
Mei merasa sangat senang karena Aji telah mengajaknya melihat-lihat di kebun binatang. Mei senang bisa berfoto dengan binatang-binatang yang ia sukai.
Setelah Aji dan Mei selesai mengelilingi kebun binatang menggunakan skuter, Aji yang sudah sangat tegang pada situasi itu pun menyuruh Mei untuk pergi ke mobil.
"Mei ke mobil aja dulu ya, kakak ingin ke kamar mandi buang air besar." Aji menahan sesak buang air besar tetapi itu hanyalah akting agar Mei pergi dahulu ke mobil.
"Oke kak Aji, jangan lama-lama ya, Mei sudah lapar soalnya." Mei pergi berjalan menuju mobil.
Melihat Mei sudah pergi berjalan ke luar pintu kebun binatang, Aji langsung saja berjalan menuju kamar mandi umum di kebun binatang.
Sesampainya di kamar mandi, Aji yang sudah tidak tahan dengan hasratnya pun mengunci pintu kamar mandi. Aji membuka celananya dan juga ****** ***** dan duduk di toilet.
Aji pun membuang hasratnya di toilet karena sudah tidak tahan saat bersama Mei naik skuter mengelilingi kebun binatang.
"Ah...Mei sangatlah bagus body kamu, Kalau saja kamu tidak adikku, Aduh.. Langsung saja la tanpa mikir lagi." Aji membuang hasrat dan duduk di toilet sambil membayangkan Mei.
Setelah selesai membuang hasratnya di dalam toilet, Aji dengan gagahnya keluar dari kamar mandi umum tersebut. Dia berjalan dengan rasa lega.
Aji yang sudah selesai dengan pembuangan hasratnya itu, ia selalu saja membayangkan adiknya Mei yang sangat cantik dan juga ****.
Aji pun berjalan menuju mobil, Sesampainya di mobil, Aji melihat Mei yang sudah menunggu dan juga merasa lapar.
"Lama banget si kamu kak Aji, Aku sudah lapar tau! Kebiasaan banget deh lama-lama kalau di tungguin." Mei merajuk kepada aji dan menolah ke luar kaca mobil.
"Iya-iya maaf Mei, mari kita makan di cafe, kamu boleh pesan apa yang kamu mau." Aji menyetir mobil menuju cafe.
Mereka berdua pun makan di cafe dengan memesan menu 2 nasi goreng dan 2 jus alpukat serta air mineral.
Selesai makan mereka berdua pun pulang untuk istirahat. Pada saat sudah di rumah, Aji yang merasa gerah pun mandi setelah memarkirkan mobil.
Mei pun sesampainya di rumah langsung mandi juga agar bisa istirahat setelahnya.
Setelah keduanya selesai mandi, mereka pun beristirahat di kamar masing-masing. Kali ini Aji tidak berfikir kotor untuk mengintip adiknya itu atau apapun.
__ADS_1
Aji yang sudah merasa puas telah membuang hasratnya di kebun binatang sore tadi pun merasa kelelahan. Aji pun beristirahat dan begitu juga dengan Mei.
...Hari Ketiga Bersama Mei...
Keesokan paginya, Mei bangun dari tempat tidurnya dan segera mandi di pagi hari.
Mei yang sudah selesai mandi di pagi hari langsung menuju dapur untuk masak.
Mei memasak nasi goreng untuk sarapan paginya dengan Aji. Saat sedang ingin masak, Mei membangunkan Aji terlebih dahulu agar ia mandi.
Mei pun membangunkan Aji di tempat tidurnya. Aji yang sudah di bangunkan Mei pun langsung mandi karena Mei menyuruhnya.
"Selesai mandi ke meja makan yah kak Aji, kita makan bareng dulu, aku ga mau pergi jalan-jalan kali ini, mau rebahan saja kak," ucap Mei.
"Baiklah Mei," Ucap Aji.
Setelah membangunkan Aji, Mei pun langsung memasak nasi goreng untuk sarapan pagi mereka berdua.
Mereka berdua pun sarapan pagi bersama-sama. Setelah selesai sarapan pagi dan membereskan bekas sarapan mereka, Mei pun pergi menuju kamarnya untuk rebahan dan mengunci kamarnya.
...Mei berkenalan Dengan Pria...
Mei duduk di kamar sambil bermain aplikasi instagram. Banyak pria yang ajak Mei mengobrol lewat chat, tetapi dia jarang meresponnya.
Mei yang sudah merasa dewasa pun akhirnya memutuskan mencari pacar lewat sosial media nya di instagram.
Mei merespon para laki-laki yang ada di room chat yang ia punya, sampai pada akhirnya ia berkenalan dengan pria tampan yang bernama Umar.
Setelah panjang lebar chat, Umar dan Mei pun vidio call dan mengobrol satu sama lain.
Saat Mei vidio call dengan Umar, Mei tertarik dengan Umar karena ia memiliki wajah yang tampan. Umar juga bekerja sebagai operator di salah satu pabrik.
Umar yang juga tertarik dengan Mei saat vidio call mengajak Mei untuk bertemu jika Mei mempunyai waktu.
__ADS_1
Mei tidak keberatan bertemu dengan Umar, tetapi Mei mengatakan jika ingin bertemu, Mei harus pergi dengan kakaknya Aji. Umar yang tidak keberatan dengan perkataan Mei tersebut pun mau dan membuat jadwal untuk bertemu.
Cukup lama mereka mengobrol melalu handphone, sampai pada akhirnya obrolan pun di selesaikan.
Mei yang sudah selesai mengobrol dengan Umar merasa ingin menonton drakor film korea sambil memakan cemilan.
Mei yang sangat malas bergerak pun menelepon kakaknya Aji yang berada di kamar bawah.
Tririring...Tririring....
Suara telepon berdering.
"Halo, ada apa Mei menelepon kakak! Kan bisa panggil saja dari atas?" tanya aji.
"Hehe, iya kak, sorry ya kak. Mei sedang malas banget keluar kamar pengennya rebahan aja, kakak Aji bisa tolong belikan cemilan di supermarket dan juga minuman-minuman segar, Mei pengen nonton drakor tapi tidak ada cemilannya kak. Tolong yah kak belikan dulu pakai uang kakak nanti kalau tidak ada uang lagi kita minta kirim ayah saja," ucap Mei.
"Aduh Mei, kakak juga malas gerak ini. Tapi yah sudahlah, bentar kakak keluar panaskan mobil biar kakak beli cemilannya deh," ucap Aji.
"Makasih banyak kakak Aji yang tampan." Mei merasa senang karena Aji mau membelikannya cemilan.
Aji pun pergi membeli cemilan di supermarket terdekat. Aji mengendari mobil sendirian. Sesampainya di supermarket, Aji membeli beberapa makanan ringan dan minuman-minuman dingin.
Aji pun pulang setelah selesai membeli cemilan untuk Mei, Saat sudah sampai di rumah, Aji langsung saja mengantarkan cemilan yang di pesan Mei ke kamar Mei.
"Ini cemilan yang kamu pesan Mei, manja banget si ah," ucap Aji.
"Hehe..Makasih banyak kak Aji yang tampan, sinilah kita nonton film bareng!" ajak Mei.
"Tidak Mei, kakak ingin istirahat saja di kamar, nanti malam kakak ada acara soalnya sama teman-teman kakak. Jadi nanti malam kakak akan pulang malam Mei," ucap Aji.
"Kak Aji ingin pergi kemana, Mei boleh ikutkan dengan kak Aji, bosan tau sendirian di rumah saja," ujar Mei.
"Tidak Mei, kakak pergi dengan teman laki-laki, tidak ada satu pun perempuan, jadi Mei di rumah saja ya istirahat." Aji pergi dari kamar Mei menuju kamarnya.
__ADS_1