
Gedebak gedebog gedebak gedebuk.
Suara pukulan saling menghantam satu sama lain.
Mereka mengeroyok pria yang duduk bersama Putri saat di dalam bak tersebut, pengeroyokan itu sangat membuat banyak perhatian dan juga banyak orang-orang yang ingin memisahkan.
Seketika Bos pemilik bak tersebut datang untuk menghentikan perkelahian antara Aji dengan teman-temannya dan juga para pengunjung yang sedang mereka keroyok.
Sudah hentikan, Bubar semua bubar Jangan ada lagi yang berkelahi bubar.
Mereka pun langsung menghentikan perkelahian tersebut dan si Bos langsung menarik Aji yang sedang berkelahi untuk masuk ke dalam Bar.
Brengsek kamu, baru saja awal mula kerja sudah melakukan keributan, apa-apaan kamu ini membuat onar saja baru saja bekerja sudah membuat onar. Bos pemilik bar tersebut marah kepada Aji sambil menamparnya.
Aji terdiam Terbelenggu, Iya emosi pada saat itu Melihat putri yang sedang duduk bersama para pria-pria tersebut, ia cemburu karena sementara itu putri adalah pacarnya.
"Kamu dipecat, kamu tidak pantas bekerja di sini kamu sangat brutal dan juga kamu sudah merusak reputasi bar milikku, kamu tidak layak bekerja di tempat seperti ini baru saja bekerja langsung membuat keributan kepada para pengunjung di sini." Bos dengan emosi memarahi Aji pada malam itu.
Sementara orang Zulfan dan teman-temannya datang menemui Aji ke dalam bar tersebut dan Melihat Aji sedang dimarahi oleh Bos pemilik Bar tersebut.
Aji yang mendengar perkataan Bos tersebut hanya bisa terdiam dan pergi bersama teman-temannya Zulfan.
Malam hari itu, Aji yang baru saja bekerja di bar tersebut, langsung dipecat pada malam itu karena telah melakukan perkelahian bersama pengunjung yang sedang Mendapatkan hiburan di dalam bar.
Aji pun bergegas keluar bersama teman-temannya dan langsung mengambil mobilnya yang ada di parkiran.
Rum Rum rum.
Aji mengegas pedal mobilnya tersebut.
Malam itu Aji penuh dengan rasa kecewa. Iya sadar pada malam itu bahwa ia sudah salah memilih wanita yang ia jadikan pacar dan hanya untuk memuaskan nafsunya saja.
Bodoh, bodoh sekali Aku ini.
Aku telah salah memilih Jalan, orang tuaku adalah orang yang sangat bahagia bersama keluarga barunya kenapa aku bisa bisanya menjadi seperti ini.
__ADS_1
Aji menyesal sambil mengetuk-ngetuk setir mobil.
"Sudahlah kawan, jika ingin berubah, berusahalah dari sekarang kamu masih banyak mempunyai kesempatan dan juga kamu masih muda raihlah Apa yang ingin kamu Rai." Zulfan sambil menepuk pundak Aji.
Aji malam itu sedang berpikiran kacau, Ia pun segera mengantarkan Zulfan dan teman-temannya pulang ke rumah mereka dan ia juga segera pulang ke rumah.
Setelah mengantarkan Zulfan dan teman-temannya, ia pun pergi menuju rumah untuk pulang pada malam itu, malam itu sudah sangat larut sudah pukul 02.00 pagi, Aji sangat depresi saat membawa mobil pada malam itu.
^^^Malam itu Aji pulang ke rumah menaiki mobil dengan sangat pelan-pelan dengan keadaan depresinya.^^^
Sesampainya di rumah, Aji langsung membuka pintu dan memasukkan mobil ke garasi untuk segera tidur di kamarnya.
Adiknya Mei sudah tertidur malam itu, Aji pun yang sudah lelah dan hari pertamanya sangatlah menyesalkan di dalam hidupnya.
Aji langsung pergi ke kamarnya untuk merenungi nasibnya pada hari itu, ia menyesal bahwa telah sudah masuk dalam kehidupan yang menjadi sisi gelap di dalam hidupnya.
Aji berpikir pada malam itu di kamarnya, ia sangat menyesal telah melakukan perbuatan yang sudah merugikan dirinya sendiri, Ia juga sudah kecanduan dengan layaknya keseharian orang dewasa yaitu berhubungan, ia depresi di kamarnya karena telah berkelahi malam itu dan juga hari pertamanya bekerja.
Aji berbaring di kamarnya sambil merenungi nasibnya hingga Ia pun tertidur pada malam itu.
Mei bangun dari tidurnya di pagi hari seperti biasanya, Iya turun ke bawah untuk mandi dan bergegas beres-beres rumah.
Saat Mei sedang menyapu rumahnya, ia melihat bahwa pintu Aji terkunci, Ia juga melanjutkan pekerjaannya dan menyapu lagi sampai saatnya tiba di garasi mobil, saat ia menyapu.
Saat dia ingin menyapu garasi mobil tersebut, Ia membuka pintunya dan melihat ada mobil di garasi tersebut.
"Loh, kok ada mobil di sini, kapan kak Aji pulang ya." Mei kebingungan sambil menyapu garasi tersebut.
Setelah selesai menyapu garasi, Mei pun segera melihat kamar Aji untuk memastikan bahwa Aji sudah ada di rumah atau belum.
Kretek.
Suara pintu dibuka oleh Mei.
"Ternyata kak Aji sudah pulang, aku harus segera masak untuk sarapan pagi hari ini, pasti kak Aji sudah lelah bekerja semalam." Mei Melihat Aji yang sedang tertidur pulas di kamarnya.
__ADS_1
Mei yang melihat kakaknya Aji sudah pulang langsung bergegas pergi ke dapur untuk segera masa, ia tidak mandi terlebih dahulu karena ia takut bahwa kakaknya terlebih dahulu bangun dan tidak ada sarapan pagi.
Mei pun pergi memasak di dapur. Mei memasak ikan teri sambal dan juga sayur putih untuk sarapan pagi mereka berdua.
Setelah selesai masak, Mei menghidangkannya di meja makan seperti biasanya dan ditutup oleh tudung saji, setelah itu Mei segera mandi terlebih dahulu.
Mei pergi ke kamar untuk mengambil handuk, Ia pun langsung menuju kamar mandi dan segera mandi.
Jebur jebur jebur.
Suara air di kamar mandi.
Mendengar suara guyuran air tersebut, Aji pun terbangun dari tidurnya.
"Berisik sekali, Siapa sih pagi-pagi begini berisik sekali." Aji terbangun sambil menguap.
Mendengar suara tersebut Aji pun keluar dan Melihat di meja makan sudah terhidang sarapan pagi.
"Wah, pasti Mei sudah masak untuk sarapan pagi hari ini, aku lebih tenang hari ini di rumah daripada aku harus berpacaran dengan Putri layaknya seorang sampah." Ucap Aji sambil menghirup wanginya masakan Mei.
Mei, Mei..
Aji berteriak Memanggil Mei.
"Iya kak Aji, sebentar Mei lagi mandi di kamar mandi nih." Jawab Mei sambil buru-buru mandi.
Mei pun keluar dari kamar mandi, saat sudah selesai mandi dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian dada serta pahanya.
"Ada apa kak Aji?" Tanya Mei yang masih menggunakan handuk yang menutupi dada dan juga pahanya kepada Aji.
"Ayo kita sarapan pagi Mei, pakai dulu sana pakaian kamu, hah Kakak tidak tahan melihat kamu seperti ini." Aji berbicara kepada Mei yang masih menggunakan handuk dengan keadaan tersebut ia melihat pahanya yang sangat putih.
"Baiklah Kak aku akan segera memakai pakaian di atas, habis itu kita sarapan pagi bersama." Mei pergi ke kamarnya untuk berpakaian.
Sesampainya di kamar Mei, Ia pun berpakaian dan segera ingin makan bersama kepada kak Aji dan bertanya tentang pekerjaannya.
__ADS_1