
Aji awalnya sudah beralasan ingin menanyakan kerja di tempat putri bekerja, jadi ia punya alasan kenapa sangat larut malam pulang.
Aji pun segera membawa mobil dan mengajak Zulfan pulang malam itu dengan kondisi setengah mabuk.
Aji mengantarkan Zulfan kerumahnya terlebih dahulu, lalu ia pulang. Aji menyetir mobil dengan sangat kencang pada malam itu.
Karena Mei sudah menunggu di rumah, Aji buru-buru segera pulang.
Aji sampai di rumah pada pukul 03.00 pagi, Mei masih saja menunggunya waktu itu di rumah karena dia Khawatir akan Aji.
Sesampainya di rumah, Aji langsung memasukkan mobil ke dalam garasi rumah, Ia pun segera bergegas masuk karena Mei sudah menunggunya.
"Hei kak Aji, lama sekali kamu pulangnya katanya cari kerja tapi kenapa pagi begini baru pulang." Mei menghampiri Aji yang sedang berjalan.
"Iya Mei, Soalnya Kakak ngobrol dulu sama yang punya kerjaan kayak mana cara kerjanya dan Berapa gajinya banyak yang harus dibicarakan terlebih dahulu Mei." Aji berjalan sambil berbicara dalam keadaan setengah mabuk.
"Ya sudahlah kak Aji, ayo tidur sama Mei di kamar Mei sekarang." Mei memegang tangan Aji dan mengajaknya tidur di kamarnya.
Sesampai di kamar Mei, Mei langsung membuka pakaiannya dan kali ini dia tidur menggunakan tenktop dan juga celana shot pendek.
Aji pada malam itu sudah setengah mabuk dan ia juga tidak jadi bermain dengan Putri malam itu.
Saat melihat Mei membuka bajunya dan juga celananya, ia melihat Mei menggunakan tenktop dan juga celana short pendek, Aji langsung melotot melihatnya menggunakan hasrat yang sangat tajam.
Hasrat nafsu Aji pun meronta-ronta malam itu melihat adiknya yang seksi dan bohay itu, ia memandangnya dengan penuh nafsu.
Walaupun pada malam itu Aji nafsu, ia masih ingat bahwa itu adiknya, Ia pun menunggu adiknya sampai tertidur.
Saat Mei sudah melepaskan pakaiannya, Ia pun bergegas naik ke tempat tidur dan segera tidur.
Aji pada saat itu keluar dari kamar Mei, Ia turun ke lantai 1 untuk mengambil air mineral dingin.
Aji yang mengambil air mineral itu pun naik ke kamar Mei dan meminum air mineral tersebut beberapa botol.
__ADS_1
Tidak terasa malam itu sudah jam 03.30 pagi. Mei pun tertidur lelap malam itu karena ia sangat mengantuk menunggu Aji.
Aji yang sudah meminum beberapa botol air mineral dingin, ia merasakan kepalanya sudah tidak terlalu pusing saat itu.
Pada malam itu, Aji melihat Mei tertidur tidak menggunakan selimut. Aji pun berdiri setelah ia selesai duduk minum air dingin.
Aji berjalan menuju Mei yang sedang tertidur ingin memakaikan selimut kepada Mei.
Saat Aji mengambil selimut dan ingin memakaikannya kepada Mei, Aji melihat ada segitiga dan di tengah-tengahnya terbentuk garis khatulistiwa.
Melihat Kepunyaan Mei pada malam itu, ia langsung tidak bisa mengontrol nafsunya malam itu.
Aji pun tidak jadi memakaikan selimut kepada Mei tersebut, ia malah melihat Mei yang sedang tidur terbaring lurus malam itu dan melihat bentuk segitiga kepunyaan Mei.
Mei adalah wanita yang masih perawan. Aji berfikir bahwa ia belum pernah merasakan perawan. Aji hanya beberapa kali bermain dengan Putri saat ia sedang keadaan mabuk.
Aji berdiri di bawah kaki Mei, Iya terus memandangi Mei dengan penuh nafsu malam itu.
Aji tidak tahan malam itu langsung saja membuka celananya, Ia juga membuka bajunya malam itu.
Karena sebelumnya ia gagal bermain dengan Putri malam itu jadi saat melihat Mei yang sedang tidur terbaring Ia Melihatnya dengan penuh nafsu.
Setelah Aji membuka pakaiannya, si Ucok yang berdiri tegak pun Langsung dikocok oleh Aji.
Aji memandangi Mei yang sedang tertidur sambil melakukan cabang olahraga lima jari malam itu.
Aji tidak puas dengan melakukannya sendiri malam itu, ia pun memegang gunung punya Mei malam itu agar nafsunya semakin meronta-meronta.
Sambil melakukan cabang olahraga lima jari, Aji meremas gunung punya mei malam itu dengan sangat kuat tetapi Mei tidak terasa sama sekali.
Melihat Mei yang tidak terasa sama sekali, ia pun berpikir untuk membuka perawan Mei malam itu.
Saat dia berencana ingin membuka perawan Mei malam itu, Aji yang meremas dada Mei malam itu, Tidak tahan karena ia sambil melakukan cabang olahraga lima jari.
__ADS_1
Aji pun berdiri sambil jegang karena nafsunya udah sangat tinggi. Iya tidak tahan ingin segera mengeluarkan tembakan yang sangat dahsyat.
Saat Aji berjalan ingin membuka celana short milik Mei malam itu, ia tidak tahan karena sambil berjalan ingin membukanya sambil melakukan cabang olahraga lima jari.
Masih saja dia ingin membukanya dan tiba-tiba saja Aji mengeluarkan tembakan.
****.....
Tembakan Aji muncrat sampai ke perut.
Aji pun merasa lega dan tidak jadi membuka perawan Mei malam itu Karena dia sudah muncrat.
Aji yang sudah mengeluarkan tembakan malam itu pun merasa lemas dan merasa lega Ia pun langsung Segera berbaring tidur di tempat tidur itu tanpa menggunakan busana.
Sangat nikmat ia rasakan tidur dengan keadaan lega, Ia juga merasakan dinginnya suasana malam itu membuat tidur sangat nyenyak.
Pada malam itu Aji tidur tidak menggunakan busana, sedangkan Mei tidur tidak menggunakan pakaian kaos ataupun pakaian tidur, ia hanya menggunakan tenktop dan juga celana short pendek.
Mereka pun tidur malam itu tetapi itu juga sudah pagi hari karena sudah pukul 04.00 subuh.
Pagi hari pun berlalu, mereka masih saja tidur Hingga jam 10.00 pagi belum juga bangun.
Karena efek dari mereka tidur lama, mereka pun bangun sangat lama pagi itu.
Pukul 11.00 Aji terbangun dari tidurnya dan ingin buang air kecil ke kamar mandi.
Aji yang terbangun terlihat kaget karena ia tidak menggunakan busana pada pagi hari itu, ia pun buru-buru langsung menggunakan pakaiannya karena dia mengingat semalam Ia tidur memang tidak menggunakan busana.
Aji beruntung pagi itu Mei belum kunjung juga bangun dan tidak mengetahui kelakuan Aji pagi itu yang sudah tidak menggunakan busana.
"Untung saja Mei belum bangun, Jika dia bangun lebih awal dari aku sudah pasti aku ketahuan bahwa sedang melakukan hal tidak baik dengannya." Aji berbicara sendiri sambil menggunakan pakaiannya dan berjalan ke kamar mandi untuk segera buang air kecil.
Sesudah Aji buang air kecil, Ia pun kembali ke kamar Mei dan tidur kembali mereka belum juga sarapan pagi pada saat itu dan kembali tidur lagi bersama.
__ADS_1