Adikku Kau Cintaku

Adikku Kau Cintaku
Hari pernikahan


__ADS_3

Setelah semuanya berkumpul , Abi Wira memulai pembicaraan."Begini , jadi maksud kami kesini selain untuk bersilaturahmi , kami juga ada tujuan lain. Kami ingin melamar Syafira anak Ibu dan Bapak untuk anak kami Rey. Maukah Ibu dan Bapak merestui mereka ? Dan mengijinkan mereka untuk menikah ?"


Seketika Ibu Suti dan Pak Burhan tampak berbinar binar bahagia. Sebuah pertanda bahwa mungkin saja kedua orang tua Syafira tidak keberatan dengan hubungan anaknya tersebut.


Syafira hanya terdiam , ia tertunduk malu ketika ibu dan bapaknya melihat ke arahnya. Sedangkan Rey hanya tersenyum melihat tingkah laku Syafira yang menggemaskan.


"Dengan senang hati kami akan merestui , jika Syafira memang bersedia untuk menikah , maka kami akan mengijinkan." Jawab Pak Burhan sembari merangkul Syafira.


"Tapi pak.. Aku belum bisa bahagiain Ema sama Bapak , mana mungkin bisa menikah" ucap Syafira


Bu Suti menatap Syafira dan tersenyum . "Sayang.. Dengan melihat kamu bahagia pun kami sudah sangat bahagia nak . Jika kamu mencintai nak Rey, jangan ragu untuk menerima lamarannya."


"Tuhh kamu denger sendiri kan kalau Ibu sama Bapak kamu gak keberatan." Ucap Rey dengan nada bercanda. "Yaudah ayo..!" Rey menatap syafira sembari menaikan kedua alis nya dengan senyuman tipis dibibirnya .


"Ayo kemana ?" jawab Syafira sambil mengerutkan dahi.


"KUA" canda Rey.


Semua orang tertawa mendengar candaan Rey tersebut.


Umi menepuk keras pundak Rey "sabar sabar Rey..!"


"Aww sakit Umi"


"Yasudah sekarang kita tentukan tanggal pertunangan mereka" ucap Abi Wira .


"Aku mau langsung nikah aja !" Ucap Rey dengan tegas. "Bukannya jika pacaran setelah menikah itu lebih baik ? ".


Umi tersenyum mendengar perkataan Rey. Tampaknya Rey sudah tidak sabar untuk menikah dengan Syafira. Tetapi sebenarnya Rey hanya tidak ingin lebih lama lagi membuat Risa menunggunya.


"Yasudah kalau kamu maunya begitu . Kita langsung saja tentukan tempat dan tanggal pernikahannya."


"Dalam adat istiadat kami biasanya pernikahan selalu dilaksanakan ditempat mempelai wanita." Jelas Pak Burhan.


"Ohh , baiklah kalau begitu , kita laksanakan pernikahannya disini. Sekarang tinggal tanggal nya kira kira.."


Tiba tiba Umi yani memotong pembicaraan Abi Wira. "Satu minggu lagi..!" Ucap Umi dengan nada sedikit tinggi.


Semua orang hanya menatap Umi Yani, seketika tak ada yang bicara lagi .

__ADS_1


"hehe.. kan seperti yang Rey bilang . Pacaran setelah menikah itu lebih baik." Ucap Umi dengan senyum malunya.


"Nahh Umi bener " jawab Rey.


"Bagaimana menurut Ibu dan Bapak ?" tanya Abi pada Bu Suti dan Pak Burhan.


"Yaa.. Kami setuju setuju saja." Jawab Pak Burhan.


"Yasudah kalau begitu kita adakan acara pernikahannya seminggu lagi." Ucap Abi dengan resmi.


"Saat ini kan kita sedang menghadapi pandemi , jadi kita adakan acara seadanya saja , tak usaha mewah mewah. Kita undang keluarga besar kita saja" Ucap Rey dengan bijaksana. Padahal ia berkata begitu karena tidak ingin ada orang lain yang tahu tentang pernikahannya dengan Syafira. Ia juga tidak ingin Risa tahu siapa calon istrinya. Saat ini Risa hanya tahu bahwa Syafira hanya adik angkatnya saja.


"Iya kami setuju" Jawab Bu Suti.


"Kalau begitu Syafira tetap disini sampai acara pernikahannya dilaksanakan, karena sebelum menikah ada beberapa yang harus dipersiapkan." Jelas Pak Burhan.


"Iya Pak , kami mengerti." Ucap Abi Wira .


"Kalau begitu kami pamit pulang Bu, Pak ,Syafira !" Pamit Abi Wira.


Umi Yani , Abi Wira dan Rey pun kembali ke mobil untuk pulang ke kota . Pak Burhan , Bu Suti dan Syafira mengantarnya ke luar.


Ketika hendak masuk ke mobil, entah kenapa langkah kaki nya terasa berat , entah kenapa dia merasa sedih meninggalkan Syafira walaupun hanya untuk sementara. Sehingga ia secara refleks menengok ke arah Syafira dan melambaikan tangannya pada Syafira.


...***...


Rey berjalan melewati ruang tamu . Tampak terlihat olehnya sebuah jam berwarna pink milik Syafira.


Rey mengambil jam itu lalu duduk di sofa ruang keluarga. Entah kenapa ia teringat ketika ia pernah memarahi Syafira , gara gara jam tangannya terlempar oleh Syafira sampai hancur.


Umi menghampiri Rey yang tampak sedang melamun sambil memegang jam milik Syafira. "Rey.. kalian berpisah hanya seminggu saja ko. Setelah itu kalian akan hidup bersama selamanya." Ucap Umi sembari duduk disamping Rey.


"Umi aku istirahat dulu ya" Kata Rey mengalihkan pembicaraan.


"Yaudah sana..!"


Rey berbaring di atas kasur sambil memegang jam tangan itu. Entah kenapa ia selalu teringat pada Syafira. Sampai tak terasa Rey terlelap tidur.


Keesokan harinya Rey terbangun dari tidurnya. Tampak selimut melingkar ditubuhnya. Padahal semalam ia tertidur tanpa selimut. Siapa lagi kalau bukan Umi yang menyelimutinya. Dan jam tangan itu masih ada dalam genggamannya. "Kenapa gua megangin jam tangan Syafira sih ?" ucap Rey sembari mengerutkan dahi. "Syafira kan kemana mana selalu pake jam ini , gue balikin ah."

__ADS_1


Rey beranjak dan pergi ke kamar Syafira. "Syafira...! Syafira...!"


"Rey..! kamu lupa ya ? Syafira kan gak ada disini nak." Ucap Umi sembari mengusap wajah Rey yang masih terlihat khas orang baru bangun tidur.


Rey baru teringat ternyata Syafira memang tidak ada disini. "ohh iya ya mi . Kenapa jadi lupa sih" ucap Rey sambil menggaruk garuk kepala yang tak gatal.


Umi tertawa melihat tingkah laku Rey itu "jangan bilang kamu juga lupa kalau kamu sebentar lagi mau nikah"


"Hehe.. Nggak lah Mi"


Karena acara pernikahannya akan dilaksanakan secara sederhana , jadi tak perlu banyak persiapan yang harus dilakukan. Oleh karena itu Rey seperti biasa pergi kuliah.


...***...


Disebuah greja tampak seorang gadis cantik dengan rambut terurai panjang sedang berdoa di depan patung yesus. Dia adalah Risa , kekasih Rey. Yaa.. Mereka memang berbeda agama , berbeda keyakinan . Oleh karena itu orang tua Rey tak pernah merestui hubungannya dengan Rey.


"Ya tuhan.. Tolong kuatkan aku menghadapi semua ini. Dia akan menikah dengan orang lain. Tapi aku sangat mencintainya . Kumohon kembalikanlah dia padaku. Aku percaya dia akan memperjuangkanku , tolong bantu kami ya tuhan. Bantu kami memperjuangkan cinta kami."


Ketika Risa sedang berdo'a , datanglah seorang pria yang berdoa di sampingnya. Pria itu berdoa dalam hati sambil memejamkan matanya. Pria itu begitu tampan dan tubuhnya kekar bak pria yang ada dalam film film di TV.


Seketika fokusnya buyar saat melihat pria tampan itu. Risa terus saja menatap pria itu.


"Kenapa lihat saya begitu ?" Ucap pria itu .


"Padahal matanya dari tadi terpejam , kenapa dia tahu kalau aku lihatin dia ya ?" Kata Risa dalam hati.


Risa kembali neneruskan doanya.


"Jika tuhan mengambil sesuatu dari kita , dia pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik." Ucap pria itu .


Risa kembali menengok ke arah pria itu. "Tapi seseorang yang kita cintai tak akan bisa tergantikan".


"Manusia itu mudah berubah. Mungkin saja sekarang kamu mencintai dia, tapi mungkin esok tidak." Ucap pria itu dengan bijaksana.


"Omong kosong"


"Dasar cewe bodoh..!" Ucap pria itu sambil beranjak pergi.


"Apa lo bilang..! Lo gak tau siapa gue ? Gue ini anak polisi . Lo mau dipenjarain sama bapak gue ?" bentak Risa.

__ADS_1


"Maaf nona.. Saya tidak takut. Lagipula anda tidak bisa memenjarakan orang yang tidak bersalah sembarangan." Jawab pria itu dari kejauhan.


"Bapak aku bukan polisi sih , tapi siapa tahu aja dia takut kalau denger bapak aku polisi" Kata Risa pada diri sendiri.


__ADS_2