Adik Tiri Wanita Pemuas Nafsu

Adik Tiri Wanita Pemuas Nafsu
Bab 22. Aji pulang Larut Malam


__ADS_3

Saat ingin mengantarkan Putri bekerja, Putri pun mengganti pakaiannya seperti awal dia datang ke rumah Mei dan Aji.


Putri yang berpamitan dengan Mei tersebut pun ingin segera pergi bekerja malam itu.


Mei menitipkan kepada Aji untuk membeli makan malam. Sesudah selesai berpakaian ganti, Aji pun pergi naik mobil Untuk mengantarkan Putri.


Mei pun tinggal sendirian di rumah. Tidak disangka pada malam itu tiba-tiba saja Umar datang ke rumah mereka.


Mei,... Mei,..


Teriakan Umat dari luar pagar.


Mei yang mendengar teriakan tersebut langsung melihat jendela Kamarnya.


Mei terkejut, yang datang adalah Umar dengan menggunakan sepeda motornya di depan gerbang.


Mei pun segera menelepon kakaknya Aji.


"Halo kak Aji, kamu lama lagi tidak mengantarkan Kak Putri tersebut, ini Umar datang ke rumah teriak-teriak di bawah." Mei memegang telepon sambil ketakutan melihat Ke arah luar jendela.


"Uda kamu tidak usah takut Mei, itu pagar sudah Kakak kunci kok, jadi kamu tidak usah takut kamu tidak perlu keluar cukup di kamar saja ya." Aji yang menyetir mobil sambil menelepon.


"Baiklah Kak, aku akan membiarkannya saja di luar situ seperti tidak ada orang di rumah kita," ucap Mei.


Umar yang teriak-teriak di bawah ingin bertemu Mei, melihat rumah tersebut sepertinya tidak ada orang, Ia pun pergi menggunakan sepeda motornya.


Aji dan Putri pun sampai di tempat kerja Putri yaitu klub malam. Aji Sudah mengetahui bahwa Putri memang bekerja di klub malam, dan mereka pun berpacaran hanya ingin memuaskan nafsu saja.


Sesampainya Aji mengantar Putri di tempat kerjanya, Aji pun segera pulang ke rumah untuk mengantarkan makan malam adiknya tersebut.


Aji Membeli Kentucky untuk makan malam mereka berdua. Setelah selesai membeli Kentucky, Aji tidak lupa membeli minuman yang ia sukai yaitu es boba.


Semua makanan dan minuman sudah dibeli Aji, Aji pun bergegas untuk pulang ke rumah agar bisa makan malam berdua dengan adiknya mei.

__ADS_1


Aji pun menyetir mobil sendirian dengan diiringi musik.


Sesampainya di rumah, Aji pun memasukkan mobil ke dalam garasi. Sesudah itu ia mengambil makanan yang ia beli di dalam bagasi mobil.


"Mei, kakak sudah datang ini makanan dan minuman Kakak bawa untuk makan malam kita." Aji Meletakkan makanan dan minuman di atas meja makan dan memanggil mei.


Mereka berdua pun makan malam bersama saat itu. Setelah selesai makan malam mereka berdua tidak lupa membersihkan sisa makanan mereka seperti biasanya.


Sesudah itu Aji mengajak Mei untuk mengobrol mengenai pekerjaan. Aji yang melihat putri bekerja di tempat klub malam ingin juga bekerja di sana.


"Mei, Kakak bosan di rumah saja, tidak ada pekerjaan, kita hanya membebankan orang tua saja, kakak ingin menanyakan kerja bersama Kak Putri Apakah di tempatnya ada lowongan kerja lagi atau tidak," ucap Aji.


"Iya kak Aji, kalau ada lowongan pekerjaan di tempat Kak Putri, Kakak kerja saja di situ dari pada kakak di rumah saja seperti Mei," ucap Mei.


"Iya ini Mei, Kakak akan menelepon Kak Putri nanti untuk menanyakan pekerjaan di tempat dia kerja, siapa tau ada lowongan pekerjaan di situ," ucap Aji


"Oke kak Aji, Kakak mau tidur di mana malam ini, tidur di kamar sendiri atau tidur bersama Mei," ucap Mei.


"Untuk malam ini kakak izin keluar sebentar dulu ya, Kakak ingin menelepon Kak Putri dan mendatangi tempat pekerjaannya siapa tahu ada lowongan," ucap Aji.


"Baiklah Mei." Aji pergi dan membawa kunci mobil.


Aji pun mengajak Zulfan untuk pergi ke klub malam tempat Putri bekerja. Zulfan sendirian di rumah pada saat malam itu, Aji pun segera pergi bergegas ke rumah Zulfan.


Sesampainya di rumah Zulfan, Aji melihat Zulfan sedang duduk di teras rumahnya Sambil Bermain handphone.


"Zul, ayo Kita pergi dugem di tempat Putri bekerja, Aku ingin melihat dia di sana sambil bermain bersamanya malam ini." Aji membuka spion kaca mobil dan mengajak Zulfan yang sedang duduk bermain handphone.


"Oke Aji, aku segera siap-siap dulu ya, seperti biasa pasti kamu ini jadi bandarnya kan," ucap Zulfan.


"Sip. Soal itu aman." ucap Aji.


Zulfan pun segera bergegas masuk ke dalam rumahnya dan berganti pakaian. Setelah selesai berganti pakaian Zulfan pun pergi bersama Aji menuju tempat kerja Putri.

__ADS_1


Zulfan dan Aji pun pergi menuju tempat kerja Putri, pada saat sampai di tempat kerja Putri, mereka memesan beberapa minuman beralkohol.


Waiters yang membawakan minuman tersebut tidak lain yaitu Putri. Putri juga duduk bersama mereka untuk menghibur mereka malam itu, begitulah pekerjaan Putri.


Aji sangat senang karena yang melayani dirinya adalah Putri. Aji malam itu bersama Zulfan dan Putri jumpa dengan mereka di dalam klub malam itu. Mereka pun dugem malam itu.


Jeb...ajep..ajep..ajep...ajeb..ajep..aje.


Suara musik DJ dan suara bass yang sangat mendengung di telinga.


Aji dan Zulfan yang sudah minum malam itu, langsung saja berjoget dan sangat asik malam itu ditemani oleh Putri.


Oke, semuanya tangannya di atas Kita mabuk lagi Bro.


Jep..Ajep..ajep..ajep..jep ajep ajep.


Suara musik DJ yang sangat enak.


Aji dan Zulfan yang mabuk malam itu ingin memboking wanita, Zulfan pun memboking salah satu waiters cafe tersebut.


Sedangkan Aji sudah memiliki wanita yaitu Putri, jadi dia tidak perlu memboking wanita lagi.


Malam itu sudah pukul 2 pagi tetapi Aji belum juga pulang. Mei di rumah sendirian merasa cemas, ia menelepon Aji berkali-kali.


Aji yang saat itu sedang joget tidak mendengar telepon berdering, malah ia terus joget dengan putri dan lupa pulang.


Saat Aji memboking kamar dengan putri malam itu, Aji dan putri pun pergi ke kamar tersebut.


Tidak lama kemudian, suara handphone Aji berdering kembali. Aji melihat teleponnya sudah ada 21 panggilan terlewat dan juga ada chat dari Mei yang berisi, jika kak Aji tidak pulang, aku akan memberitahukannya kepada ayah.


Aji yang melihat isi pesan dari Mei lun segera membalasnya bahwa ia lagi di jalan pulang.


Aji pun berpamitan dengan putri dan tidak jadi bermain malam itu, Aji meninggalkan putri di kamar yang mereka sewa dan berpamitan.

__ADS_1


Aji yang keluar dari kamar, segera mencari Zulfan. Saat itu Zulfan lagi negosiasi dengan wanita bar tersebut, tapi sayang sekali Mereka berdua bergegas pulang malam itu karena Aji sudah di telepon adiknya.


__ADS_2