Adikku Kau Cintaku

Adikku Kau Cintaku
Anak manja


__ADS_3

Sekarang setiap Syafira akan tidur Umi selalu menemaninya, mengelus elus rambutnya, dan mendengarkan semua ceritanya. Sebelum tidur Syafira selalu bercerita. Saat ia sedih saat gembira , ia selalu menceritakan semua keluh kesahnya pada Umi.


Entah kenapa setelah bercerita pada Umi Syafira selalu merasa lega .


Suatu hari Umi Yani dan Abi Wira mendadak ada urusan keluar kota yang mengharuskan mereka untuk pergi .


"Rey..!! Syafira..!! sini nak..!!" teriak Abi Wira memanggil kedua anaknya itu.


Rey dan Syafira pun segera menghampiri Umi dan Abi nya di ruang keluarga.


"Kami ada urusan keluar kota , Rey..! jaga adik kamu ya .! " takutnya nanti kita ga bisa pulang cepet" kata Abi Wira .


"Abi..! lama gakk..?" tanya Syafira yang terlihat sedih.


"Yaa gimana situasi nanti aja . Kalau urusannya cepat beres kita akan cepat pulang." Jawab Abi Wira.


Berbeda dengan Rey yang terlihat biasa saja .


"Yaudah , Umi sama Abi tenang aja aku akan jagain Syafira ko." Rey menaikan satu alisnya menandakan kepercayaan dirinya.


Syafira sangat sedih , ia memeluk umi dengan mata berkaca kaca.


"Umii...!" Syafira merengek seperti anak kecil yang mau ditinggal ibunya.


"Sayang.. Umi gak lama ko. Umi sama Abi usahain cepet pulang ya. Jangan takut kan ada Kakak kamu , ada Bi Inah, ada Pak Udin (supir) , ada satpam juga didepan" kata Umi pada Syafira.


"Yaudah kita berangkat sekarang ya ." Kata Abi Wira.


"iya Umi , Abi ." jawab Rey.


Syafira pun melepaskan pelukannya lalu mencium tangan Umi dan Abi, begitupun dengan Rey.


Umi dan Abi pergi , Syafira dan Rey mengantar mereka keluar.


Hari sudah malam, dirumah tanpa Umi terasa sepi bagi Syafira. Rey sedang duduk di sofa ruang keluarga sambil mendengarkan musik dengan earphone.


Syafira duduk terdiam disamping Rey.

__ADS_1


Rey pergi ke dapur untuk mengambil makanan ringan , Syafira mengikutinya dari belakang.


Rey kembali ke ruang keluarga Syafira pun mengikutinya. Ketika Rey sudah merasa bosan , ia pergi bermain P.S, dan Syafira juga nengikutinya .


Rey yang sedari tadi terus diikuti Syafira mulai menyadarinya. Rey pergi ke kamar mandi , apakah Syafira juga akan mengikutinya ?


"Mau ikut ke kamar mandi ? Gue kebelet pipis nih" Rey menoleh ke arah Syafira yang menguntit dibelakangnya.


Tetapi Syafira hanya menggelengkan kepalanya. Rey masuk kekamar mandi untuk buang air. Didalam kamar mandi Rey tertawa tanpa suara. Rey pikir mungkin sekarang Syafira sudah tidak mengikutinya lagi.


Rey kemudian membuka pintu kamar mandi . Alangkah terkejutnya Rey , ternyata Syafira menunggunya tepat didepan pintu.


Sehabis itu Rey kembali bermain P.S, Syafira terus saja mengikutinya. Rey duduk disofa sedangakan Syafira duduk di lantai disamping kaki Rey. Biasa nya jam segini Syafira sudah tidur , tetapi sekarang Umi tidak ada, jadi tidak ada yang menidurkannya. Hari sudah semakin malam Syafira sudah mulai merasa ngantuk.


"Huammm..!!" Syafira menguap.


"Kalo ngantuk tidur sana" kata Rey yang masih terfokus dengan P.S nya.


Tapi Syafira tidak mau, ia malah merengek seperti anak kecil.


"Umi kapan pulang..?" kata Syafira sambil merengek.


Tetapi Syafira tetap tidak mau tidur , ia terus saja merengek , memanggil manggil Umi nya.


Rey mulai jengkel pada Syafira, ia mendekat pada Syafira.


"Dasar anak manja..!! bisa diem gak sih?" bentak Rey sambil menyentil telinga Syafira.


"Aww sakit kak.." kata Syafira dengan wajah yang mulai memerah dan mata yang berkaca kaca.


Tetapi Syafira malah menangis tanpa suara. Melihat Syafira yang menangis Rey merasa tak tega , lalu ia memeluk adiknya itu.


"Udah udah jangan nangis..! paling besok Umi pulang ko. Yuk sini yuk !" Kata Rey sambil menggandeng Syafira untuk bangkit dan duduk disofa.


"Sini tidur disini ! " Rey menyuruh Syafira tidur dan menawarkan pahanya untuk menyangga kepala Syafira. Syafira pun nurut saja apa yang disuruh oleh Rey.


Rey tau setiap Syafira akan tidur Umi selalu mengelus elus rambutnya. Rey pun mengelus elus rambut Syafira, seperti yang sering dilakukan oleh Umi . Syafira pun tertidur. Sedangkan Rey kembali bermain P.S.

__ADS_1


...***...


Pagi pagi sekali Umi dan Abi datang . Umi tak sabar ingin bertemu Syafira , ia pun pergi ke kamar Syafira. Dan ternyata Syafira tidak ada dikamarnya. Umi pun bergegas ke kamar Rey , dan ternyata Rey juga tidak ada dikamarnya .


Umi bertanya tanya , dimana mereka ? Umi mencari mereka , sampai akhirnya Umi menemukan mereka di tempat Rey bermain PS. Ternyata Syafira dan Rey tertidur disofa. Syafira tidur dengan kepala disangga oleh kedua paha Rey , sedangkan Rey tidur sambil duduk dan bersandar di sofa.


"Rey.. ! Syafira..! sayang kenapa kalian tidur disini?" kata Umi sambil membangunkan kedua anaknya tersebut.


Merekapun terbangun dari tidurnya.


"Umi sudah datang..!! " teriak Syafira yang kemudian memeluk Umi dengan gembira nya.


"Heyy.. sayang kenapa kalian tidur disini?" tanya Umi pada kedua anaknya itu.


"Tuhh anak kesayangan Umi ngeselin " Rey menunjuk Syafira sambil tersenyum kecut. Meskipun Syafira sedikit menjengkelkan tetapi Syafira terlihat lucu bagi Rey.


Hari ini Syafira dan Rey sedang libur kuliah. Abi mereka menyuruh kedua anaknya untuk main ke kantor Abi.


Sedangkan Abi sudah berangkat ke kantor duluan. Mereka bersiap siap untuk pergi ke kantor Abi. Setelah itu kemudian mereka berangkat .


Akhirnya setelah beberapa menit perjalanan, mereka pun sampai di kantor WIRA SANTOSO GROUP , itu lah perusahaan milik Abi Wira. Ruangan Abi Wira berada dilantai 5. Untuk menuju ke lantai 5 mereka harus menaiki lift.


Ketika lift sedang menuju ke lantai 5 , tiba tiba.." Dugg " terdengar suara benturan pada lift . Lift itu tiba tiba saja berhenti . Rey coba memencet tombol lift tetapi tak ada reaksi. Rey dan Syafira mulai panik.


Tiba tiba lampu di lift tersebut mati. Syafira berteriak ketakutan . Syafira dengan refleks memeluk Rey.


Rey segera menghubungi Abi bahwa lift nya sedang bermasalah dan mereka terjebak di lift itu.


Abi segera memanggil teknisi untuk membuka lift .


Abi Wira begitu panik sampai sampai harus menunda meeting yang akan segera dilaksanakan beberapa menit lagi.


Sedangkan didalam syafira begitu ketakutan ,tubuh nya mulai gemetar , dadanya terasa sesak. Rey sangat khawatir , ia berusaha menenangkan Syafira.


"Ra.. !! kamu jangan takut ! ada aku disini. kamu tenang aja gak akan terjadi apa apa ko" Rey memeluknya dan mengusap usap pungungnya.


Setelah beberapa menit , teknisi berhasil membuka lift . Rey pun segera membawa Syafira yang sudah lemas keluar lift.

__ADS_1


Abi Wira dan Rey segera membawa Syafira ke rumah sakit. Dokter bilang Syafira hanya syok . Rey pun membawa Syafira kembali pulang.


Tadinya Abi Wira ingin mengenalkan mereka pada perusahaannya . Apalagi Rey yang merupakan pewaris tunggal . Meskipun Syafira bukan anak kandungnya , Abi tetap ingin Syafira menjadi bagian dari perusahaan.


__ADS_2