ada sekitar 300.000 lebih." ucap Aji.


"Oh iya zul, Ini aku kasih 200 untuk kamu karena aku tinggal di tempat kamu untuk sementara waktu, jika aku nanti sudah bekerja di tempat temanmu aku akan membayar lagi uang makan serta tempat tinggal di sini, Maaf hanya segini dulu, aku harus mempunyai pegangan zul untuk sementara, Oh iya Jul jika ingin kopi biar aku belikan untukmu biar aku buatkan juga." Aji memberikan uang kepada Zulfan yang sedang duduk di sampingnya.


"Waduh... waduh.. Bro, udah udah jangan repot-repot nanti aku buat kopi sendiri aja, Oh iya ngomong-ngomong soal kerjaan tadi kamu beruntung Bro" saut Zulfan.


"Kebetulan tadi aku sudah pergi ke tempat temanku yang mempunyai sebuah tempat karaoke, Aku sudah berbicara dengannya Aji, mengenai kamu yang sedang butuh pekerjaan dan butuh uang, aku mengatakan kepadanya semua tentangmu dan juga termasuk salah satu kamu juga orang sepertiku yang mempunyai segalanya. Tadi ia mengatakan kepadaku ingin membantu dirimu, tetapi gaji di tempat ia punya sangatlah kecil mudah-mudahan kamu mau menerima pekerjaannya untuk sementara waktu." Ucap Zulfan kepada Aji yang sedang duduk meminum Secangkir Kopi.


"Tidak apa-apa Zul, aku berterima kasih sekali kepadamu kapan aku bisa mulai bekerja?" tanya Aji.


"Baiklah zul, Terima kasih banyak kamu telah membantuku untuk sementara waktu ini." jawab Aji.


"Oke sama-sama Aji, Semoga kamu semangat kerjanya Bro walaupun gajinya Tidak besar dan tidak semudah meminta uang kepada orang tua. Aku sarankan kamu kerja yang bagus jangan terlibat perkelahian seperti pekerjaan kemarin yang ada di tempat Putri" ucap Zulfan.


"oke bro, aman lah kalau itu" jawab aji.


"Oke Bro Aku tinggal dulu sebentar ya, aku ingin membeli kopi, masa kamu minum kopi aku tidak." Zulfan pergi sambil mengucapkan kata-kata tersebut.


Setelah melakukan pembicaraan dengan Aji, Zulfan pun pergi membeli kopi di warung.

__ADS_1


Aji pun mulai berangan saat ia duduk di teras dengan secangkir kopinya, Iya memikirkan rumahnya dan juga adiknya serta kedua orang tuanya.


"Apakah mereka tidak mencari diriku" ujar Aji.


Aji berfikir bahwa ia tidak dicari, sepertinya keluarganya tidak peduli kepada dirinya.


Di sisi lain, di dalam rumah Aji, Ayah aji merasa bersalah karena telah mengusir Aji dengan emosi, ia menyesal bahwa Aji telah keluar dari rumah.


Sementara itu, waktu cuti yang digunakan oleh ayah Aji hanyalah dua hari, Jika Aji belum pulang juga selama 2 hari itu sangat sulit baginya untuk meninggalkan anak perempuannya yaitu Mei sendirian di rumah, jadi ayah Aji pun bingung pada saat itu masih hari pertama Aji keluar dari rumah Ia pun ingin mengambil solusi.


Ayah Aji pun mengusulkan kepada pihak perusahaan yang ia miliki bahwa ia ingin mengambil cuti lagi karena ada kepentingan keluarga yang sangat merepotkan.


Mei pada saat itu juga menyesal karena telah marah dan kesal kepada kakaknya tersebut, hanya bisa berdiam diri di kamar sambil menonton film kesukaannya yaitu drama Korea.


Mei pun begitu rindu kepada kakaknya baru satu hari ditinggal di rumah, Ia pun langsung ngechat lewat Whatsapp dan juga Instagram kepada kakaknya tersebut.


Iya bertanya-tanya kepada Aji melalui media sosial Kapan ia pulang ke rumah Jika ia pulang Ayah tidak akan memarahinya lagi.


Tidak ada respon dari Aji walaupun Mei langsung ngechat lewat dari Instagram maupun WhatsApp, Aji pada saat itu tidak mempunyai uang Untuk membeli kuota internet, Iya tidak memiliki akses internet sama sekali makanya tidak ada kabar sama sekali oleh Aji.


Ayah Aji pun melakukan pembicaraan dengan istrinya, ia membiarkan Aji dengan jangka paling lama 1 minggu jika Aji juga belum pulang mereka akan mencarinya Apakah Aji bisa bertahan satu minggu di luar sana tanpa kiriman dari orang tua.


Pembicaraan oleh ayah Aji dengan istrinya dilakukan dengan cara tenang hati, mereka mengusulkan hal tersebut agar anaknya pun bisa mandiri di luar sana, Jadi jika memang benar-benar Aji belum pulang juga mereka akan mencarinya dan menyuruhnya untuk menjaga Mei di rumah serta mencarikannya pekerjaan Jika dia memang benar-benar bisa mandiri.

__ADS_1


__ADS_2