
Pagi pagi sekali Syafira bangun , Sholat , lalu seperti biasa mengerjakan pekerjaan rumah.
Setelah selesai , Syafira lalu pergi kekamar untuk bersiap siap ke kampus.
Nampak Rey keluar dari kamar mandi sambil menggosok gosokan rambutnya yang basah dengan handuk.
Syafira lalu mengambil pakaian gantinya dilemari lalu pergi ke kamar mandi . Setelah itu ia memoleskan sedikit bedak dan lipstik diwajah dan bibirnya.
" Sarapan nya udah aku siapin , sarapan dulu ya kak.!"
"hmmm..". Rey mengemas semua keperluannya yang akan dibawa ke kampus.
" ohh yaa , katanya nanti ada acara dikampus kita . Acara apa sih kak ?"
"Acara hiburan rutin tahunan . Biasanya setahun sekali suka ada acara hiburan kayak gini."
"oohh.. " Syafira mengangguk mengerti.
...****************...
Diruang makan mereka mulai menyantap makanan yang disiapkan oleh Syafira.
" Masakan kamu gak enak, gak kayak masakan Umi." celetuk Rey .
"Masa sih kak.?" Syafira merasa rasa kan masakannya , rasanya tidak ada yang kurang ."ini enak ko , kenapa kak Rey bilang gak enak ya. Ahh mungkin seleranya beda sama selera aku" ucap Syafira dalam hati. "Hmmm maaf ya kalo masakan aku gak enak."
"hmm.." Rey minum lalu beranjak. " Aku berangkat duluan ya soalnya aku harus siap siap buat acara nanti." ucap Rey dengan tergesa gesa.
Syafira membuka mulut seolah ingin berbicara tapi tak sempat , karena Rey terlihat sangat buru buru.
Lagi lagi Syafira harus naik angkot. Tapi Syafira tak mempermasalahkan hal itu. Ia mengerti mungkin suaminya itu saat ini sedang sangat sibuk dikampusnya.
...****************...
Dikampus pagi pagi sudah rame , karena akan ada acara besar dikampus . Mereka sangat antusias , karena idola mereka akan bernyanyi di acara itu.
__ADS_1
"Syafiraa...!" teriak Via dan Rumi ketika Syafira hendak menghampiri mereka. Mereka berjingkrak jingkrak dengan antusias.
"Apa si ? Kenapa si kalian ?" Ucap Syafira dengan heran.
"Kak Rey mau nyanyi diacara nanti " jawab Via dengan sangat gembira.
"Ohh gitu ya.." jawab Syafira dengan singkat.
"ihh lo ko biasa aja sih, mentang mentang yang nyanyi abang lo" ucap Rumi sambil mencubit pipi Syafira.
"Ya kan gue udah biasa liat abang gue nyanyi " jelas Syafira dengan santai.
"iyaa sii.. Aaaa...! Seandainya aja gue jadi elo. Punya abang ganteng kaya dia" ucap Via meng andai andai.
"Biasa aja.." ucap Syafira yang padahal dalam hatinya ia sangat mencintai orang yang sedang mereka bicarakan itu.
"aduhhh gue udah gak sabar pengen lihat kak Rey nyanyi." Ucap Via.
Para Mahasiswa dan mahasiswi dikampus berbondong bondong pergi ke aula dimana acara itu akan dilaksanakan. Semua orang terlihat sangat antusias.
Tibalah saatnya acara itu dimulai. Dan kini saatnya Rey bernyanyi bersama band nya.
Tiba tiba ada seorang wanita cantik yang menghampiri Rey dan bernyanyi bersama nya dengan mesra.
Syafira bertanya tanya dalam hati "siapa wanita itu ? Kenapa mesra banget sama kak Rey ?" bagaimanapun ia merasa kesal , dan cemburu . Kenapa mereka harus semesra itu dihadapannya. "Vi.. Siapa si cewe itu ? Ko mesra banget mereka ?"
"Syafiraa..! Lo gak tau kalau itu pacarnya ka Rey. Mereka cocok banget kan Ra..?" Jawab Via .
"Apa..?" Tiba tiba jantungnya berdebar debar. Sebenarnya apa yang terjadi ? Siapa dia ? Rey itu suami aku kenapa dia ? Ucap Syafira dalam hati dengan mata yang berkaca kaca. Syafira lalu pergi dan menutup air matanya yang mulai menetes.
"Sya lo mau kemana ?" Tanya Rumi .
"Gue mau ke toilet dulu " jawab Syafira sembari berlari .
Rey yang saat itu sedang bernyanyi dipanggung melihat Syafira yang berlari keluar dengan menutupi mulut dan hidungnya. Terlihat jelas olehnya Syafira memang menangis. Dan ia juga tau apa alasannya Syafira menangis. Namun ia tetap fokus bernyanyi.
__ADS_1
Syafira pergi ke toilet untuk menyembunyikan tangisnya. Didepan cermin ia melihat wajahnya yang telah basah oleh air mata. Ia tak mampu menahannya lagi. "Kenapa kak Rey tega . Apa maksud dari semua ini ? Kenapa..?". Syafira saat ini benar benar tidak bisa mengontrol dirinya. Air matanya terus saja mengalir tanpa henti. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang.
Dirumah, Syafira terus menerus menangis , sampai mata nya membengkak. Sampai tak terasa ia tertidur.
Hari sudah mulai malam, Syafira masih saja tertidur ,sampai Rey datang.
Rey membawa makanan Untuk Syafira. Ia tau memang apa yang akan terjadi setelah acara tadi.
"Syafira..! " ucap Rey dengan lembut agar Syafira terbangun.
Dan Syafira pun akhirnya terbangun dengan mata yang bengkak . Ia hanya diam tanpa sepatah kata pun ia ucapkan.
"Nih aku bawain makanan. Kami pasti belum makan kan ?" ucap Rey sembari memberikan makanan itu.
"Aku gak mau makan" Jawab Syafira dengan ekspresi datar.
"Kamu kenapa Ra ? Kamu nangis ? Itu mata kamu bengkak. Biar aku ambilin es batu ya buat kompres mata kamu." ucap Rey sembari beranjak.
Namun Syafira menahannya dengan menarik ujung bajunya. " gak usah..!"
"Itu mata kamu bengkak Ra.."
"Risa siapa kamu ?"
Rey sudah menduga Syafira pasti menanyakan hal itu. Mungkin ia memang harus jujur tentang Risa pada Syafira. "Yaa.. Mungkin kamu emang harus tau Ra. Risa itu emang pacar aku. Kita udah pacaran sejak kita duduk dibangku SMA. Sedangkan aku emang harus nikahin kamu , karena keinginan Umi. Umi sayang banget sama kamu Ra . Umi gak mau suatu saat kamu pergi jauh dari kita, makanya Umi mau aku nikahin kamu. Dan aku harus turutin . Tapi jujur Ra , aku gak bisa kehilangan Risa . Aku sayang banget sama dia. Jujur.. Aku emang ada perjanjian sama Risa kalau suatu saat aku akan ceraikan kamu dan nikah sama dia. Maaf Ra." jelas Rey dengan mata yang berkaca kaca.
Syafira melihat bahwa Rey memang sangat mencintai Risa. "tapi apa harus kamu permainkan sebuah pernikahan kak ?" Ucap Syafira dengan air mata yang terus saja membasahi pipi indahnya.
"Kamu tetap sah istri aku , kita emang sah menikah Ra. Tapi aku mohon sama kamu , jangan pisahkan aku sama Risa. Tolong Ra..! Dan maaf jika suatu saat aku ninggalin kamu "
Ini memang sangat menyakitkan bagi Syafira , tapi ia tak boleh egois . Jika memang Rey sangat mencintai Risa, bagaimana bisa ia memisahkan dua insan yang saling mencintai. Ia memang sangat mencintai Rey , tapi justru cinta itu yang mengharuskannya untuk membiarkan Rey dan Risa tetap bersama. Karena cinta itu tak harus memiliki. "baik , aku akan biarkan kalian tetap bersama".
"Makasih.. Dan tolong sembunyikan semua ini dari Umi dan Abi..!"
"Baik..!"
__ADS_1
"tapi aku juga sayang ko sama kamu karena sebelum ini , kamu adalah adikku. Dan aku mohon sama kamu lakukan semua ini demi Umi ya..!"
"iya aku tau."