
Aji dan Putri pun pergi menuju tempat kerja Putri dan ini hari pertama Aji bekerja di tempat kerjanya Putri.
Sesampainya di tempat kerja putri, putri pun memberitahu cara kerja di bar tersebut, Putri mengajari mulai dari merapikan susunan meja, mengelap meja serta cara membuat minuman.
Pada malam hari, beberapa pengunjung datang ke bar hanya untuk minim dan karaoke sementara saja.
Ada juga beberapa pengunjung yang datang untuk menyewa satu room, Dan ada juga pelanggan yang hanya minum, dan juga ada panggang yang hanya Karaoke saja.
Di bertempat Putri bekerja, ada juga hotel di sampingnya untuk orang menginap.
Malam hari pun tiba, banyak pengunjung yang datang ke bar untuk berjoget dan juga untuk meminum minuman beralkohol, mereka semua mencari kesenangan pada malam hari yaitu orang-orang yang tidak mempunyai kegiatan sehari-harinya.
Malam itu, malam pertama Aji bekerja di bar tersebut, Aji merasa ia bisa mengawasi Putri di bar tersebut.
Aji bekerja sebagai pelayan yang mengantar minuman-minuman serta apa saja yang dipesan oleh pengunjung yang datang ke bar, Putri juga demikian menjadi seorang pelayan minuman minuman keras dan juga Putri mempunyai pekerjaan khusus.
Malam itu ada 4 orang lelaki yang duduk di meja nomor 6, mereka semua adalah pria-pria tampan dan juga berduit.
Putri yang bekerja sebagai waiters, mempunyai pekerjaan khususnya, yaitu pekerjaannya sebagai penghibur malam.
"Hai pelayan, tolong bawakan beberapa soju untuk meja nomor 6, Kami ingin meminum minuman yang sangat nikmat malam ini untuk bersenang-senang" ucap pengunjung itu.
"Baiklah, aku akan segera membawanya ke meja nomor 6" ucap Aji.
Aji pun mengambil beberapa minuman yang dipesan oleh pengunjung tersebut, Ia pun segera mengantarkannya kemeja nomor 6 ada beberapa pemuda di situ yaitu pemuda-pemuda yang sangat banyak duitnya.
Empat pemuda-pemuda itu duduk dengan Gayanya yang sangat sombong, Mereka ingin bersenang-senang malam itu dan ingin bermain dengan wanita-wanita di bab tersebut.
Malam itu, 4 dari pria yang duduk di meja nomor 6, menghampiri Bos pemilik bak tersebut.
__ADS_1
"Hey bos, tolonglah berikan kami beberapa wanita-wanita cantik, Kami ingin menghabiskan waktu malam ini dengan wanita-wanita yang kau punya, Tolong berikan kemeja nomor 6 untuk bersenang-senang bersama kami." Pria itu memberikan uang tips kepada bos untuk memberikan wanita-wanita kepada mereka yang sedang duduk di meja nomor 6.
Bos yang menerima uang tip tersebut, langsung saja memanggil 2 orang waiters yaitu putri dan juga dinda.
Para wanita yang bekerja di bar tersebut bukan hanya sekedar menjadi pelayan saja. Wanita-wanita yang bekerja di bar itu mempunyai pekerjaan spesial seperti melayani pelanggan.
Saat Putri dan Dinda dipanggil oleh Bos pemilik bar, ia langsung menyuruh Dinda dan juga Putri untuk melayani para pelanggan yang ada di meja nomor 6.
Ya, tugas mereka adalah sebagai wanita penghibur untuk pria-pria yang datang ke bar pada malam itu yang sedang ingin happy-happy atau bisa juga disebut dengan party.
Setelah Bos menyuruh Dinda dan juga Putri untuk melayani meja nomor 6, 4 pria-pria itu langsung menggandeng putri dan juga Dinda di tengah-tengah tempat duduk mereka.
Para lelaki itu sedang minum-minuman beralkohol dan juga sambil menggandeng putri dan juga Dinda dan menyodorkan minuman kepada mereka sedikit demi sedikit.
Pada saat Aji sedang melayani pelanggan lain ia melihat Putri sedang digandeng oleh pria lain di tempat duduk meja nomor 6.
Aji yang melihat Putri sedang duduk dengan pria lain dan digandeng oleh pria lain tersebut, langsung emosi dan menatapi pria yang menggandeng Putri tersebut.
Apalagi putri adalah pacarnya Aji, ia mengawasi Putri pada saat itu sehingga dia sangat emosi pada malam itu.
Aji tahu bahwasanya kerjaan Putri memang menjadi seorang penghibur malam, Ia juga tahu bahwasanya Putri harus melayani pelanggan-pelanggan itu dan menghibur mereka untuk menarik perhatian pengunjung datang ke bab tersebut.
Aji selalu mengawasi Putri di meja nomor 6 tersebut, lama-kelamaan Aji melihat pria tersebut sudah lumayan mabuk, pria tersebut pun memegang-megang paha putri dan juga mencium pipinya.
Melihat hal seperti itu terjadi, Aji pun tidak tahan dengan emosinya tersebut.
Aji langsung berfikir untuk memukuli pria itu saat pulang nanti, Aji pun segera menelepon Zulfan untuk datang ke bar tempat kerja mereka.
"Halo Zulfan, ada sedikit tikus-tikus yang ingin aku bereskan di sini, aku tidak senang mereka sedang mempermainkan Putri di sini Zulfan Tolong kamu kemari bawa pasukan beberapa orang." Aji dengan penuh emosi menatapi pria yang sedang duduk bersama putri di meja tersebut.
__ADS_1
"Baiklah Aji, tiga orang saja cukup bukan! aku akan segera ke sana dengan teman-teman siapapun itu pasti kita bereskan" ucap Zulfan.
Zulfan pun membawa 3 orang temannya untuk datang ke bar tempat Aji bekerja tersebut, setelah memanggil temannya ia langsung saja menuju bar tersebut.
Jeb ajep ajep ajep ajep ajep ajep.
Suara musik DJ Mulai tinggi dan para pengunjung banyak yang sedang berjoget pada malam itu.
Para pria yang sedang duduk di meja nomor 6 pun ikut berdiri untuk joget dan mengajak putri dan juga Dinda berjoget di malam itu.
mereka berempat berjoget mengelilingi putri dan juga Dinda sambil memuaskan Malam itu untuk bersenang-senang.
Pria yang memegangi putri, selalu saja mencium Putri pada saat berjoget, Aji tidak tahan melihat kelakuan pria tersebut karena Aji adalah pacarnya Putri.
Aji tidaklah orang yang sembrono, ia menunggu Zulfan dan beberapa temannya untuk menghabisi mereka di luar nanti.
Pada saat pukul 03.00 pagi, tidak terasa musik DJ pun dihentikan, para pengunjung pun dipersilahkan untuk pulang karena musik gelang sepatu gelang sudah dimainkan.
Beberapa pengunjung pun pulang pada saat itu dan ada juga yang menginap di hotel di samping tempat bekerja orang Aji dan juga Putri.
Aji pun segera keluar dan Zulfan sudah menunggunya di parkiran kendaraan, ia langsung melihat pria yang sedang bersama putri tadi saat berjoget.
"Itu dia orangnya zul, Ayo segera kita bereskan!" Ajak Aji.
Aji dan teman-temannya pun langsung menghampiri pria-pria tersebut yang sedang mabuk duduk di parkiran kendaraan, Aji dan teman-temannya langsung memukuli mereka semua.
Gedebug gedebak kedebug gedebak kedebug.
Suara pengeroyokan Aji dan teman-temannya oleh pria yang sedang mereka incar.
__ADS_1
Perkelahian pun terjadi banyak orang yang menonton mereka berkelahi, mereka menarik perhatian pada malam itu.