Adikku Kau Cintaku

Adikku Kau Cintaku
Mengejar cinta Syafira


__ADS_3

Sepulang bermain seharian , akhirnya Syafira dan Rey telah tiba dirumah mereka. Tampak Umi dan Abi sudah menunggu mereka di ruang makan untuk makan malam.


"Ehh.. yang abis main udah dateng nihh.. Ayo sini kita makan malam..!" Teriak Umi dari ruang makan.


Syafira dan Rey tampak saling berdiaman. Yang biasanya mereka selalu ceria , sekarang mereka tampak canggung.


Abi dan Umi saling bertatapan, sebenarnya ada apa diantara mereka ?.


Umi menatap Syafira yang sedari tadi hanya menunduk . " Syafira.. sayang konsernya tadi seru nggak?" tanya Umi sambil mengambilkan makanan untuk Syafira.


Syafira tersenyum pada Umi. " seru banget Umi".


"Rey..! " Umi memanggil Rey sambil menatapnya yang sedari tadi seperti orang yang sedang melamun. Umi juga mengambilkan makanan Untuk Rey.


"Iya Umi" . Jawab Rey dengan suara yang tak bersemangat.


Umi menghela nafas panjang, apapun yang terjadi diantara mereka biarlah mereka yang menyelesaikan . Umi tak mau ikut campur . Lagi pula Rey sudah berjanji untuk menikahi Syafira , dan Umi percaya itu. Itu lah yang membuat Umi tidak terlalu merasa cemas dengan diamnya mereka.


Setelah mereka selesai makan , Syafira berjalan menuju kamarnya yang diikuti Rey dari belakang. Ketika Syafira hendak masuk ke kamarnya, tiba tiba Rey menarik tangannya dari belakang. Tubuh Syafirapun berbalik ke arah Rey.


"Ra..! kamu belun jawab pertanyaan aku." Rey menatap tajam pada Syafira.


"Memangnya harus dijawab sekarang ya? sekarang aku ngantuk mau tidur." Syafira melepaskan tangan Rey , kemudian masuk dan menutup pintu kamarnya .


"Baiklah Ra.. aku akan tunggu jawaban kamu..! " teriak Rey dari luar pintu kamar Syafira.


Rasanya seperti mimpi bagi Syafira. Ia tak pernah menyangka Rey akan mengatakan hal ini padanya. Syafira seakan tak percaya, apakan Rey benar mencintainya ataukah hanya ingin mengerjai dirinya saja. Bagaimana bisa seorang Rey yang tampan rupawan dan kaya raya jatuh cinta pada gadis kampung sepertinya.


Lalu perasaan apakah ini , mengapa sekarang setiap berada disisi Rey hati Syafira selalu berdebar debar. Dan mengapa pula ia selalu merasa nyaman berada disamping Rey. Apakah ini yang dinamakan cinta?. Entahlah ia sendiri pun tidak tahu, karena memang ia belum pernah jatuh cinta.


Memikirkan hal ini, benar benar membuat Syafira susah tidur.


...***...


Pagi pagi seperti biasa Rey bangun dibangunkan oleh Umi. Lalu ia mandi dan bersiap siap untuk pergi kuliah. Setelah itu Rey pergi ke ruang makan untuk sarapan. Disana tidak ada Syafira, Rey fikir Syafira masih dikamarnya.


"Syafira sudah berangkat duluan Rey" Kata Umi sambil mengambilkan sarapan Untuk Rey.

__ADS_1


"Loh kenapa dia berangakat duluan ? " Rey merasa heran , karena baru kali ini Syafira berangkat lebih dulu seperti ini. Ohh apa jangan jangan ia sengaja melakukan ini gara gara semalam.


"Katanya ada sesuatu yang harus dikerjakan pagi ini" jelas Umi.


Rey segera menyelesaikan sarapannya. Setelah itu Rey segera menyusul Syafira.


Tiba lah Rey dikampusnya. Ia berjalan menuju kelas Syafira . Sayangnya jam sudah menunjukan pukul 08.30 , tanda nya Rey harus segera ke kelasnya , karena pelajaran akan segera dimulai.


Rey selalu memikirkan Syafira , sampai sampai ia tak fokus ketika belajar. Jika ia tak berhasil membuat Syafira jatuh cinta padanya , lalu apa yang harus ia lakukan?. Sedangkan ia sudah berjanji pada Umi untuk menikahi Syafira. Tetapi dengan sikap Syafira yang seperti ini , membuat Rey semakin penasaran . Ia ingin terus berusaha untuk mendapatkan cinta Syafira.


Sepulang kuliah , tampak Syafira berjalan dengan kencang seolah dikejar sesuatu. Rey yang melihatnya segera mengejar.


"Syafira.. tunggu..!" Rey terus saja mengejar Syafira yang tak kunjung menghentikan langkahnya.


Happ.. Akhirnya Rey berhasil meraih tangannya sampai langkah Syafira terhenti karenanya. " Ra.. kenapa kamu menghindar dari aku ?" ucap Rey dengan ekspresi sedih.


Syafira mengerutkan keningnya "aduhh kak Rey , aku harus ngomong apa sama dia " kata Syafira dalam hati.


Syafira berbalik ke arah Rey " iya kak" kata Syafira seolah tak terjadi apapun.


"Ra.. Tolong jawab pertanyaan ku ..! " Rey menatap mata Syafira yang begitu indah dengan penuh harap.


"Pertanyaan ? pertanyaan yang mana ? " sebenarnya Syafira tahu apa yang Rey maksud , hanya saja Syafira berpura pura tak tahu.


"Apakah kamu mau jadi pacarku ?" ucap Rey dengan lirih.


"Tidak" ucap Syafira dengan tegas. Ia pun berlalu meninggalkan Rey, dan segera pulang.


Setelah Syafira pergi , ekspresi Rey seketika berubah menjadi seperti kebingungan "apa..? seorang Rey Gunawan yang tampan ini ditolak oleh seorang perempuan ? apa tidak salah ? " Rey tersenyum kecut sambil menggaruk garuk kepala yang tak gatal.


"*Lalu apa yang harus aku lakukan untuk membuat Syafi*ra jatuh cinta padaku ?" gumam Rey di dalam hati sambil berjalan menuju mobilnya.


***


Sampailah Rey di rumahnya. Rey pergi ke kamar Umi untuk menceritakan semuanya pada Umi.


Tok tok tok.. Rey mengetuk puntu kamar Umi yang sedikit terbuka. Melihat Umi disana Rey langsung saja menyeruduk masuk ke kamar Umi dan langsung memeluknya.

__ADS_1


" Umi " seru Rey dengan manja.


"Apa" jawab Umi sembari mengelus kepala Rey.


"Aku ditolak Syafira" Rey melepas pelukannya lalu duduk di kursi kecil dekat cermin .


"Ha ha ha..!" Umi malah tertawa mendengar perkataan Rey.


"Loh ko malah ngetawain sih Umi" Rey mengerutkan dahi karena merasa kesal pada Umi.


"Bukannya Umi sendiri yang menginginkanku menikahi Syafira." Sambung Rey.


"Iya iya Umi ngerti. Cuman lucu aja gitu seorang Rey yang followers instagramnya aja udah jutaan, tapi ditolak seorang wanita." Ucap Umi sembari menahan tawa.


"Rey kamu perlu tau bahwa Syafira bukan wanita biasa" Umi menatap tajam pada Rey.


"Lalu..?"


"Syafira adalah wanita yang cerdas , ia tak akan mudah ditaklukan oleh seorang laki laki, bahkan laki laki yang lebih tampan darimu saja belum tentu bisa menaklukannya hatinya" . Ucap Umi dengan sangat serius sambil memegang pundak Rey.


"Apaa..?" ucap Rey dengan nada tinggi.


"Memangnya ada yang lebih tampan dariku ? Tidak.. akulah yang paling tampan sejagat raya ini." Sambung Rey dengan penuh percaya diri. Ia tak ingin ada satupun yang menyaingi ketampanannya.


Lagi lagi Umi dibuat tertawa geli oleh Rey yang terlampau percaya diri itu. "Ketampananmu tak ada gunanya Rey, jika hanya untuk menaklukan seorang wanita saja kau kesusahan".


"Lalu aku harus gimana Umi ?" tanya Rey dengan sangat bingung.


"Perjuangkan dia" jelas Umi dengan tatapan yang semakin tajam.


"Baik Umi" Rey beranjak pergi dari kamar Umi.


Sekarang ia mulai yakin untuk berjuang mendapatkan cinta Syafira.


Sepanjang malam ia memikirkan kedua wanita itu. Syafira dan juga Risa kekasihnya. Sebenarnya dia sendiri masih bingung diantara kedua wanita itu ia harus memilih yang mana.


Tetapi untuk saat ini Rey harus memikirkan bagaimana caranya untuk menaklukan hati Syafira.

__ADS_1


__ADS_2