
Aji yang melakukan olahraga cabang lima jari itupun langsung dengan kuat meremas dada Mei tersebut.
Tidak di sangka Aji lupa diri dan ingin membuka ****** ***** milik mei malam itu. Dan tiba tiba saja.....
Dririring....
Dririring...
Dririring....
Hp Mei berdering sangat kencang.
Aji panik karena Mei akan segera terbangun. Aji pun langsung berpura pura tidur kembali.
Mei pun terbangun dari tidurnya meluhat bajunya yang terangkat.
"eh, bajuku, untung saja kak Aji tidur. apa sih yang berisik tegah malam begini." Mei terbangun dari tidurnya.
Dan ternyata yang berisik pada malam itu adalah handphone Mei yang sedang berdering karena ayahnya melakukan panggilan suara.
Mei pun yang pada saat itu Baru terbangun dari tidurnya, langsung melihat handphonenya yang sedang berbunyi di atas meja tempat di mana ia mengecas handphonenya tersebut.
Mei pun melihat bahwa ada panggilan di handphonenya tersebut, dan ternyata yang memanggil di handphone Mei tersebut adalah orang tuanya yaitu ibunya sendiri.
Mei pun melihat pada malam itu ternyata sudah tidak malam lagi, pada saat itu sudah pukul jam 03.00 pagi.
Mei pun langsung mengangkat telepon ibunya tersebut yang pada saat itu ibunya ingin mengabarkan bahwa mereka ingin pulang ke rumah karena sudah selesai bertugas di luar kota.
"halo," ucap Mei.
"Halo Mei, ini ibu, ibu dengan ayahmu akan segera pulang, kamu dan juga kakakmu Aji segera membersihkan rumah kita, karena sebentar lagi ibu akan sampai di rumah." ucap Ibu Aji.
__ADS_1
"argh, Apa sih Mei malam-malam begini berisik sekali, kenapa kamu bangun tengah malam begini." Ucap Aji Yang pura-pura bangun dari tidurnya, padahal Ia sebenarnya tidak sedang tidur dan ia awalnya sudah terbangun lebih dulu daripada Mei.
"Ini kak Aji, ibu sedang menelepon dan mereka ingin pulang ke rumah, sepertinya mereka sudah dalam perjalanan dan kita disuruh membereskan rumah hari ini Mungkin esok pagi mereka akan sampai." ucap Mei.
"Halo Mei, Halo Mai jangan lupa ya Ibu besok pagi akan segera sampai di rumah kalian harus membereskan rumah terlebih dahulu dan ibu akan sampai pagi esok." ucap ibu Mei.
"baik bu, baik." ucap Mei.
"Ya sudah Mei, Ibu tutup dulu teleponnya ini Ibu sudah dalam perjalanan dan akan sampai esok pagi di rumah, kamu dan kakakmu harus selalu akur di dalam rumah." Ucap Ibu Mei yang sedang dalam perjalanan bersama ayahnya.
Ayah dan ibu Mei sedang dalam perjalanan pada malam itu, mereka ingin segera pulang ke rumah melihat anak-anaknya.
Ayah dan ibu Mei pada saat itu, sedang ada waktu senggang dan sedang ada cuti, jadi mereka menyempatkan waktu untuk pulang ke rumah melihat anak-anak mereka, Ayah Aji sedang memiliki cuti 2 hari untuk pulang ke rumah.
Bremm..
Suara mobil Ayah Aji yang sedang melaju.
Mendengar hal tersebut, Mei pun langsung memberitahu Aji bahwa ayah dan ibunya akan pulang esok hari, jadi ia memberitahukan kepada Aji untuk membereskan rumah pagi-pagi sekali esok.
"Kak Aji, besok kita harus bangun lebih pagi agar bisa membereskan rumah, kita juga akan mencuci mobil agar ayah dan ibu senang." Ucap Mei.
"Baiklah Mari kita tidur dulu malam ini." jawab Aji.
Mei pun kembali tertidur dengan Aji. Pada saat itu juga Mei langsung tidur kembali bersama Aji di sampingnya.
Aji pun merasa sangat sial malam itu, Iya yang sudah naik tinggi nafsunya, merasa gagal dengan perbuatannya malam itu, sehingga ketegangannya turun 100% derajat.
"Aduh, Sial banget aku malam ini, bisa-bisanya aku gagal dan ayah dan ibu menelepon pula membuat HP berdering sangat deras." Tutur Aji di dalam hatinya sambil tiduran di atas kasur Mei.
Mei pun kembali tertidur, Aji pun pada saat itu langsung tidur juga agar tidak ada hal-hal yang mencurigakan.
__ADS_1
Keesokan paginya...
Matahari pun segera terbit, Keesokan paginya Mei bangun lebih awal daripada Aji pada pagi itu, Mei yang sudah bangun pada pagi itu, langsung saja memukul Aji untuk segera bangun.
"Kak Aji, kak Aji, bangun, bangun hari sudah mulai pagi, Mari kita membersihkan rumah ayah dan ibu akan segera sampai di rumah nanti kita bisa kena marah jika rumah berantakan." Mei memukul-mukul Aji yang saat itu masih tidur, jadi ia memukul-mukul bahu Aji agar Aji terbangun.
"arg..Iya iya Mei, sabar sebentar lagi aku bangun, aku masih merasa ngantuk." Aji masih menutup matanya, Iya masih keadaan Ngantuk saat dibangunkan oleh Mei.
"Sudah Kak jangan tidur lagi, Ayo kita membereskan rumah, nanti Ibu dan Ayah sampai kita bisa kena marah, jadi kamu Segera bangun Mari kita bekerja sama." Mei langsung menarik tangan Aji dari tempat tidur, Aji pun langsung berbangun.
Aji yang pada saat itu sudah bangun, langsung saja pergi menuju lantai bawah bersama Mei, Mereka pun terlebih dahulu cuci muka agar kelihatan segar.
Sesudah selesai membasuh wajah, Aji dan Mei pun langsung bekerja sama untuk membereskan rumah Mereka, banyak sisa-sisa cemilan-cemilan makanan ringan serta minuman-minuman yang mereka beli dari Swalayan berserakan di ruang makan.
Mei pun Membagi tugas untuk mereka berdua, Aji mendapatkan tugas untuk mencuci mobil di garasi rumah mereka, sedangkan Mei pada saat itu bertugas untuk menyapu dan mengepel rumah serta membersihkan piring-piring kotor.
Masing-masing mendapatkan pekerjaan, Aji yang pada saat itu mencuci mobil merasa sangat kedinginan karena pada pagi itu masihlah cuaca yang sangat dingin.
Aji pun mencuci mobil dengan lemas karena sangat dingin, Ia pun mencuci mobil dengan pelan-pelan sehingga memakan waktu yang sangat lama.
Di sisi lain, Mei menyapu rumah terlebih dahulu dan pada saat ia selesai menyapu rumah Ia pun langsung mencuci piring agar piring-piring terlihat bersih.
Sesudah selesai mencuci piring, Mei pada saat itu langsung mengambil kain pel dan segera menyiapkan air untuk mengepel rumah bagian lantai 1.
Pagi itu masih pukul jam 06.00 pagi, masih pada ngantuk-ngantuknya kepada mereka berdua, mereka berdua hanya melakukan kegiatan sehari-hari dengan malas bergerak dan hanya tiduran saja.
Selesai membuat air pelan langsung Segera mengepel rumah mereka, setelah itu Mei melihat kakaknya yang masih mencuci mobil dengan sangat lama.
Dengan cepat Mei menyelesaikan tugasnya dengan cepat dan juga rapi.
Sementara itu lantai 2 belum dibersihkan, Mei pun dengan cepat menyapu lantai 2 dan segera membuang kotorannya dari atap atas lantai yaitu teras tempat pembuangan sampah-sampah dan juga Debu.
__ADS_1
...Oke terima kasih teman-teman yang sudah membaca novel ini jangan lupa Klik tombol like dan juga berikan komentarmu agar author lebih semangat mengupdate Cerita-cerita novel berikutnya di kemudian hari jangan lupa kirim semua ini ke teman-teman kalian agar muncul di berandanya. ...