
Pagi pagi Syafira mulai berjalan menuju kampusnya. Ia menjalani hari pertama nya masuk kuliah dengan penuh kegembiraan dan semangat yang menggebu. Tibalah ia diruangan yang ia tuju. Disana ada beberapa orang yang sedang duduk dikursi .
"Hai..!!" sapa syafira pada mereka .
"Hallo ..!" jawab seorang seorang wanita yang kini tepat berada di depannya itu .
"Boleh aku duduk disini? " tanya Syafira sambil menunjuk kursi yang ada disampingnya.
"Oh tentu saja boleh ." wanita itu tersenyum ramah pada syafira.
"Kenalin nama aku syafira" , sambil mengulurkan tangannya .
"Aku Alena ."
Mereka pun berjabat tangan.
Tidak lama kemudian datang seorang dosen dan merekapun memulai pembelajaran .
Setelah beberapa lama jam pulang pun telah tiba. Syafira berkemas untuk pulang. Ia keluar dari ruangan dan berjalan ..
Tiba tiba ada sesuatu yang menghalangi langkah kakinya sampai ia terjatuh .
Bruukkk..!! " aww sakiitt..!!"
Ternyata seorang laki laki tampan sengaja menghalangi kaki syafira dengan kakinya . Ya , dia adalah senior yang merupakan mahasiswa terpopuler dikampusnya . Dia memang sudah biasa mengerjai anak baru dikampusnya , dan kebetulan syafira lah yang menjadi sasaran.
Laki laki itu bernama Rey, seorang laki laki tampan yang berasal dari keluarga kaya raya . Dia sebenarnya baik hanya saja dia suka usil.
Dia segera membangunkan gadis yang tadi ia usili.
"Hehe..! maaf ya saya sengaja " laki laki itu pergi sambil cekikikan. Namun Syafira hanya bisa tediam dengan muka kesal .
"Aarrhh..! kenapa si tu orang kaya gak ada kerjaan aja." Cerutu Syafira sambil mengepalkan tangan karena kesal.
Hari demi hari telah berlalu Syafira menjalani rutinitas barunya sebagai mahasiswa di universitas ternama itu.
__ADS_1
Tak lupa ia selalu memberi kabar pada kedua orang tuanya dan menceritakan segala kegiatannya dikampus. Sayafira merasa senang karena ia berteman dengan orang orang baik dikampusnya .
Baru berjalan sebulan , Sayafira sudah memiliki teman dekat , mereka adalah Rumi dan Silvia.
Rumi ,Silvia dan juga Syafira sedang duduk dikantin sambil memakan makanan ringan . Tiba tiba mata mereka tertuju pada lelaki tampan yang sedang asyik ngobrol bersama teman temannya. Rumi dan Via mengamati mereka dari kejauhan . Berbeda dengan Syafira dia sama sekali tidak memperhatikannya.
Mata mereka terbuka lebar saking kagumnya dengan ketampanan lelaki yang bernama Rey itu .
"Waahhh..!! itu kan kak Rey mahasiswa paling populer disini.." kata Via
"Iya Vi ganteng banget ya ampun ." jawab Rumi.
Sedangkan Syafira malah asyik makan.
Mereka berdua menengok ke arah Syafira dengan muka heran.
"Loh Sya ko kamu biasa aja si ngeliat cowo setampan ka Rey?" tanya via pada Syafira
"Memang nya kenapa ? justru kalian tuh yang terlalu berlebihan"
Mereka pun tertawa lepas . Syafira memang tidak ada niat untuk mengagumi siapapun apalagi seorang laki laki, ia tak mau prestasinya menurun gara gara itu, dan ia hanya ingin fokus belajar. Walaupun dalam hati nya mengatakan bahwa laki laki itu memang tampan , tapi dia tidak peduli dengan hal itu.
Banyak telur telur yang pecah berserakan dipinggir jalan didekat mereka. Syafira merasa kasihan dengan ibu itu dan menghampirinya.
"Permisi ! maaf kalau boleh tau ini ada apa ya? kenapa bapak memarahi ibu ini?"
"Iya ini loh ibu ini tadi menabrak saya ketika saya bawa telur telur ini sampai jatuh, kan semua telur telur saya jadi pecah semua, tapi ibu ini tidak mau ganti kerugiannya."
Ibu itu memang sedang kelihatan bingung , apa yang harus ia perbuat. Karena meminta maaf saja itu tidak cukup .
"Maaf pak saya tidak sengaja tadi . Terus saya mau ganti rugi , tapi untuk saat ini saya gak bawa uang pak saya harus bagaimana?"
"Halah ibu ini hanya alasan saja , saya tau anda mau menipu saya."
"Sudah sudah..! memang nya ibu ini harus bayar ganti rugi berapa sih pak?" tanya syafira pada pria itu.
__ADS_1
"250 ribu"
Syafira segera mengambil uang miliknya untuk membayar ganti rugi ibu itu.
ia memang tak memiliki banyak uang tetapi harus bagaimana lagi syafira merasa sangat kasihan pada wanita itu , dia teringat pada sosok ibunya dikampung, dia membayangkan jika ibunya sendiri yang dimarahi orang lain seperti itu , pasti saja dia tidak akan bisa menerimanya. Lagi pula dia percaya jika ia gunakan uangnya tersebut untuk kebaikan tuhan pasti akan membalasnya kembali dengan beribu ribu kebaikan .
pria itu pun pergi setelah menerima uang dari syafira.
Ibu itu melirik syafira dengan kagum.
"Kenapa kamu membantu saya na? "
"Kita kan harus saling membantu bu"
"Masyaalloh ..! cantik sekali kamu na, terima kasih ya sudah membantu saya. Nanti uangnya saya ganti ya ! "
"Iya sama sama bu , ohh tidak usah bu saya ikhlas ko."
Kring.. Kringg.. Tiba-tiba suara handphone ibu itu berdering , dan segera mengankatnya. Wanita itu terlihat buru buru seolah ada sesuatu yang harus segera ia kerjakan. Ia pun berpamitan dan segera pergi.
Sedangkan ditempat yang berbeda , Rey sedang bersantai dibelakang rumah sembari menatap indahnya bunga bunga. Rumahnya begitu mewah . Ia adalah anak dari pengusaha besar.
"Hey nak , sedang apa kamu disana ?"
seorang wanita yang tak lain adalah ibunya menghampiri. Ibunya bernama Bu Handayani yang kerap dipanggil sebagai Umi Yani . yaa.. Umi Yani lah yang tadi dibantu oleh Syafira.
"Aahh umi kenapa lama sekali ? aku kan sudah lapar mi." Kata Rey dengan manjanya.
Lalu umi menunjukan kantong yang berisi makanan.
"Ini makanan nya sayang. ayo kita makan !".
Merekapun makan bersama dimeja makan.
Mereka sebenarnya punya ART yang bertugas memasak dan menyiapkan makanan , hanya saja ART nya itu sedang pulang kampung.
__ADS_1
Rey memang selalu dimanja karena ia merupakan putra satu satunya di keluarga umi yani, dikarenakan rahim umi yani bermasalah jadi tidak bisa memiliki anak lagi.
Umi yani menceritakan kejadian yang menimpanya tadi ketika ia hendak membeli makanan , dan menceritakan kekagumannya pada seorang gadis yang menolongnya. tapi ada satu hal yang ia lupa , kenapa ia tidak menanyakan nama nya dan dimana tempat tinggalnya, aah ya sudahlah mungkin ia akan bertemu lagi dengan gadis itu dilain waktu.