Adikku Kau Cintaku

Adikku Kau Cintaku
Menerima cinta


__ADS_3

Pagi pagi Syafira harus pulang dari rumah sakit , dikarenakan harus pergi kuliah.


Abi Wira mengantar Syafira pulang , lalu pergi ke kampus. Sedangkan Rey dirumah sakit ditemani oleh Umi.


"Selamat pagi..! Waktunya makan pagi.." seorang suster datang membawa makan pagi untuk Rey.


"Terimakasih suster" jawab Umi dengan ramah.


"Sama sama" suster memerikasa infusan , memeriksa suhu badan Rey dan memeriksa tekanan darahnya.


"Hmm.. suhu badannya masih tinggi , tuan Rey.. ini obatnya di minum setelah makan ya !" Suster menyerahkan beberapa obat untuk Rey, lalu pergi.


"Rey..! ini makan sayang !" Umi mengambil sesuap nasi lalu menyuapi Rey.


"Aku gak mau makan Umi" Rey menutup mulut dan memalingkan wajahnya .


"Kamu harus makan , biar cepet sembuh Rey !" Umi menarik tangan Rey yang menutupi mulutnya.


Rey menutup rapat mulutnya dan menggelengkan kepala.


"Rey.. jangan kayak anak kecil gini dong !" Umi menaruh makanannya dimeja karena merasa kesal.


"Aku mau Syafira yang nyuapin" ucap Rey dengan lirih


"Tapi kan Syafira pergi kuliah hari ini Rey" ucap Umi sambil mengerutkan dahi.


"Yaudah makannya nanti aja kalau Syafira pulang" Rey malah menarik selimutnya sampai menutupi tubuhnya , termasuk wajah.

__ADS_1


Umi terus saja memaksa Rey untuk makan. Tetapi Rey tetap tidak mau. Pagi ini Rey bukan hanya tidak makan , ia juga tidak minum obat.


Umi lebih memilih untuk tidak memberi tahu syafira sekarang , karena Umi takut mengganggu Syafira yang sedang belajar.


Dikampus, Syafira selalu teringat pada Rey, dan ia terlihat sering melamun. Entah kenapa Syafira merasa gelisah ketika mengingat Rey yang sedang sakit.


Akhirnya waktu pulang telah tiba . kring.. kring.. tiba tiba terdengar suara handphone Syafira berbunyi. "hallo Umi.."


" Sayang cepat pulang ya.. nanti Pak Udin yang jemput kamu ya" Kata Umi dalam telpon.


"Iya Umi"


Syafira saat ini sedikit merasa tegang , mengapa Umi ingin dirinya cepat pulang. Apa jangan jangan terjadi sesuatu pada Rey. fikiran Syafira saat ini begitu kacau. Ia cepat cepat pulang dijemput oleh Pak Udin supir pribadi mereka.


Tiba lah Syafira di rumah sakit . Kemudian Syafira dengan buru buru berjalan menuju ruangan tempat Rey dirawat.


"Umi..! " Syafira menghampiri Umi yang sedari tadi menbujuk Rey untuk makan. "Ada apa ini Umi ?" tanya Syafira sembari menatap Rey.


Rey menoleh ke arah Syafira yang sedari tadi ia tunggu. Dengan tubuh lemas , Rey terbangun dari tidurnya.


"Ra..!" ucap Rey dengan lirih. "Kangen" Rey memegang tangan Syafira dan menatapnya dengan mata yang sayu.


Melihat Rey yang lemah seperti itu, Syafira tak dapat menahan air matanya. Ia kembali menangis , sungguh ia tak bisa melihat Rey seperti ini.


"Kakak makan ya !" Syafira mengambil makanan Rey , lalu menyuapinya. Akhirnya Rey mau makan dan minum obat jika Syafira yang menyuapinya.


Melihat kemesraan Rey dan Syafira, Umi langsung saja pergi , agar mereka bebas melakukan adegan romantis seperti saat ini.

__ADS_1


"Jangan nangis sayang !" ucap Rey sembari menghapus air mata Syafira.


"Yaudah kalau kakak gak mau lihat aku sedih , kakak jangan sakit kayak gini dong !" Syafira mengambil tisyu , lalu membuang ingusnya.


"idihh cantik cantik jorok" Rey tersenyum melihat Syafira yang berani menunjukan sisi kejorokannya di depan Rey, pria yang mencintainya. Tetapi hal itu sama sekali tak membuat Rey merasa jijik.


"Kamu mau kan aku gak sakit lagi ?" tanya Rey sembari meraih tangan Syafira.


Syafira hanya mengangguk mendengar pertanyaan Rey pada nya.


"Tolong terima cinta aku Ra..! tolong cintai aku sebagai pasangan kamu, bukan sebagai kakak kamu ! . Setelah itu , aku janji tidak akan sakit lagi " Ucap Rey dengan suara lembut.


"Tapi aku takut" Ucap Syafira sembari menatap Rey.


"Takut kenapa sih Ra ?"


"Ada yang bilang padaku kalau cinta itu berawal dari senyuman dan berakhir dengan tangisan. Cinta bisa merusak pertemanan , persahabatan, bahkan persaudaraan . Aku takut semua itu akan terjadi padaku. Aku takut jika ada cinta di antara kita , akan ada kebencian ." Jelas Syafira.


"Jangan takut.. Aku akan membuatmu percaya bahwa cinta itu indah." Rey menatap Syafira , meyakinkannya agar Syafira tidak lagi ragu untuk jatuh cinta.


"Ayo lah Ra..! aku bisa sakit terus terusan kayak gini kalau kamu nolak lagi, please..!" sambung Rey .


"Ehh jangan dong.. iya iya deh aku terima" Akhirnya Syafira tidak bisa lagi membohongi dirinya sendiri bahwa ia memang mencintai Rey.


"Yess..! Akhirnya berhasil juga " Rey sangat gembira , akhirnya sekarang Syafira menerima cintanya. Rey pun memeluk Syafira " makasih sayang !"


Sekarang tak dapat disembunyikan lagi rasa sayang Syafira pada Rey yang begitu tulus. Syafira tersenyum dipelukan Rey. Betapa nyamannya saat Rey memeluknya.

__ADS_1


__ADS_2