
Setelah beberapa hari Rey dirawat di rumah sakit , akhirnya ia diperbolehkan untuk pulang.
Rey tampak duduk di tempat tidur pasien , sedangkan Syafira bersiap siap untuk pulang.
"Ayo..! " Umi menarik lengan Rey .
Tetapi Rey hanya diam saja tak bergerak sedikitpun. Ia terus memperhatikan Syafira yang sibuk dengan barang barang keperluan Rey selama di rumah sakit.
Umi tahu apa yang ada dalam fikiran Rey. Umi segera menghampiri Syafira.
"Sayang biar Umi yang bawa barang barangnya ya. Kamu sama Rey aja !"
"Ngak apa apa Umi.. biar aku aja yang bawa." Jawab Syafira.
"Tapi Rey lebih membutuhkan kamu sayang" bisik Umi .
Syafira pun menyerahkan barang bawaannya pada Umi , lalu menghampiri Rey yang sedari tadi menatapnya.
Rey tersenyum melihat Syafira yang kini mulai mendekat padanya. Rey sangat bahagia dengan hubungan barunya dengan Syafira. Entah kenapa dia begitu bahagia . Bukannya tujuan Rey menaklukan hati Syafira hanya untuk mewujudkan keinginan Umi saja.
Syafira berjalan berdampingan bersama Rey. Sejauh ini Syafira berusaha untuk terlihat biasa biasa saja pada Rey. Tetapi sebenanya jantung Syafira berdegup sangat kencang saat berada di dekat Rey. "Aneh.. apa ini yang dinamakan cinta ? " tanya Syafir dalam hati.
"Ra..! aku lemes banget nih " Rey berjalan mulai sempoyongan. Sebenarnya Rey hanya berpura pura lemas karena ingin dapat perhatian dari syafira.
Syafira dengan tangkas segera menggandeng Rey. " Hati-hati kak !" ucap Syafira dengan khawatir.
Akhirnya mereka sampai di mobil , lalu pulang. Disepanjang jalan Rey bersandar dibahu Syafira sambil memegang tangannya.
Rey berbisik pada Syafira "I love you".
Sedangkan Syafira hanya membalasnya dengan senyuman yang penuh arti.
Setibanya di rumah , Syafira mengantar Rey ke kamarnya.
Ketika akan pergi , tiba-tiba Rey menahan tangan syafira. " Ra.. ada yang mau aku omongin".
Syafira berbalik ke arah Rey. "Ngomong apa ? "
Syafira duduk dipinggiran kasur di dekat Rey.
"Tolong jangan kasih tau hubungan kita ke siapapun dikampus ya !" Kata Rey.
"Kenapa ?" kata Syafira sambil mengerutkan dahi.
"Riko.. dia sebenernya udah lama banget suka sama kamu Ra " . Jelas Rey.
Syafira sangat terkejut mendengar penjelasan Rey. "Apaa ?"
__ADS_1
" Tolong ya Ra.. Kalau sampai dia tau tentang hubungan kita, dia pasti akan marah besar. Kamu harus bersikap seolah tidak ada apa apa diantara kita !" Rey menatap Syafira dengan serius.
"Iya aku ngerti kak " Syafira menganggukan kepala . "Yaudah kamu istirahat ya kak !" kata Syafira sambil beranjak pergi.
Dan lagi lagi Rey menahan Syafira. Syafira pun kembali berbalik ke arah Rey "apa lagi kak ?"
"Aku sayang sama kamu !" Ucap Rey sembari tersenyum pada Syafira.
"Aku juga" Syafira juga membalasnya dengan senyuman yang begitu indah.
...***...
Keesokan harinya Rey kembali masuk kuliah bersama Syafira. Seperti yang Rey bilang, Syafira dan Rey terlihat seperti biasa , seperti adik dan kaka.
Sambil menunggu kelasnya dimulai , syafira duduk di taman.
"Hi Sya..!" sapa Riko lalu duduk disamping Syafira.
"Hi Rik..!" Syafira tersenyum sambil menoleh ke arah Riko.
"Nih minum !" Riko memberikan minuman coklat hangat pada Syafira. "Pagi pagi kayak gini enak loh minum yang anget anget " sambung Riko.
"Makasih ya Rik" Syafira menerima minuman yang diberikan oleh Riko.
Rey melihat pacarnya kini sedang berduaan dengan sahabatnya Riko dari kejauhan. Ia coba untuk menenangkan dirinya sendiri , meskipun hatinya terasa terbakar.
"Ehemm gua haus banget nih Rik..!" Rey mengusap usap tenggorokannya seolah ia sedang kehausan. "ehh ada minuman !" Rey mengambil minuman yang dipegang oleh Syafira , lalu meminumnya.
"Enak banget..! " Rey menggoyang goyangkan cup minumannya "kayaknya masih ada nih" Rey memberikan sisa minuman itu pada Syafira. "makasih Ra.."
Syafira hanya bisa tertawa melihat tingkah laku Rey. Bukan Rey namanya jika ia tak mempunyai ide ide gila .
Sedangkan Riko terlihat sangat kesal. Sudah beberapa kali Rey menggagalkan dirinya untuk mendekati Syafira. "awas lo ya Rey , kali ini gua bakal kasih hukuman sama lo" . Gerutu Riko dalam hati.
"hmmm.. ini udah siang, aku permisi dulu ya kak Rey , Riko !" Syafira lalu pergi ke kelasnya .
"Heh Rey.. lo ngapain si gangguin gue sama Syafira ? lo tuh selalu aja gagalin rencana gua buat deketin Syafira." Kata Riko dengan muka kesal.
"Maaf Rik , tapi gua gak sengaja Rik" ucap Rey dengan senyuman licik dibibirnya. "Manamungkin aku akan diam saja melihat kalian berdua" gerutu Rey dalam hati.
Saat waktu istirahat tiba , seperti biasa Rey dan Riko pergi ke kantin untuk makan siang.
"Ehh.. Rey lo mau pesen apa biar gua pesenin sekalian !" Kata Riko.
"Mi ayam" Jawab Rey sambil duduk di sebuah kursi.
"Ok..! lo tunggu aja disini ya !"
__ADS_1
Riko pergi memesan makanan .
"Bu.. mie ayamnya yang pedesss banget bu..!" bisik Riko pada Ibu kantin.
"Baik nak Riko" Jawab Ibu kantin.
Riko tahu bahwa Rey sama sekali tidak bisa makan pedas. Kali ini ia ingin memberikan hukuman pada Rey , karena selalu menggagalkan rencananya mendekati Syafira. "Rasain lo Rey..!" ucap Riko dalam hati , dengan senyuman yang penuh kelicikan.
Setelah selesai dengan pesanannya, Riko membawanya untuk diberikan pada Rey. Tak lupa ia juga membawa pesanannya sendiri.
"Nih Rey" Riko menaruh dua mangkuk yang berisi mie ayam , untuk dirinya juga untuk Rey.
Sekilas tak ada yang mencurigakan bagi Rey.
Rey mulai melahap mie ayam itu.
"Aarrhh.. kenapa pedes banget sih Rik ?"
Wajah Rey mulai memerah , keringatnya mulai bercucuran karena menahan rasa pedas itu. "Anj**r lo ngerjain gua ya..!" Brakkk...!. Rey memukul meja dengan sekeras kerasnya.
Riko tertawa melihat Rey yang sedang kepedasan "ha ha ha.. makanya jangan berani berani sama Riko..!"
Orang orang memandang aneh pada Rey. Ternyata pria setampan dan segagah Rey tidak bisa makan pedas. Tetapi itu sama sekali tidak membuat Rey terlihat jelek dihadapan semua orang. Justru Rey sangat menggemaskan bagi para wanita yang mengidolakannya.
Syafira saat itu juga sedang makan, ia sangat ingin menolong Rey. Tetapi ia coba untuk menahan diri. Ia takut semua orang akan curiga pada hubungannya dengan Rey. Jika itu sampai terjadi tentu saja akan menjadi masalah besar antara Riko dan Rey.
Pada saat akan pulang, Syafira sedang berjalan menuju parkiran tempat mobil Rey diparkirkan. Tiba tiba datanglah Riko, lalu berjalan disampingnya.
"Syafira.. aku anterin pulang yuk..!"
"Nggak usah Rik. Aku kan pulang bareng kak Rey." Jawab Syafira.
"Yahh.. " Ucap Rey dengan kecewa.
"Lain kali aja ya Rik !" bagaimanapun Riko adalah sahabatnya . Dan Syafira menghargai itu . Dulu mereka memang sangat dekat, hanya saja mungkin jarak dan waktu yang membuat mereka semakin jauh. Apalagi sekarang Syafira sudah menjadi pacar Rey.
Syafira membuka pintu mobil , tak sempat masuk , tiba tiba Rey memanggilnya. "Syafira..!"
Syafira berbalik ke arah Riko "iya Rik".
"Aku ingin persahabatan kita kaya dulu lagi" Ucap Riko .
Mendengar ucapan Riko sebenarnya Syafira merasa sedih. Tetapi sekarang keadaan sudah berbeda , tidak seperti dahulu saat mereka sama-sama berada di kampung. Syafira hanya tersenyum membalas ucapan Riko . Kemudian Syafira masuk ke mobil.
Rey mulai menjalankan mobilnya . "Ra.. tolong kamu jangan dekat-dekat sama Riko ya !" Kata Rey sambil fokus dengan kemudinya.
"Iya kak..!"
__ADS_1
Rey tersenyum pada Syafira "Aku percaya sama kamu ".