Adik Tiri Wanita Pemuas Nafsu

Adik Tiri Wanita Pemuas Nafsu
Tipu Daya Aji


__ADS_3

Saat itu sudah pukul 02.00 siang, Aji yang duduk di depan gubuk teras Menikmati angin sepoi-sepoi ingin melihat Mei di dalam kamar sedang apa.


Setelah selesai memakan cemilan, Aji pun masuk ke kamar melihat adiknya tersebut.


Krecek.


Aji membuka pintu kamar gubuk tersebut.


Dan ternyata..........


Mei tertidur pada saat itu di dalam kamar gubuk tersebut. Aji yang melihat adiknya sedang tidur pulas, menutup pintu kamar dan ingin tidur di samping adiknya.


Aji pun langsung mengunci kamar gubuk yang mereka sewa, melihat adiknya yang sedang memakai baju terusan atau bisa juga disebut dengan daster seperti mirip-mirip daster begitulah, aji nafsu melihat adiknya yang tertidur pada saat itu.


Aji yang memandang adiknya sedang tidur, Iya memegang paha mei dan meraba-raba paha milik Mei yang sedang tertidur pulas, karena Mei saat itu sudah kenyang selesai makan siang hingga ia tertidur nyenyak.


Aji yang sudah pernah melakukan sebelumnya kepada putri, ingin melakukan kepada adiknya hingga Ia lupa diri.


Nafsu Aji yang sedang merazal, langsung meraba-raba paha Mei sedikit demi sedikit, Hingga pada akhirnya Aji memiliki barang hingga naik lurus tegak berdiri tetapi bukan bagaikan keadilan yang ada di negerinya.


Aji yang dikuasai oleh hawa nafsu, Ia pun lupa diri bahwa ia berada di dalam kamar bersama adiknya.


Karena nafsu sangat kuat merasuki dirinya, Aji pun meraba tangannya hingga masuk ke dalam baju terusan milik Mei dan meraba isi dalamnya.


Mei yang tertidur merasa geli pada saat itu, Mei yang pada saat itu tertidur pulas karena merasa geli, Ia pun terbangun dari tidurnya dan melihat kelakuan Aji tersebut.


Mei langsung terbangun dengan terkejut....


Saat itu tangan Aji berada di dalam baju terusan milik Mei yang saat itu ia tiba-tiba terbangun.


Arghh.......

__ADS_1


Mei berteriak dengan kencang.


"Hei kak Aji, apa yang sedang kau lakukan, Apa-apaan tanganmu ini segera menyingkir."


Mei marah dan memukul tangan Aji yang saat itu tertangkap basah sedang meraba bagian dalam Mei.


Aji langsung bengong saat itu ia berada dalam posisi jongkok, Ia pun langsung memikirkan cara untuk ngeles agar Mei tidak mengira terjadinya hal kotor yang ia lakukan kepadamu.


"Eh maaf Mei, Kakak tidak sengaja, kamu Jangan berpikir aneh-aneh ya, Kakak hanya melihat kecoa tadi berjalan di atas pahamu hingga masuk ke dalam kakak hanya ingin mengambil kecoa tersebut." Aji yang sangat panik tersebut melontarkan kata-kata untuk ngeles kepada Si Mei tersebut agar ia percaya bahwasanya Aji tidak melakukan hal kotor.


Mei yang mendengar ucapan kakaknya tersebut pun percaya, Ia pun mengira beneran ada kecoa di dalam bajunya tersebut dan memasuki baju dalamnya, ia langsung berdiri menghempas-hempaskan bajunya.


"ahrgg.... Kakak serius ada kecoa masuk?" Mei berdiri sambil menghempas-hempaskan bajunya.


"Ha, Itu dia, Itu dia,... Itu dia sudah berlari ke depan Mei tadi baru keluar dari baju kamu." Ucap Aji sambil membohongi Mei dan Aji pura-pura menangkap kecoa tersebut ke teras tempat mereka duduk awalnya.


"Mana sih, Kok mei tidak nampak ya kak.," tanya Mei.


Mei pun percaya dengan perkataan kakaknya tersebut, bahwa emang beneran ada kecoa yang masuk ke dalam pakaiannya, tetapi kenyataannya tidaklah ada kecoa dan dia hanya di bohongi tetapi Mei tidak menyadarinya.


Aji pun mengajak Mei untuk bermain banana boat di pantai saat itu agar ia mengalihkan sebuah topik pembicaraan.


"Mei, dari pada kita bersantai Di Dalam Gubuk, Bagaimana kalau kita lebih baik bermain banana boat di pantai." Ucap Aji kepada mi yang saat itu sudah terbangun.


"Baiklah Kak, itu ide yang bagus. Ya sudah, aku akan segera mengganti pakaian untuk berenang dulu" jawab Mei.


"Baiklah Mei" ucap Aji.


Aji pun keluar dari gubuk untuk menunggu adiknya berganti pakaian di dalam, Aji merasa kesal karena ia gagal untuk memuaskan nafsunya pada siang hari itu.


Aji yang sudah ke gila dengan nafsu pada siang hari itu,Ia pun tetap mencari cara untuk mencari celah agar bisa menyentuh Mei lagi.

__ADS_1


Pada saat itu barang Aji tetap masih berdiri. Aji pun membuat celah lobang kecil Di Dalam Gubuk untuk mengintip adiknya yang sedang berganti pakaian.


Karena ia gagal melampiaskan nafsunya kepada adiknya tersebut pada saat tidur, ia menghalalkan segala cara untuk mengeluarkan nafsunya tersebut.


Sesudah Aji membuat celah lobang yang sangat kecil Ia pun melengketkan bola matanya ke dalam lubang tersebut, Aji melihat Mei yang sedang ganti baju dan juga pakaian dalam.


"Wah....... Benar-benar sangat putih dan juga bersih. Jika diraba dan juga dipegang dielus-elus, pasti sangatlah halus." Aji mengintip sambil menggerakkan tangannya dengan senam olahraga lima jari.


Ah.....Ah.....


Nikmatnya pemandangan ini.


Dengan gerak cepat Aji melakukan senam tersebut Sambil memandangi adiknya Mei tersebut dari lubang kecil yang ia buat dari celah-celah gubuk.


Tidak lama Aji melihat adiknya tersebut, karena pada saat itu Mei hanya berganti pakaian hanya beberapa dalam beberapa saja.


Aji pun merasa tidak puas melihat adiknya tersebut, ia belum sempat mengeluarkan tembakan yang sangat tajam yang ia miliki.


Tidak lama kemudian, Mey pun segera keluar dari kamar gubuk tersebut karena sudah selesai berganti pakaian.


Aji pun dengan cepat bergerak menuju kursi yang ada di teras depan gubuk, ia berpura-pura menikmati angin sepoi-sepoi dengan keadaan barangnya sedang tegang.


"Ayo kak Aji, Mei sudah selesai berganti pakaian, Ayo kita menaiki banana boat seperti yang kakak bilang tadi." Mei menarik tangan Aji dan mengajaknya ke pinggiran pantai untuk menaiki banana boat.


Aji pun ikut ajakan Mei tersebut karena pada awalnya aji yang mengajaknya. Mereka pun berjalan ke pinggiran pantai untuk mencari pembayaran menaiki banana boat.


Pada saat di pinggiran pantai tersebut, Aji melihat Mei yang sudah menggunakan pakaian renang, ia sangatlah Anggun dan juga bodinya sangatlah mantap Aji hanya berpikiran kotor untuk mencari celah pada saat itu.


Pemilik banana boat pun terlihat, Mei pun menyuruh Aji untuk menyewa banana boat tersebut.


"Itu dia kak Aji kapal yang memiliki banana boat, Kakak segera menghampiri pengendaranya agar kita bisa menaiki banana boat." Mendengar ucapan Mei, Aji pun langsung menghampiri pegendara kapal yang Menarik banana boat agar bisa berjalan.

__ADS_1


Dengan cepat Aji menanyakan harga menaiki banana boat, Ia pun langsung melakukan registrasi pembayaran kepada pembawa kapal.


__ADS_2