
Syafira , ia lah seorang gadis yang memiliki banyak pretasi disekolahnya . Ia baru saja lulus SMA, dan bercita cita ingin meneruskan pendidikan nya ke univeraitas ternama yang ada diJakarta , tapi syafira fikir itu tidak mungkin, karena mana mungkin orang tua nya sanggup mebiayai kulianya nanti, Sedangkan orangtuanya hanyalah pedagang bakso kecil kecilan.Tempat nya tidak besar tidak juga mewah , mereka mendirikan tenda kecil didepan rumahnya , untuk berjualan bakso.
Pagi ini syafira seperti biasa bangun pagi untuk membantu bapa dan ibu nya menyiapkan dagangan mereka.
" Pa , Ma ..! aku bantu kalian ya" . Sahut syafira dengan ceria.
Bapanya yang bernama pak burhan , dan ibunya bernama Ibu Suti . Mereka sedang sibuk memnyiapkan bahan bahan untuk membuat bakso.
" Tidak usah nak, ini sudah hampir selesai" jawab Pak Burhan .
Mereka pun sudah selesai dengan dagangan mereka. Sedangkan belum ada satu orang pun yang berkunjung dan membeli baksonya.
Mereka duduk, sambil menunggu pelanggan datang.
Pak Burhan menghela nafas panjang karena lelah. " nak.. kamu harus kuliah ya nak ! kamu ini kan pintar , bapa ingin kamu jadi orang sukses nak." kata pak Burhan, sambil mengipas kan topinya karena merasa gerah.
" Iya nak.. ema juga kepingin kamu tuh gak kaya bapa sama ema mu ini nak, kami hidup susah ,kami tidak ingin kamu seperti kami." Ucap Bu Suti sembari menatap Syafira.
Syafira menunduk seperti ada beban dikepalanya." Tapi apa Bapa sama Ema sanggup membiayai kuliah syafira?"
"Harus nak kami akan berusaha sekuat kami agar kami bisa membiayaimu nak." jawab pak Burhan.
"tapi aku kasihan sama bapa dan ema , mereka bekerja terlalu keras selama ini" Kata Syafira dengan raut muka sedih.
"Kamu tidak usah pikirkan itu nak , yang penting kamu belajar yang bener buatlah kami bangga sama kamu nak !"
Hati Syafira berasa campur aduk antara sedih dan gembira. Namun ia sadar , ia juga harus sukses untuk menjadikan ekonomi keluarganya menjadi lebih baik.
"Baik ma , Pak .. kalau kalian maunya begitu , Syafira janji akan banggain Ema sama Bapa." Ucap Syafira dengan penuh semangat.
"Nah gitu dong nak , kamu harus semangat nak..!" Ibu Suti memegang pundak Syafira , tanda memberi semangat.
" iya iya mak " jawab Syafira sambil tersenyum .
Merekapun berbincang dan bercanda ria seolah tak ada beban.
__ADS_1
Hari demi hari telah berjalan , tiba lah saatnya Syafira untuk berangkat ke kota Jakarta untuk menimba ilmu di universitas ternama disana.
Syafira tidak hentinya berurai air mata , karena ini pertama kalinya ia harus jauh dari kedua orang tua nya , begitu pun dengan Ibu Suti .
Berbeda dengan pak Burhan yang tidak meneteskan air mata sama sekali, padahal hatinya sangat sedih , tetapi ia tidak mau keliatan lemah didepan putrinya .
" nak kamu jaga diri baik baik ya disana ! jaga kesehatan juga ya.. !
"iya pak , bapak jangan khawatir aku pasti bisa jaga diri aku ko pak ." Syafira mengulurkan tangannya untuk bersalaman dan mencium tangan pada bapaknyanya itu .
Sedangkan ibu Suti tak hentinya meneteskan air mata, karena ia selama ini selalu memanjakan putrinya itu. tetapi tidak membuat syafira menjadi seseorang yang manja dan cengeng .
Bu Suti memandangi barang barang yang akan dibawa oleh Syafira.
"oh ya nak , apakah semua barang yang akan kamu bawa semuanya sudah siap ? jangan samapai ada yang ketinggalan "
"Tidak ma, semuanya sudah disiap kan dari kemarin, jadi tidak mungkin ada yang ketinggalan."
"oh syukurlah kalau begitu.. "
Bu Suti memegangi tangan syafira dan mengelus pundaknya .
"Nak kami pasti akan sangat merindukan mu nak , jadi terus kabari kami ya nak..!"
Syafira memeluk ibunya sembari meneteskan air mata .
" iya mak, syafira pasti akan terus mengabari emak sama bapak disini, emak sama bapak juga jaga diri ya jaga kesehatan kalian ..!."
Tiba tiba suara klakson mobil menghentikan percakapan mereka , mereka pun serentak mengalihkan pandangan mereka ke arah mobil tersebut.
Ternyata mobil trevel yang sudah dipesan itu sudah datang untuk menjemput Syafira . Merekapun mengakhiri perpisahan dengan berpelukan. Syafira segera menaiki mobil tersebut beserta barang bawaannya.
Dari desa Syafira menuju kota Jakarta memang jauh dan memakan waktu 3 jam lebih untuk sampai disana.
Setelah sampai disana ada seorang pria tampan yang sedang menunggu, yang tak lain adalah sahabatnya . Ia merupakan tetangga kampungnya . Pria itu lalu menghentikan mobil , memberi isyarat bahwa Syafira telah sampai ditujuan .
__ADS_1
Sahabatnya yang bernama Riko itu memang selalu membantunya. Karena Syafira juga selalu baik pada Riko.
Syafira segera turun dan menghampiri Riko.
"Hi Rik.. apa kabar kamu?"
Riko tersenyum lebar dan melambaikan tangannya pada syafira.
"Hi Sya , kabar aku baik , gimana sama kamu?"
"Aku juga baik." jawab syafira.
"Ayo aku antar ke kostan kamu "
Riko mengajak syafira menuju kost kostan putri yang berada tak jauh dari rumah kontrakan Riko. Riko menunjuk sebuah kamar yang akan ditinggali oleh Syafira. Disana juga ada ibu kost yang sedang menunggunya.
"Nah disini kostan kamu sya, dan ini ibu kost kamu ."
Syafira dan ibu kos bersalaman dan berkenalan
"oh ya sya aku pergi dulu ya , aku ada urusan. " Pamit Rey.
"iya Rik makasih ya udah bantuin aku." Jawab Syafira.
"iya sya sama sama "
Riko pun pergi .
Ibu kos mempersilahkan syafira untuk masuk dan beristirahat.
kemudian Syafira masuk kekamar kostnya untuk beristirahat setelah lelah diperjalanan.
Brukk... syafira menjatuhkan badan nya dikasur dan menghela nafas panjang seolah melepaskan rasa lelahnya.
Ia harus mempersiapkan dirinya karena besok adalah hari pertama syafira masuk kuliah.
__ADS_1