Adikku Kau Cintaku

Adikku Kau Cintaku
Dilema


__ADS_3

Hari sudah malam , Seperti biasa Umi selalu datang ke kamar Syafira saat menjelang tidur. Syafira bercerita tentang impiannya . Ia bercita cita ingin memajukan desa tempat kelahirannya yang masih banyak yang tertinggal dari kemajuan zaman.


"Nak apakah setelah lulus kuliah kamu akan kembali ke kampung ?" tanya Umi dengan sedikit khawatir.


"Iya Umi , tapi Umi tenang aja , aku pasti akan berkunjung kesini , mungkin sebulan sekali atau kalau ada waktu" Syafira memegang kedua tangan Umi .


Mendengar Syafira mengatakan hal itu, Umi merasa sangat sedih, matanya mulai berkaca kaca. Apakah ia sanggup untuk berpisah dengan Syafira? . Meskipun Umi sadar bahwa Syafira memiliki kedua orang tua dikampungnya. Memang tak ada yang salah dengan impian Syafira , tetapi sungguh Umi sangat sedih jika nanti harus berpisah dengannya.


"Emm..! ini sudah larut malam , waktunya kamu tidur sayang " Umi mengalihkan pembicaraan agar dirinya tak semakin merasa sedih.


Syafira berbaring diatas kasur. Umi menyelimuti Syafira , mengelus elus rambutnya, dan Syaira pun tertidur.


Umi mencium kening Syafira, lalu pergi kekamarnya.


Dikamar ada Abi yang sudah menunggunya.


"Syafira sudah tidur mi ?" tanya Abi.


"Sudah" Umi duduk di samping Abi dengan ekspresi sedih.


"Ada apa mi ?" tanya Abi sambil merangkul Umi.


"Bi.. Syafira bilang setelah lulus kuliah , dia akan pulang ke kampungnya" Umi menatap Abi dengan mata yang berkaca kaca.


"Ohh jadi itu yang membuat Umi sedih" Abi mengusap usap punggung Umi.


"Bi.. Umi gak bisa bayangin kalo nanti kita akan berpisah dengan Syafira" Sungguh Umi tak bisa menahan air matanya ketika membayangkan hal itu terjadi.


Seketika Abi termenung, memang benar apa yang dikatakan Umi. Tapi apa boleh buat, mereka harus berpisah dengan Syafira suatu saat nanti, karena Syafira hanyalah anak angkat yang masih memiliki kedua orang tua di kampungnya.


Tiba tiba Abi mempunyai satu ide.


"Ahaa..! kita nikahkan saja Rey dengan Syafira"


"O iya ya Bi. Umi akan membujuk Rey supaya dia mau menikahi Syafira" Umi sangat bersemangat karena kini ada satu cara yang membuat Syafira akan tetap tinggal disini. Dan itu lah satu satunya cara, yaitu dengan menikahkan Rey dengan Syafira.


Umi segera bergegas ke kamar Rey . Ternyata Rey belum tidur, ia sedang asyik bermain ponsel.


"Rey..! sayang.. ikut Umi yuk..! Umi mau bicara sama kamu". Umi takut kalau bicara disini , Syafira akan mendengar pembicaraan mereka . Karena kamar Rey dan Syafira memang bersebelahan.


"Bicara apa si Umi.. kalo mau bicara bicara aja disini" Rey menaruh Handphonenya .


"Ayo ikut Umi..!" Umi mengajak Rey ke Ruangan tamu , dimana disitu Syafira tak akan mendengarkan pembicaraan mereka.


Diruangan tamu sudah ada Abi yang sudah menunggu.


Mereka duduk di sofa. Dalam hati Rey bertanya tanya , apa yang ingin mereka bicarakan , sepertinya hal yang begitu penting.


Abi memulai pembicaraan.


"Rey , apakah kamu menyayangi adik kamu Syafira?"


"Iya Abi . Kenapa emang? " Rey heran kenapa mereka begitu serius .


"Setelah lulus kuliah , Syafira akan pergi meninggalkan kita. Ia akan pulang ke kampung halamannya " kata Abi .


"Iya.. lalu kenapa? " Rey menatap Abi dengan sangat heran.

__ADS_1


" Bisakah kamu membuatnya tetap tinggal disini ? " Abi menatap tajam pada Rey.


"Bagaimana caranya Bi ?" Rey menatap Abi dan Umi dengan penuh tanda tanya.


"Nikahi Syafira..!" kata Abi dengan tegas.


"Apaaa..?" kata Rey dengan nada tinggi. Rey sangat kaget dengan apa yang dikatakan Abi nya itu.


"Umi mohon sama kamu Rey..! untuk kali ini saja, tolong turuti kemauan kami Rey. Kami tidak pernah menuntut apa apa dari kamu, tapi untuk kali ini , tolonglah Rey..!" Umi memegang kedua tangan Rey sambil menangis.


Rey melepaskan tangan Umi.


Tidak..!! Aku tidak bisa. Aku ini punya kekasih Umi..Abi..! bagaimana mungkin aku bisa melakukan itu".


Umi terus menangis , dan memohon pada Rey untuk menikahi Syafira. Sampai akhirnya Rey tak tega melihat Umi menangis tersendu . Mungkin Rey memang harus melakukan ini. Jika tidak, Umi akan terus bersedih karena memikirkan Syafira.


Rey menghembuskan nafas panjang.


"Baik.. Aku akan menikahinya. tapi tolong kasih aku waktu ".


"Terimakasi nak , terimakasih kamu sudah mau menuruti kemauan Umi" kata Umi sambil menghapus air matanya, lalu memeluk Rey.


Setelah mereka selesai dengan pembicaraannya , mereka pun kembali ke kamar masing masing untuk beristirahat, karena sudah larut malam.


...****************...


Pagi pagi seperti biasa mereka sarapan pagi. Rey duduk disebelah Syafira. Kali ini Rey terlihat lebih diam dari pada biasanya.


"Kak ambilin garpu dong..!" sebenarnya Syafira hanya ingin mengerjai Rey, karena dari tadi Rey diam saja.


"Eh.. gak jadi deh" Syafira fikir Rey akan marah, tapi justru Rey terlihat biasa saja.


"lohh kak ko gak marah si ? ngomong dong ! ko diem aja..!" Syafira menatap Rey dengan manja.


"Apaan si..? udah.. makan cepet.. nanti kesiangan ..!" kata Rey sambil makan.


Setelah mereka selesai makan pagi , Rey dan Syafira bersiap untuk berangkat ke kampus. Mereka berjalan menuju garasi.


"Nih pake helm ! " Rey memberikan Helm pada Syafira.


"Helm ?" tanya Syafira sambil menatap Rey yang sedang mengambil motor dari garasi .


"Iyaa.. emangnya kamu gak bosen naik mobil mulu.. pake motor dong.. lebih seru" Rey menatap Syafira yang sedari tadi hanya melohok.


Syafira memperhatikan Rey . Dia sangat keren ketika menaiki motor gede berwarna merah itu.


"Hey pake dong helm nya..! ko diem aja sih " Rey turun dari motor dan menghampiri Syafira. Lalu ia memakaikan Helm Syafira.


"Ayo..!" Tangan Rey meraih tangan Syafira dan menariknya ke dekat motor.


Merekapun menaiki motor itu dan motor mulai dijalankan.


"Pegangan ya..!" Kata Rey .


"Iya" jawab Syafira.


Setibanya di kampus, Syafira turun dari motor , sedangkan Rey memarkir motornya.

__ADS_1


"Syafiraa..!!" Via dan Rumi menariknya menjauh dari Rey.


"OMG..! Syaa..! kak Rey keren banget ya ampunn..!! " Kata Rumi dengan Sangat antusias.


"Sumpah Ra..! lo beruntung banget punya kakak seganteng dia" Kata Via .


Tiba tiba , perbincangan mereka berhenti karena , Riko mengahampiri mereka.


"Haii Syafira..! " Riko melambaikan tangan pada Syafira.


Syafira hanya tersenyum mendengar sapaan Riko.


"eumm.. Syafira.. istirahat nanti kita ketemu di taman ya.. bisa kan ? " ajak Riko dengan sedikit gagu.


Tak sempat menjawab ajakan Riko , tiba tiba Rey datang menarik Syafira menjauh dari Riko.


"Rik ade gue lagi buru buru" .


Riko sangat kesal pada Rey lagi lagi dia menggagalkan Rencananya untuk mendekati Syafira.


Sedangkan Via dan Rumi terlihat bingung, kenapa mereka terlihat aneh hari ini.


Syafira telah sampai di depan ruang kelasnya , diantar oleh Rey yang masih memegang tangannya.


"Kamu kenapa si kak ? aneh banget si" kata Syafira sambil melepaskan tangan Rey.


" Gapapa" jawab Rey sambil beranjak pergi.


...****************...


Sepulang kuliah , Rey duduk di kursi santai dekat kolam renang dibelakang rumahnya. Saat ini Rey benar benar dilema. Ia bingung sekarang harus bagaimana . Umi dan Abi ingin dirinya menikahi Syafira. Tetapi bagaimana dengan Riko yang telah lama menyimpan perasaan untuk Syafira. Dan bagaimana dengan Risa kekasihnya yang sudah ia pacari sejak ia duduk di bangku SMA. Risa merupakan cinta pertamanya yang bertahan sampai sekarang. Oleh karena itu, sulit sekali bagi Rey untuk melepaskan Risa.


Syafira menghampiri Rey lalu duduk dikursi sebelahnya.


"Kenapa si kak ? lagi ada masalah ya?"


"Nggak ko. Ra.. menurut kamu siapa yang harus kamu pilih antara ibu , sahabat , atau pacar ?" Tanya Rey dengan tatapan yang kosong.


" Ya ibu lah. Karena ibu itu segalanya bagi kita. Ibu yang melahirkan kita, yang membesarkan kita, yang memberikan kehidupan bagi kita . Aah pokok nya jasa seorang ibu itu tak terhingga " jelas Syafira.


Yaa,, mungkin apa yang dikatakan Syafira memang benar. Mungkin inilah saatnya Rey untuk membalas jasa pada Umi. Yaitu dengan menikahi Syafira. Lagi pula Rey tak mau melihat Umi sedih. Sekarang Rey yakin akan menikahi Syafira . Hanya saja mungkin butuh waktu untuk melakukannya.


"Ra kamu pernah jatuh cinta gak ? " Tanya Rey.


"nggak " Jawab Syafira dengan polosnya.


"Jadi kamu gak pernah pacaran ?" Rey menoleh ke arah Syafira dengan sedikit terkejut.


"nggak "


Syafira begitu polos , sampai sampai Rey merasa gemas padanya.


Tiba tiba Rey mencubit kedua pipi Syafira.


Syafira berteriak kesakitan, dan Rey pun segera kabur.


Sekarang Rey yakin bahwa dirinya akan menjadi cinta pertama untuk Syafira.

__ADS_1


__ADS_2