Adikku Kau Cintaku

Adikku Kau Cintaku
Dijadikan anak angkat


__ADS_3

Kini setiap hari Syafira selalu kerumah Umi untuk membantu Umi Yani membuat kue. Syafira senang melakukannya , karena memasak adalah salah satu hobby nya .


Setiap hari pelanggannya kian semakin banyak Syafira dan Umi semakin kewalahan sampai mereka mempekerjakan beberapa karyawan .


Hingga akhirnya mereka memiliki toko kue sendiri . Toko kue itu setiap hari selalu ramai dikunjungi pembeli . Syafira dan Umi mulai menyerahkan pekerjaannya kepada karyawan , sehingga Syafira dan Umi hanya bertugas mengontrol saja.


Pagi pagi Syafira duduk di ruang kerjanya sambil meminum secangkir teh hangat, hari ini ia tidak kekampus karena libur.


Datanglah Umi menghampiri .


"Nak.. sekarang kita sudah sekses dengan bisnis kue kita. Kamu telah banyak membantu Umi. Umi sayang sama Syafira , Umi sudah menganggap kamu seperti anak Umi."


Syafira menatap Umi Yani dan tersenyum .


"Iya Umi , aku juga sayang sama Umi ." Syafira lalu mendekati Umi dan memeluknya.


Selama ini Syafira juga memang selalu diperlakukan layaknya seorang anak oleh Umi Yani , sehingga ia merasakan suatu kenyamanan .


Mata Umi mulai berkaca kaca, ia merasa terharu .


"Nak Umi tau kamu punya ayah dan ibu , tapi maukah kamu jadikan Umi dan Abi Wira sebagai orang tua kedua kamu ?"


Syafira melepaskan pelukannya dan menatap Umi dengan senyuman kecil dibibir manisnya.


"Umi.. Syafira sudah menganggap kalian sebagai orang tua Syafira ko Umi."


Umi mulai meneteskan air mata , sekarang ia merasa seperti telah memiliki seorang anak perempuan.


"Nak tolong kamu mau ya tinggal bersama kami !"


Melihat Umi meneteskan air mata, Syafirapun tak kuasa menahan air matanya .

__ADS_1


"Tapii Umi... Apa aku tidak akan dianggap sebagai orang yang memanfaatkan kekayaan Umi, Aku juga tidak ingin menjadi benalu dalam kehidupan keluarga Umi. "


Umi memegang pundak Syafira dan menghapus air mata Syafira.


"Tidak nak jangan berfikiran seperti itu , Umi tulus menyayangi kamu seperti anak Umi . Jadilah anak Umi nak !.. Umi juga sudah membicarakan ini pada Abi , dan Abi juga setuju , malahan Abi senang kalau kamu tinggal bersama kami, dan menjadi anak kami."


Syafira kembali memeluk Umi Yani .


"Terimakasih Umi..!"


Merekapun berpelukan.


Syafira sangat senang ia sungguh tak menyangka semua itu akan menjadi seindah ini, tak ada niat buruk sedikitpun dihati Syafira . Hati Syafira memang bersih , ia melakukan semua ini karena kasih sayang, bukan karena ingin memanfaatkan kekayaan keluarga Umi Yani.


Keesokan harinya Syafira membawa semua barang barang miliknya bersama Umi Yani dan dibantu oleh sopir. Sampailah ia dirumah mewah keluarga Abi Wira. Di dalam rumah sudah ada Abi Wira yang sedang menunggu . Sedangkan Rey sedang duduk santai di sofa sambil memainkan ponselnya.


Syafira bersama Umi membawa barang barangnya kedalam rumah dibantu oleh sopir.


"Hai Syafira , selamat datang dirumah kami , dan mulai sekarang ini jadi rumah kamu juga . "


Syafira segera bersalaman dan mencium tangan Abi baru nya itu.


"Ia nak.. sekarang sekarang ini Abi kamu , ya kan Bi ? " Umi menyenggol Abi dan tersenyum seolah menunjukan bahwa sekarang umi berhasil memiliki seorang putri yang cantik dan cerdas.


"Iya iya..!" Abi membalasnya dengan senyuman.


Umi teringat pada Rey yang sedari tadi seolah tak mendengarkan percakapan mereka . Umi segera menghampiri rey , dan mengambil ponselnya .


"Rey kenapa kamu sibuk sendiri si ?"


Umi menarik tangan Rey ke arah Syafira ." Nahh Rey sekarang Syafira adalah adik kamu. Dan Syafira..! mulai sekarang Rey adalah kakak kamu. Mulai besok kalian berangkat kuliah bersama ya. !"

__ADS_1


Mendengar hal itu Rey terlihat kaget.


"Loh Umi aku kan tiap hari berangkat sama pacar aku Mi."


"No no no ... besok gak ada lagi tuh kamu berangkat sama pacar gak jelas itu , kamu berangkat sama ade kamu Syafira... ! Ok..!"


Umi Yani memang tidak terlalu menyukai pacar Rey , dan sekarang ia menemukan cara untuk sedikit menjauhkan nya .


"Ta.. ta.. tapii... Umii.. "


"Gak gak ada tapi tapian." Umi menjawab kata kata Rey dengan tegasnya.


Umi segera mengantar Syafira dan menunjukan kamarnya yang berada dilantai dua , tepat di samping kamar Rey. Kamarnya begitu luas , bahkan jika dibandingkan dengan kamar kostnya kamar ini lebih besar . Syafira berbaring dikasur yang begitu empuk dan nyaman . Ia ingin beristirahat setelah seharian beraktivitas yang begitu melelahkan . Ketika ia memejamkan mata ,tiba tiba terdengar suara orang bernyanyi sangat keras di samping kamarnya yang tak lain adalah Rey. Suara itu sangat menggangu Syafira. Syafira segera bangun dan mengetuk pintu Rey.


Tok..tok..tok...


"Hey kak Rey malem malem begini jangan berisik ya , ganggu orang mau istirahat tau..!!"


Rey yang mendengar ocehan Syafira segera membuka pintunya . Ia sangat kesal karena biasanya tak ada yang melarangnya untuk melalukan hal seperti ini dirumahnya.


"Apa ? kenapa emang ? suka suka gue dong mau ngapain aja. berani beraninya ya lo ngoceh ngoceh ke gue ."


meskipun Rey merasa kesal tapi ia merasa kasihan pada Syafira , wajahnya begitu polos tanpa riasan make up sedikitpun, seperti anak kecil yang tak berdosa.


"Yaudah sana tidur.!!"


"Iya kak"


Syafirapun kembali kekamar dan melanjutkan istirahatnya.


Keluarga Pak Wira sekarang begitu lengkap , Umi dan juga pak Wira merasa sangat senang . Mereka berharap keluarga barunya ini akan rukun dan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2