
Hari ini Rey dan Syafira pergi ke kampus dengan menggunakan motor gede berwarna merah kesayangan Rey. Mereka menjalani rutinitas mereka di kampus seperti biasa.
Sepulang kuliah Syafira harus ke suatu tempat untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh Dosennya.
Seperti biasa Rey menunggunya diparkiran . Syafira berlari kecil untuk menghampiri Rey.
"Kak.. aku hari ini gak pulang bareng kaka ya "
"Loh kenapa ?" tanya Rey sambil mengerutkan dahi.
"Aku mau ngerjain tugas dulu kak" Kata Syafira.
"Yaudah ayo aku anterin" ajak Rey.
"nggak usah kak , biar aku naik angkot aja" Kata Syafira sembari menggelengkan kepala.
Rey melihat hari ini cuacanya mendung, sepertinya akan hujan . Rey merasa khawatir jika Syafira pergi sendiri. "nggak kamu gak boleh pergi sendiri, Ayoo..!" Rey memakaikan helm pada Syafira .
Syafira tidak bisa menolak. Akhirnya ia pergi menerjakan tugasnya diantar Rey.
Akhirnya mereka tiba di sebuah restoran besar dikota itu. Syafira masuk untuk mewawancarai owner dari restoran itu. Sedangkan Rey menunggunya diluar.
Rey melihat Syafira didalam restoran yang tampak mewawancarai orang yang sepertinya Rey kenal.
Ketika wawancara berlangsung , tiba tiba seseorang memanggil orang yang sedang Syafira wawancarai . Syafira menengok ke arah orang itu, dan ternyata orang itu adalah Rey.
"Hey.. Aldi..!" Rey mengahampiri Aldi yang sedang Syafira wawancarai sambil melambaikan tangan.
"Hey.. Rey..! ngapain lo disini?" Tanya Aldi pada Rey sambil bersalaman ala cowo.
"Nih gue anterin adek gue" kata Rey sambil menunjuk Syafira.
Syafira tersenyum pada Aldi sembari menganggukan kepala.
Aldi menatap Syafira dengan kagum. "cantik banget adeknya si Rey" gumam Aldi dalam hati.
Aldi dan Rey malah asyik ngobrol berdua tanpa memperhatikan Syafira yang sedari tadi hanya diam saja.
"Ehemm..! maaf pak Aldi masih ada satu pertanyaan lagi pak.."
"Ohh iya iya silahkan ..!" Aldi mempersilahkan Syafira untuk melanjutkan wawancaranya.
Setelah selesai dengan wawancaranya Syafira mengajak Rey untuk pulang.
__ADS_1
"Kak ayo pulang !"
"Yaudah ayo" Jawab Rey.
Rey dan Syafira pun berpamitan , lalu pulang.
Ketika diperjalanan , tiba-tiba turun hujan sangat deras. Rey segera mencari tempat untuk berteduh. Akhirnya Rey memutuskan untuk berteduh di halte bus.
Hujan yang sangat deras membuat Rey dan Syafira basah kuyup. Syafira sangat kedinginan , sampai sampai tubuhnya gemetar.
Rey membuka jaket yang ia pakai, lalu memakaikannya pada Syafira.
"Kakak..! jangan kasih jaket itu ke aku ka..! nanti kamu kedinginan." kata Syafira dengan suara yang gemetar.
"Gak apa apa.. aku kan cowo. Aku lebih kuat dari kamu." Kata Rey dengan suara lembut.
Hari semakin malam , namun hujan tak kunjung reda .Tubuh Syafira semakin menggigil. Sebenarnya Rey juga merasa kedinginan, tapi ia tak menunjukannya pada Syafira.
Rey mendekat kesamping Syafira , perlahan Rey mulai memeluk Syafira agar Syafira tak semakin menggigil.
Akhirnya setelah beberapa saat , hujan mulai reda. Rey dan Syafira segera pulang.
Dirumah , Umi sangat mencemaskan Rey dan Syafira. Karena mereka tak kunjung datang .
Akhirnya terdengar suara motor Rey. Umi segera membukakan pintu untuk mereka. Umi begitu khawatir apalagi saat melihat Rey dan Syafira basah kuyup karena kehujanan.
Rey dan Syafira pun pergi ke kamar untuk mandi dan berganti baju.
" kak Rey pasti sangat kedinginan , aku harus buatkan minuman hangat untuknya" kata Syafira dalam hati.
Syafira pergi ke dapur untuk membuatkan secangkir teh hangat untuk Rey. Setelah itu, kemudian Syafira mengantarkan teh hangat itu ke kamar Rey.
tok tok tok.. Syafira mengetuk pintu Rey. tapi Rey tak membukakan pintunya , tidak juga menjawab. Syafira mendorong pintunya. Ternyata pintunya tidak dikunci. Syafira pun masuk ke kamar Rey . Ternyata Rey sedang tidur.
Syafira meletakan teh itu di meja. Tetapi , ketika Syafira melihat Rey , tubuh Rey tampak gemetar. Syafira segera menghampirinya. Alangkah paniknya Syafira , ketika ia menyentuh kening Rey , ternyata badannya panas.
"Kakak..! badan kamu panas banget kak.. ya ampun.. gimana nih..?"
Syafira segera pergi mencari Umi.
"Umii..! Umii..! " Teriak Syafira dengan panik.
"Iyaa sayang ada apa ?" jawab Umi.
__ADS_1
"Umi.. kakak..badannya panas banget Umi..! " Ucap Syafira dengan terengah engah.
Umi dan Syafira segera pergi ke kamar Rey. Rey tampak menggigil , tubuhnya terasa panas.
Abi yang mendengarnya , segera menghampiri.
"Sebaiknya kita bawa saja Rey kerumah sakit" kata Abi sembari memeriksa keadaan Rey.
Abi Wira segera membangunkan Rey . Kemudian abi menggandeng Rey ke mobil untuk pergi ke rumah sakit. Syafira duduk disamping Rey, sedangkan Umi duduk di depan bersama Abi.
Disepanjang jalan Rey memegang tangan Syafira. Entah kenapa dengan begitu, ia merasa lebih baik. Sedangkan Syafira terus saja menangis karena merasa cemas pada Rey.
Tiba lah mereka di rumah sakit. Tenaga medis segera menangani Rey . Rey dibawa ke IGD untuk diperiksa.
"Ibu, Bapak.. sodara Rey hanya mengalami demam biasa. Tetapi harus dirawat dulu beberapa hari karena demamnya sangat tinggi." Jelas sang dokter pada Umi dan Abi.
Kemudian Rey dibawa ke ruangan perawatan.
"Syafira.. sayang.. kamu gak usah nangis , Rey ngak apa apa ko nak..!" kata Umi sembari merangkul Syafira.
Rey yang melihat Syafira menangis segera bangun. "Sini Ra..!" Rey memanggil Syafira agar mendekat padanya.
Syafira menghampiri Rey dengan air mata yang terus saja membasahi pipi indahnya.
"Udah jangan nangis ! , lihat aku nggak apa apa Ra.." sambung Rey.
Rey mengedipkan matanya pada Umi dan Abi , mengisyaratkan agar Umi dan Abi meninggalkan Mereka berdua.
Umi menunjukan jari tangan yang dibentuk huruf o , artinya "ok".
Umi dan abi pun pergi keluar dan membiarkan Syafira dan Rey berduaan. Abi menggelengkan kepala , bisa bisanya ketika sakit seperti ini, Rey masih kepikiran hal seperti itu.
Sedangkan Umi hanya tersenyum senyum sendiri.
Sekarang tinggal mereka berdua di ruangan ini.
"Kakak sakit kayak gini pasti gara gara aku , gara gara kemaren hujan hujanan nganterin aku " Kata Syafira sembari menangis .
Rey memeluk Syafira dengan kasih sayang. "Aku tuh sakit bukan karena hujan hujanan. Aku sakit karena kamu nolak cinta aku"
"Ihh apaan sih kakak ini.." Kata Syafira sambil melepaskan pelukan Rey.
Rey sebenarnya senang melihat Syafira menangisi dirinya. Karena itu artinya Syafira sangat peduli pada Rey.
__ADS_1
"Udah dong nangisnya !" Rey menghapus air mata Syafira dengan hati yang tulus.
Syafira memeluk Rey . Rasanya ia ingin selalu berada di dekat Rey , disaat Rey sakit seperti ini. Rey tersenyum , rasa sakitnya seakan hilang karena pelukan Syafira.