Adikku Kau Cintaku

Adikku Kau Cintaku
Cemburu buta


__ADS_3

"Jika kamu tidak bisa memberiku harapan, setidaknya jangan buat persahabatan kita hancur Sya.." gumam Rey sembari menatap kepergian Syafira bersama Rey dengan mata yang berkaca kaca.


Dirumah kontrakan Riko . Riko mengambil sebuah kotak rahasia. Kotak itu ia namakan "Kotak Kenangan".


Riko mulai membuka kotak itu. Ternyata kotak itu berisi foto foto kenangan kebersamaan antara dirinya dengan Syafira . Selain foto disana juga ada barang barang yang pernah Syafira berikan padanya. Timbulah flashback difikiran Riko. Dahulu Syafira pernah memberikan gelang tanda persahabatan padanya.


Dahulu Syafira pernah berkata padanya " jika suatu saat kita dewasa , dan kita berpisah karena kehidupan kita masing-masing, gelang ini akan mengingatkan kita pada persahabatan kita"


Ketika Syafira dan dirinya masih kecil, mereka selalu bermain bersama. Mereka selalu bersama kemanapun mereka pergi. Saling berbagi cerita , suka maupun duka.


Sejak Dirinya pergi ke kota untuk menimba ilmu , mereka menjadi seperti saling melupakan satu sama lain. Mungkin karena jarak yang memisahkan mereka.


..........


Syafira sedang bersantai diruang keluarga bersama Umi. Rey datang menghampiri. Rey duduk di sofa disamping Syafira.


"Yang lagi ngapain ?" tanya Rey pada Syafira.


Sedangkan Syafira sedang asyik menonton televisi tanpa menghiraukan pertanyaan Rey.


Umi terkejut mendengar Rey memanggil Syafira dengan kata sayang. "apa mereka udah jadian ya ?" kata Umi dalam hati.


"Sayang..!" Rey memegang kedua pipi Syafira dan mengarahkan wajah Syafira padanya.


"Apa si kak.. aku lagi nonton TV" Syafira melepaskan tangan Rey , seolah tak peduli padanya.


"Ehemm..! jadi kalian udah jadian nih ?" kata Umi .


"Iya dong Mi.. bentar lagi bakal punya menantu" Rey tersenyum sembari menaikan kedua alis matanya , seolah menunjukan bahwa dia telah berhasil menaklukan hati Syafira.


Syafira mencubit lengan Rey "ih apaan si".


Umi sangat bahagia mendengar kabar bahwa mereka berdua sudah pacaran.


Ketika Rey, Syafira ,dan Umi sedang asyik ngobrol , tiba tiba Bi Inah datang menghampiri ."Permisi Tuan Rey , didepan ada teman tuan".


"Suruh kesini aja Bi !" Jawab Rey.


"Baik tuan"


Dan ternyata teman Rey yang datang adalah Riko. Riko biasanya memang sering sekali main ke rumah Rey.


"Eh nak Riko.. Ayo mari sini " Sapa Umi pada Riko.


"Makasih Umi" Riko pun duduk di sofa.


Sedangkan Umi pergi ke dapur untuk membuatkan minuman.


"Hey Rik.. tumben main kesini " Kata Syafira pada Riko.


"Iya nih lagi BT dikontrakan , makannya main kesini". Jawab Riko.


"Eh Rik.. gimana kabarnya Ema sama Bapa lo dikampung?" Tanya Syafira pada Riko


"Alhamdulilah baik Sya" Jawab Riko.


"Oh Syukur deh.. Udah lama ya gak ketemu mereka. Kangen deh" .


"Besok rencananya si Ema sama bapak mau kesini nengokin gua."


"Oh yaa..? Besok gue mau ke kontrakan lo ya . Pengen ketemu sama Ma Ijah sama pak Rido"


"Boleh boleh Sya".


" Ehemm.. Rik maen PS yo !" Ajak Rey pada Riko.


"Ayoo..!"


Rey dan Riko pergi bermain PS.


Sedangkan Syafira pergi ke dapur untuk membantu Umi menyiapkan minuman.

__ADS_1


Umi dan Bi Inah didapur sudah siap dengan minuman dan makanan ringan untuk tamu mereka yaitu Riko.


"Umi.. biar aku yang bawa deh" Kata Syafira.


"Oh yaudah sana" jawab Umi.


Syafirapun membawa minuman untuk Riko dan Rey, dibantu oleh Bi Inah.


"Minuman sudah datang..!" kata Syafira dengan ceria.


"Wihh seger nih kayaknya !" Riko mengambil segelas minuman itu lalu meminumnya.


"Eh nanti yang menang lawan aku ya" kata Syafira menantang Rey dan Riko.


"hahaha.. percaya deh lo jagonya" kata Riko pada Syafira.


"Emang lo bisa main PS Ra..?" Tanya Rey. Ia tidak tahu kalau Syafira sebenarnya jago main PS.


"Wihh dia mah gak usah diragukan lagi" Jawab Riko.


Sat set sat set.. Akhirnya Riko lah yang menang. Sekarang Riko harus bermain dengan Syafira .


Melihat Riko dan Syafira asyik bermain PS Rey malah ketiduran. Karena hari sudah mulai malam , akhirnya Riko memutuskan untuk pulang.


"Sya.. gue pamit pulang ya, udah mulai malem soalnya"


"Iya Rik , hati hati dijalan ya"


"iya Sya. Ehh.. Sya besok kita maen sepeda bareng yuk . Kangen gue kayak dulu lagi!"


"Iya Rik, boleh"


Riko pun pulang.


Syafira menghampiri Rey yang ketiduran dikursi. "Kak bangun..! Tidurnya dikamar kak ! Disini dingin." Kata Syafira sembari membangunkan Rey.


Rey pun terbangun. Rey melihat ke sekelilingnya , tenyata Riko tidak ada disana "Riko mana yang?"


"Ra.. ko pipi kamu merah si ? kenapa ?" Rey meraba raba pipi Syafira.


"Masa sih kak ?"


Cupp.. Rey tiba tiba mencium pipi Syafira.


"Aaaa..!" Syafira berteriak karena merasa geli. Syafira merasa aneh karena seumur hidupnya baru kali ini ia dicium oleh seorang pria.


Mendengar teriakan Syafira Umi segera menghampiri. "Ada apa ini ?"


Rey hanya tertawa melihat tingkah laku Syafira yang sangat menggemaskan.


Syafira lari dan memeluk Umi.


"Ada apa sayang ?" kata Umi.


"hahaha.. Nggak mi tadi aku cuma cium dia aja" Jawab Rey sambil tertawa.


Umi tertawa melihat Syafira yang begitu polos.


"Awas ya Rey kalian kan bukan muhrim". kata Umi mengingatkan Rey.


"Tenang aja Umi aku tau batasan ko. Tapi bentar lagi juga halal sih". Kata Rey sembari menaikan kedua alis matanya.


Mendengar ucapan Rey , Syafira langsung lari ke kamarnya.


...***...


Pagi-pagi Syafira bergegas mengambil sebuah sepeda. Rencanya ia ingin bermain sepeda bersama Riko.


" Sayang.. sarapan dulu dong ..!" teriak Umi pada Syafira.


"Nanti aja Umi..!"

__ADS_1


Syafira pagi ini sangat bersemangat karena setelah bermain sepedah Riko akan mengajaknya menemui Ma Ijah dan juga Pak Rido, orang tua Riko.


Syafira lalu pergi dengan sepedanya . Hembusan angin saat bersepedah mengingatkannya pada masa kecilnya. Membuat ia rindu pada kampung halamannya.


Kring..kringg.. suara klakson sepeda menyapa Syafira. Dan ternyata itu adalah Riko.


Mereka bermain sepeda di gang gang kecil dimana kendaraan jarang lewat. Mereka sangat menikmati kebersamaan mereka. Mereka seakan dibawa ke masalalu ketika dikampung.


"Rik balapan yuk..!" Tantang Syafira pada Riko.


"Ok.. siapa takut"


Syafira dan Riko beradu kecepatan mengayuh sepeda.


Sett.. Akhirnya Syafira lah yang menang.


"Ok.. karena gue yang menang.. lo harus traktir gue makan es krim." Pinta Syafira pada Riko.


"Iya iya.."


Mereka pergi ke sebuah kedai untuk untuk makan es krim. Ketika mereka sedang asyik makan es krim, Rey melihat mereka berdua dari kejauhan.


Pada saat itu Rey tak sengaja melihat mereka ketika dirinya akan pergi ke toko swalayan terdekat."Itu kan Syafira sama Riko . Ngapain mereka berduaan disini ?"


Rey segera menghampiri mereka. Rey sangat cemburu melihat mereka yang sedang berduaan. Tetapi sebisa mungkin Rey menyembunyikan kecemburuannya itu. Rey duduk diantara Syafira dan Riko. "pada asyik nih.. gak ngajak ngajak.."


"aduh gimana nih kalau kak Rey marah" kata Syafira dalam hati.


"Sorry Rey gue lupa gak ngajak lo" Jawab Riko.


"Syafira.. pulang yuk !" ajak Rey pada Syafira.


Syafira bingung apakah dia harus pulang atau tetap bersama Riko untuk menunggu kedatangan Ma Ijah dan Pak Rido.


"Yaudah kalau mau pulang, pulang aja Sya.. biar nanti kalo ema sama bapak udah sampe kesini gue kabarin lo ya !" kata Riko pada Syafira.


"Oh yaudah deh . Gue pulang ya Rik.." pamit Syafira.


Syafira dan Rey pun pulang. Tetapi tampaknya Rey marah pada Syafira. Rey tak mengucapkan satu kata pun pada Syafira.


"Kak..!"


Rey tak menjawab .


"Kakak marah ya ?"


Rey juga tak menjawab.


Sesampainya di rumah , Rey langsung saja masuk kerumah tanpa menghiraukan Syafira yang sedari tadi memanggilnya.


"Rey.. mana sayurannya ?" teriak Umi dari dapur.


"Gak ada.. suruh Bi Inah aja belanja ke pasar !" jawab Rey.


Rey lari ke balkon rumah di lantai atas.


Sedangkan Syafira mengejar Rey . " Kak maafin aku".


Rey berdiri di balkon rumahnya , sembari menatap pemandangan .


"Kak jangan marah dong ! , aku minta maaf "


Rey sama sekali tak menjawab, ia hanya terdiam tanpa satu patah kata pun.


"Kak.. Riko itu sahabat aku. Dia udah kayak sodara buat aku , tolong jangan cemburu kak. Kita boleh aja cemburu sama seseorang , tapi jangan sampai kecemburuan kita membuat orang yang kita sayangi dijauhi oleh orang lain."


"Aku tau Ra.. Tapi aku takut !" Rey berbalik ke arah Syafira.


"Terkadang cinta itu berawal dari teman , sahabat bahkan orang asing." Sambung Rey .


Rey mendekat pada Syafira , lalu memegang kedua tangannya. "Aku akan menikahimu, kamu mau kan jadi istri aku ?"

__ADS_1


"Nggak.. kenapa harus secepat ini ? kita baru aja memulai hubungan kita." Syafira melepaskan tangan Rey , lalu beranjak pergi.


__ADS_2