Adik Tiri Wanita Pemuas Nafsu

Adik Tiri Wanita Pemuas Nafsu
Hari Pertama Aji Keluar dari Rumah


__ADS_3

Setelah selesai berkemas pakaian, aji pun langsung meninggalkan rumah pada saat itu, Ayah Aji pun melihat Aji yang sudah membawa semua pakaiannya.


"Hei Aji, jangan kamu pulang lagi Ayah Lihat di rumah ini, Tunjukkan bahwa kamu bisa hidup di luar sana." ucap Ayah Aji.


"Baiklah, aku akan tunjukkan kepada kalian bahwa aku bisa mandiri di luar sana." jawab Aji.


"Silakan... silahkan...tidak ada yang melarang kamu, pintu terbuka lebar silakan jika ingin kau pergi dari rumah ini angkat kaki, Ayah tidak akan memberikanmu uang dan juga mobil tidak akan bisa kamu bawa silakan kamu pergi dengan berjalan kaki." ayah Aji berteriak marah.


Dengan tidak pikir panjang, Aji pun mengangkat kaki dari rumah dan pergi membawa pakaian, handphone, serta hanya memiliki uang sebesar Rp400.000.


Tidak ada sepatah kata pun dikeluarkan oleh Aji dan ia langsung keluar dari rumah pada pagi hari itu juga.


Aji pun pergi naik becak untuk Ke daerah rumah Zulfan temannya. Di tengah-tengah perjalanan, Aji sarapan pagi terlebih dahulu, Kebetulan sekali pada saat itu ia sedang naik becak dan ia melihat ada warung kelontong.


"Bang Bang, saya berhenti di sini saja saya ingin sarapan pagi terlebih dahulu." ucap Aji kepada tukang becak.


"Baiklah adik, ongkosnya sebesar Rp10.000." ucap tukang becak tersebut.


Aji pun sarapan pagi dengan memesan satu piring lontong dan juga gorengan dengan menggunakan telur.


nyam..nyam..nyam..


Aji sarapan pagi.


setelah selesai sarapan pagi, aji langsung melanjutkan perjalanannya memberhentikan becak dan segera pergi ke rumah Zulfan.


Brem... Dekgedekgedek...


Suara becak badai..


Beberapa menit kemudian di perjalanan, Aji pun sampai di depan rumah Zulfan. Aji yang sudah berada di depan rumah Zulfan tersebut langsung menelepon Zulfan melalui WhatsApp.


"Halo zul, aku berada di depan rumahmu, Tolong kamu keluar dulu sebentar." ucap Aji di telepon.


"oke" jawab Zulfan.

__ADS_1


Zulfan pun keluar dari rumahnya dan Melihat Aji membawa sebuah tas yang sangat besar.


"Waduh... waduh... Ada apa ini Bro, kenapa bawa tas besar seperti itu ke rumahku Emangnya ada apa?" tanya Zulfan.


"Begini Zul...." Zulfan langsung memotong pembicaraan Aji.


"Masuk dulu lah bro, kita ngobrol di dalam saja" ucap Zulfan.


Zulfan pun langsung menggandeng Aji yang sedang membawa tas besar, Zulfan langsung menyuruh Aji untuk masuk ke dalam rumahnya.


setelah masuk ke dalam rumah Zulfan, Aji pun disuruh duduk oleh Zulfan di ruang tamu, sementara itu Zulfan membuatkan teh untuk Aji agar mereka bisa mengobrol dengan santai.


Kerok.cok..krocok..


Suara teh di aduk.


Zulfan membuatkan dua cangkir kopi untuknya dan juga Aji. Setelah selesai membuatkan kopi, Zulfan langsung mengantarkannya kepada Aji agar mereka berdua bisa meminum kopi sambil bercerita.


Zulfan pun duduk di depan Aji dan mereka pun melakukan obrolan.


"Ada apa bro, Kenapa kamu bawa tas sebesar ini Emangnya ada apa?" Tanya Zulfan.


Zulfan yang mendengar perkataan Aji tersebut langsung menyodorkan satu bungkus rokok diletakkannya di atas meja.


Zulfan adalah anak orang kaya sama seperti Aji dan Zulfan kegiatannya hanya bersenang-senang, berfoya-foya, minum-minuman keras, serta sering ke diskotik.


"Waduh bro, ini isap dulu sebatang rokok agar kamu lebih rileks." ucap Zulfan.


"Maaf Zul, aku tidak merokok." ucap Aji.


Mendengar perkataan tersebut, Zulfan pun langsung mengambil satu batang rokok dan menyalakannya dengan korek api dan menghisapnya dengan santai dan penuh kenikmatan.


"Santai bro, Ya sudah kamu tinggal saja di rumahku untuk beberapa hari hingga kamu mendapatkan pekerjaan, kamu rileks saja di sini, kebetulan kedua orang tuaku sedang ada tugas di luar kota jadi kita bisa bersantai berdua di dalam rumah ini." ucap Zulfan.


Aji beruntung pada pagi itu sudah sekitar pukul 09.30, dia beruntung mempunyai teman seperti Zulfan yang sangat membantunya.

__ADS_1


Aji pun senang karena melihat temannya tersebut ingin membantunya dan juga Zulfan menawarkan kepada Aji untuk membantunya mencari sebuah pekerjaan.


"Kamu Letakkan saja barang kamu di kamarku Aji, Kamu tidur di kamarku dengan diriku nantinya." ucap Zulfan.


"Terimakasih Zul." ucap Aji.


Aji dan Zulfan pun langsung meminum secangkir kopi yang dibuat oleh Zulfan dan menyeduhnya bersama.


Setelah selesai meminum kopi, Zulfan langsung membawa Aji ke dalam kamarnya dan menyuruh Aji untuk meletakkan pakaiannya di lemari yang sama dengan punya Zulfan.


Setelah Aji sudah membuat pakaiannya rapi di lemari milik Zulfan, Aji pun meminta izin kepada Zulfan ingin beristirahat dan tidur dulu sejenak.


"Zul, Aku tidur dulu sebentar ya, Aku sangat lelah Zul." ucap Aji.


"Baiklah Aji, aku akan menemui temanku untuk menanyakan pekerjaan untukmu agar kamu mempunyai penghasilan dan tidak terlalu menyusahkan Aku di rumah ini." ucap Zulfan.


"Aduh, Maaf merepotkan sekali Zul, nanti jika aku pulang ke rumah aku akan membayar semuanya." ucap Aji


"Sudahlah Aji, kamu istirahat saja dulu, aku akan menanyakan temanku untuk kamu agar mendapatkan pekerjaan."


Zulfan pun pergi ke sebuah KTV milik temannya yang berada di kota.


Aji yang sudah lelah pada saat itu, ditinggal oleh Zulfan di rumahnya untuk beristirahat dan sementara itu Zulfan membawa mobil untuk mencari pekerjaan kepada aji.


Zulfan pun sampai di KTV milik temannya, KTV adalah tempat karaoke di mana ada terdapat minuman-minuman keras yang di dalamnya ada room dan juga tempat bookingan orang-orang yang ingin Karaoke sambil mabuk di dalam.


Sesampainya di KTV, Zulfan langsung menemui pemilik KTV tersebut, pemilik tersebut adalah teman jurusan yang sehari-harinya nongkrong bersama Zulfan. Ya, tentu saja pria tersebut pemilik KTV bernama Adi.


Zulfan pun ketemu dengan Adi di Karaoke miliknya tersebut, dengan cepat Adi melihat Zulfan yang sedang berada di luar langsung menghampirinya sepertinya ada perlu dengannya.


"Hei Zulfan, Kenapa di luar saja Bro. Ayo masuk di dalam Ada perlu apa temanku?" Tanya Adi.


Adi dan Zulfan pun masuk ke dalam karaoke milik Adi tersebut, mereka duduk di meja resepsionis tempat pemesanan.


Saat mereka berdua duduk, Mereka pun melakukan obrolan yang sangat panjang mengenai Aji.

__ADS_1


...Oke teman-teman semua sampai pada hari ini saja aku mengupdate 3 bab, Jika kalian ingin tahu cerita selanjutnya selalu pantau terus novel aku Dan jangan lupa Berikan semangat kepada author. ...


Jangan Lupa Berikan Like dan juga Komentarmu.


__ADS_2