
Umi Yani adalah seorang ibu rumah tangga biasa , ia selalu menghabiskan waktunya dirumah saja. Hanya saja lama kelamaan ia mulai bosan , tidak ada kegiatan ataupun kesibukan apapun. Semua pekerjaan dirumahnya bahkan dikerjakan oleh ART. Akhirnya ia memutuskan untuk mendirikan bisnis kue kecil kecilan. Umi Yani melakukannya bukan karena uang , melainkan karena hobby saja .
Umi Yani merupakan istri dari pengusaha besar dikota Jakarta yang bernama Pak Wira. Anak dan istrinya biasa memanggil nya dengan sebutan Abi. Perusahaannya sudah memiliki banyak cabang yang tersebar di seluruh indonesia , bahkan ada beberapa yang diluar negeri.
Umi Yani dan Abi Wira sedang bersantai sambil menikmati secangkir teh di pagi hari. Mereka duduk dikursi yang berada dipinggir kolam berenang yang ada disebelah rumahnya .
"Bi Umi ingin sekali mempunyai seorang anak perempuan. Kalau Umi punya anak perempuan pasti Umi akan memperlakukannya seperti ratu dirumah ini." Umi tersenyum dan pandangannya lurus kedepan seolah sedang membayangkan sesuatu.
"Sudah lah mi mungkin ini takdir dari yang maha kuasa bahwa kita hanya bisa mempunyai satu putra." Pak Wira menoleh kearah istrinya itu dan meyakinkan sang istri bahwa dengan keluarganya ini ia sudah cukup bahagia walaupun hanya dengan satu putra saja.
"Oh iya, kita kan memang akan punya anak perempuan setelah rey menikah nanti " sambung Pak Wira sambil bercanda.
Umi sontak langsung menengok ke arah Pak Wira , mereka pun betatapan lalu tertawa.
Sedangkan ditempat yang berbeda Syafira seperti biasa siap siap untuk pergi kekampus. Buku-buku, tas, pena, dan perlengkapan lainnya sudah siap . Syafira berangkat menuju warung yang ada dipinggir jalan untuk sarapan, dan ia memesan semangkuk bubur ayam.
Ketika Syafira menikmati sarapannya tiba tiba seseorang datang menghampirinya.
"Asalamualaikum"
"waalaikumsalam" jawab syafira sambil menengok ke arah orang itu , dan ternyata dia orang yang kemarin ia tolong.
Yaa.. yang datang memang Umi Yani . Syafira menganggap ini sebuah kebetulan , padahal umi memang sengaja untuk mencari nya, untuk sekedar berkenalan.
"Silahkan duduk bu" kata Syafira sambil memberikan kursi plastik yang ada disampingnya.
Umi lalu duduk disamping Syafira dan memesan semangkuk bubur ayam.
Umi Yani sebenarnya tidak biasa makan dipinggir jalan seperti ini hanya saja ia ingin lebih akrab saja dengan Syafira. Ia merasakan bagaimana rasanya makan dipinggir jalan , baginya sungguh tidak nyaman . Suara bising dari jalan begitu menggagu belum lagi bau asap kendaraan yang tercium . Tetapi makanannya memang enak , membuat Umi tidak menghiraukan ketidak nyamanan itu.
"Apa kamu sering makan dipinggir jalan seperti ini ? " tanya Umi pada Syafira.
"Iya , setiap hari saya selalu sarapan disini. Tapi makanan nya enak enak ko" jawab Syafira.
__ADS_1
"Ohh ya namamu siapa nak? dan dimana tempat tinggalmu? " tanya Umi pada Syafira.
"Nama saya Syafira bu , dan saya tinggal di kostan putri disebelah sana bu " jawab Syafira sembari menunjuk ke arah kost kostan nya.
"Sebenarnya saya berasal dari kampung kemudian saya bersekolah di universitas ini " kata Syafira.
"Kenalin nama Saya Handayani panggil saja Umi Yani. Wahh .. ! biasanya ada kue khas dari kampung kamu, apa kamu bisa membuatnya?" tanya Umi.
"Bisa bu , kebetulan saya memang suka memasak sih" jawab Syafira.
"Wahh..!! kebetulan saya punya bisnis kue kecil-kecilan , kamu mau tidak bantu saya buatkan kue kue khas dari daerah kamu?" kata Umi. Sebenarnya Umi bukan ingin mencari keuntungan, hanya saja Umi ingin lebih dekat dengan Syafira. Jika saja Umi memiliki anak sebaik dan secantik Syafira pasti saja ia akan sangat bahagia, walaupun itu hanya angan angan saja.
"Boleh boleh , dengan senang hati saya akan bantu Umi" jawab Syafira
"Alhamdulilah kalau begitu nanti Umi jemput kamu setelah kamu pulang dari kampus ya" kata Umi dengan ekspresi senang.
Setelah mereka menyelesaikan sarapannya merekapun saling berpamitan.
Sedangkan ditempat yang berbeda , tampak Riko sedang melamun sambil duduk dikursi taman kampus .
Tiba tiba Rey datang dan mengagetkan Riko.
Riko dan Rey adalah sahabat , mereka sudah dekat sejak baru masuk kuliah.
Bahkan teman temannya sering mengejek mereka dengan sebutan"Upin dan Ipin" .
"Woy kenapa lo pagi pagi gini udah ngelamun aja" Rey menepuk kedua pundak Riko dari belakang ,dan duduk disampingnya.
"Sebenernya gua suka sama cewe , tapi dia tuh sahabat gue dari kecil, gua mau jujur sama dia tapi gua malu dan dia juga gak mungkin suka sama gua " jelas riko dengan pandangan kosong .
"Kalo menurut gua si ya lo jujur aja sama dia , kalopun dia gak mau sama lo , lo kan bisa perjuangin dia supaya dia mau ama lo" Rey dengan bijaksana memberikan solusi untuk masalah sahabatnya itu.
Yang ada dibenak Riko adalah Syafira , sudah sejak lama ia menyukai sahabat kecilnya itu, tetapi Rey samasekali tidak tau siapa gadis yang Riko maksud dan dia juga tidak ingin menanyakannya dikarenakan Rey tidak ingin terlalu ikut campur.
__ADS_1
ketika jam pulang telah tiba Syafira melihat Umi Yani sudah menunggunya diparkiran . Umi berdiri didepan sebuah mobil mewah miliknya . Umi melambaikan tangannya seperti memberi tahu bahwa ia disana .
Syafira segera menghampiri Umi Yani.
"Hey nak.. ayo..!" ajak Umi .
" Baik Umi" jawab Syafira sambil menggangguk.
Kemudian mereka berangkat ke rumah Umi.
Sampailah mereka dirumah mewah tempat kediaman Umi Yani dan keluarganya. Alangkah kagumnya Syafira melihat rumah yang semewah ini, dan bukan hanya indah dipandang tetapi juga sangat luas.
Umi mempersilahkan Syafira untuk masuk dan beristirahat dulu , namun Syafira ingin langsung saja membuat kue. Umi pun meng iya kan nya.
Kue kue buatan Syafira sangatlah enak , Umi sangat menyukainya. Jika Umi saja sangat suka dengan kue kue itu apalagi para pelanggannya.
Syafira memang sering membantu ibunya dikampung untuk membuat berbagai macam kue sehingga dia menjadi pandai membuat kue kue itu.
Tiba tiba seorang laki laki datang kerumah itu dan memanggil manggil Umi Yani . Syafira tidak mengenalnya , hanya saja ia seperti pernah melihatnya.
"Umiii.. Umiii...!! "
"Yaa sayang . Lihat sini umi sedang membuat kue nak."
Laki laki itu menghampiri Umi dan memeluknya.
Syafira hanya diam dan tak banyak bicara . Ow dia ingat bahwa laki laki itu yang usil padanya dikampus waktu pertama masuk kuliah.
Umi memperkenalkan laki laki itu pada Syafira.
"Perkenalkan ini anak umi , nama nya Rey , nah nak.. sayang itu adalah Syafira , dia itu gadis yang manis."
Syafira dan rey lalu bersalaman. Rey tersenyum malu pada Syafira karena ia sadar diri kalau ia pernah usil pada Syafira.
__ADS_1
Syafira juga tersenyum tapi seolah seperti senyum yang dibuat buat, tentu saja karena ia masih merasa kesal pada Rey.